Surat Izin Berjodoh

Surat Izin Berjodoh
Bab 10 : Yasser Di Hukum


__ADS_3


“Kemarin saya disuruh bantu ayah sebentar bu, ada saya titip surat izin sama Silvi,” Sahut Yasser.


“Silvi aja gak sekolah kemarin, gimana cara dia ngasih surat izin kamu, hari ini Silvi ada sekolah?” Tanya bu Rosma.


“Gak bu,” mereka jawab serentak.


“Nah, gimana caranya ibu buktiin kamu ada ngasih surat izin sama Silvi atau tidak, sekarang aja Silvi bolos sekolah lagi,” Bu Rosma bertanya pada Yasser.


Yasser hanya diam sambil menundukkan kepalanya.


“Seperti perjanjian di awal, yang tidak masuk sekolah tanpa keterangan apapun, harus bersihin wc,” Bu Rosma melanjutkan kembali.


“Tapi bu ..,” Yasser mencoba protes.


“Itu perjanjian awal Yasser, dan semua sudah sepakat itu hukumannya, nanti jam pelajaran terakhir, kamu bisa ke gudang sekolah mengambil sikat lantai dan pembersih wc, ibu akan nyusul kamu ke wc nanti, jangan pura-pura lupa, nanti ibu yang bilang sama guru jam pelajaran terakhir,” Bu Rosma berkata pada Yasser.


Kemudian Bu Rosma melanjutkan absensi kelas.


3 mata pelajaran telah selesai, Yasser masih di dalam kelas.


“Yasser, kamu sekarang ke wc, nanti ibu nyusul pantau kamu kerja,” Bu Rosma masuk ke kelas bersamaan dengan Bu Ida, guru pelajaran agama.


Dengan langkah gontai Yasser berjalan ke luar dari lokal.


“Hahaha, Semangat,” Teman-teman Yasser menertawakan hari apesnya Yasser.


“Semangat sir ya, sampe bersih,”


“Hilangkan kerak lantai hingga ke akar-akarnya ya,”


“Basmi kuman membandel Yasser ya,” Teman-teman Yasser tertawa riuh mengolok-olok Yasser yang beranjak keluar dari kelas.


“Udah-udah, kalian ..., kalau tertawain orang paling jago, tugas minggu kemarin kumpul ke depan,” Bu Ida menghentikan tawa mereka dengan menagih tugas yang di berikan minggu kemarin.


Mereka langsung terdiam, dan kasak kusuk dengan teman sebangkunya sambil mengeluarkan buku mereka dan mengumpulnya di atas meja bu Ida.


Mendengar tugas yang disuruh kumpul bu Ida, Yasser kembali masuk ke lokal mengambil buku tugasnya dan mengumpulkan ke depan bu Ida. Kemudian keluar lagi menuju gudang penyimpanan.


Yasser berjalan dengan langkah malas membawa sikat dan ember untuk membersihkan wc. Dia memilih membersihkan wc lelaki terlebih dahulu.


(“Ini semua karna Silvi!, apa anak itu gak ikhlas bantuin aku?”) Yasser bergumam sendiri dengan wajah kesal.


(“Tapi tumbenan dia bolos sekolah, biasanya dia paling rajin sekolah, les aja gak pernah bolos, apa lagi sekolah, apa dia kenapa-napa ya?, ah gak mungkin, kalau dia sakit atau kenapa-napa kan udah tersebar gosip lewat ibu-ibu yang sering nongkrong depan rumah”) Yasser berkata dalam hati.


(“pulang sekolah nanti aku harus kerumah dia!, gak amanah kali jadi orang!”) lanjutnya lagi.


“Gimana Yasser?” Bu Rosma mengagetkan Yasser yang sibuk dengan pikirannya sendiri sambil menyikat lantai.


“Udah bersih bu!” Jawab Yasser ngasal, padahal dia baru menyikat beberapa kali.

__ADS_1


“Kamu pikir ibu gak bisa lihat mana yang bersih dan mana yang masih kotor?” Bu Rosma menaikkan intonasi suaranya.


Yasser hanya diam dan melanjutkan kembali hukumannya.


Satu jam lebih Yasser menyikat lantai wc, walaupun gak kinclong 100% setidaknya sudah ada perubahan.


“Bu, wc nya udah saya sikat semua,” Yasser membuat laporan pada bu Rosma.


“Bagus, besok bolos lagi ya!, biar wc slalu bersih,” Bu Rosma mengejek Yasser.


Yasser hanya tersenyum kecut.


“Ya udah, masuk lokal sana, bentar lagi pulang sekolah,” Perintah bu Rosma.


Yasser berjalan keluar dari ruangan mengajar bu Rosma.


(“Malas kali masuk, yang ada nanti malah di ejek sama teman, mending ngumpet di kantin aja sambil minum air dingin,”) Yasser berucap dalam hati.


