Surat Izin Berjodoh

Surat Izin Berjodoh
Bab 30 : Yang Bisa Mengikuti Olimpiade


__ADS_3

“Tapi apa ya?, Kalau fokus di bola kaki dan bola basket harus beregu, gak bisa kek nya, fokus apa ya?” Yasser masih terus bertanya pada dirinya.


“Keknya lari bisa ya, lebih mudah untuk aku, karna aku dulu pergi ke sekolah pun selalu dayung sepeda, udah biasa capek, untuk bisa lari dengan cepat tinggal sering-sering berlatih aja,” Berkata Yasser dalam hati, dia merasa menemukan bakat yang menurutnya cocok.


Dia berlatih lari sambil menggunakan stopwatch di hp nya untuk melihat berapa menit kecepatan dia berlari 200 meter.


Pilihan Yasser kali ini untuk fokus di olahraga lari dilanjutkan, Yasser terlihat lebih rileks dan menjiwai dengan pilihannya itu. Dia semakin rajin olahraga, bahkan hari sabtu Yasser bela-belain memilih untuk tidak bawa motor ke sekolah, pagi-pagi dia kesekolah naik ojek, pulangnya jalan kaki sambil berlari kecil, untuk melatih otot-ototnya.


"Gak bawa motor bang?" Mamanya Yasser bertanya pada Yasser melihat Yasser pamit tanpa mengeluarkan motornya dari dalam rumah.


"Gak Ma, mau olahraga nanti pulang sekolah," jawab Yasser.


"Olahraga apa siang-siang?" Mamanya bertanya dengan mengerutkan keningnya.


"Olahraga lari Ma, udah gapapa, Yasser baik-baik aja Ma, Yasser lagi pengen ikut lomba aja, biar menang," jawab Yasser dengan senyum mencoba menenangkan hati Mamanya.


"Ya udah, hati-hati, kalau capek istirahat dulu, jangan di paksakan ya," ucap Mamanya cemas.

__ADS_1


"Iya ma, tenang aja," Jawab Yasser sambil berlalu keluar dari rumah.


Di tempat yang berbeda.


Silvi memaksimalkan pengetahuannya tentang Biologi. Dia mengikuti pelajaran tambahan Biologi di sekolahnya. Dia banyak belajar dengan istilah-istilah ilmiah di dalam Biologi, Tante dan Om nya selalu menyemangati Silvi, begitu juga dengan Ummi dan Abinya.


Akhirnya ujian semester pertama pun tiba.


Pembagian rapor pun berlangsung. Silvi menjadi juara 2 di lokalnya, nilainya hanya anjlok di mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dia tidak menguasai bagian puisi, menurutnya, puisi itu terlalu sulit untuk dipahami maknanya.


Tibalah hari pengumuman untuk murid yang bisa mengikuti Olimpiade tahun 2021 untuk pelajaran Inti.


Yasser berdoa : (“Ya Allah, semoga saya terpilih salah satunya,”) meski gagal dalam mengikuti les Matematika, Yasser tetap menaruh setitik harapan.


“Dengarkan nama-nama yang bapak bacakan dan pelajaran yang di bebankan untuk nama tersebut, sebagai perwakilan sekolah untuk mengikuti olimpiade di kabupaten, kalau kalian bisa