Dia berjalan menuju kantin sekolah yang sepi, jajanan kantin pun sebagian sudah di tata rapi dalam kardus oleh mang paijo, karna mau tutup.


“Mang teh dingin satu,” Yasser berkata mengagetkan mang Dolah.


“Lho Yasser, emang gak ada guru di dalam kelas?” tanya mang Dolah sambil menyerahkan teh dingin sisa tadi istirahat yang belum habis terjual, dan disimpan dalam kulkas.


“Ada mang, man tadi Yasser dihukum karna kemaren gak sekolah, udah kotor badan, malas masuk, bentar lagi juga udah keluar,” jawab Yasser yang berusaha menutupi hukuman apa yang dia dapatkan dari mang Dolah.


Yasser memilih kursi di pojokan kantin, dan menyeruput es teh manis dingin di depannya sampai habis, kemudian dia duduk santai memainkan ponselnya.


Yasser membawa gelas kosong dan menyerahkan uang 3 ribuan untuk mang Dolah.


Siwa-siswi berhamburan keluar kelas, Yasser menunggu sampai kelas kosong baru masuk untuk ambil tas, dan pulang dengan sepedanya.


Sesampai dirumah, Yasser langsung mandi, sholat terus makan.


“Ma Yasser pergi bentar ya,” Yasser meminta izin pada mamanya setelah selesai makan.


“Mau kemana Sir baru pulang pun bukannya istirahat.”


“Mau kerumah teman ma, ada perlu sebentar aja,” Yasser keluar rumah dan mendayung sepedanya ke arah rumah Silvi.


Sesampainya disana.


“Assalamu’alaikum,” Yasser memberi salam sambil mengetuk pintu rumah Silvi.


Tak ada jawaban, Yasser pun kembali mengetuk pintu sampai 3 kali. Tak ada juga jawaban.


“Mau cari siapa Sir?” tanya bi Ayu yang berdiri di teras rumahnya.


“Silvi bi, kemana ya?, sepi kali,” jawab Yasser.


“Silvi sakit udah 2 hari, emang Abinya gak ngirim surat ke sekolah?” tanya bi Ayu lagi.

__ADS_1


“Gak ada, di absensi Alpa ditulis sama wali kelas,” sahut Yasser.


"oehh.. sakit dia, kena DBD kata umminya."


"Eum gitu, ya udah Yasser pulang dulu bi ya."


"Iya sir," jawab bi Ayu.


Yasser pulang kerumahnya dengan perasaan bersalah karna udah mikir Silvi tidak amanah.


Di rumah sakit.


“grrrr... grrr ... grrr,” bunyi ponsel umminya Silvi.


“Assalamu’alaikum Kak,” Umminya Silvi mengangkat telfon dari bi Ayu.


“Sel kata Yasser kalian belum ngirim surat keterangan sakit Silvi untuk sekolah?” tanya bi Ayu.


“ooo ya lupa kami kak, karna masih panik, makasih kak ya udah di ingatin,” berkata Umminya Silvi.


“ya sama-sama, ya udah dulu ya, semoga Silvi cepat sehat.”


“amiinnn ya Allah,”


“Assalamu’alaikum.”


“Wa’alaikum salam wr wb.” Umminya Silvi menutup telfon.


“Abi nanti minta surat keterangan sakit dari dokter ya, untuk absensi Silvi.”


“iya mi,” jawab Abinya Silvi.


... ...


“Dokter bisa buatkan surat keterangan sakit untuk sekolahnya Silvi,” Abinya Silvi berkata pada Dokter yang memeriksa keadaan Silvi.


“Oh bisa, bapak ikut kami sekarang untuk informasi data Siswi.” Dokter tersebut berkata pada Abinya Silvi dan keluar yang di ikuti Abinya Silvi.


Silvi masih lemas, tapi dia sudah sanggup buka mulut untuk makan, walaupun 3 suap.


“Assalamu’alaikum,” seseorang memberi salam sambil masuk ke dalam kamar Silvi di rawat.


“Wa’alaikum salam, lhoe mama sama papa datang kenapa gak bilang, biar di jemput sama Abi aja,” Umminya Silvi mencium tangan kedua mertuanya.


“Gak papa, tadi mama sama papa naik taksi,” jawab Papa mertua.


“Nenekkkk ... “Ghiffari lari memeluk neneknya.


“Cucu nenek, sehat-sehat sayang kan, ini buat adek,” Nenek memberi buah-buahan untuk Ghiffari.


“Nenek, Ghiffari kan sukanya coklat nek,” Protes Ghiffari ngambek.

__ADS_1


“Adek, gak boleh banyak-banyak makan coklat, harus banyak makan buah biar sehat,” Kakeknya pun ikut menasehati cucunya.


__ADS_2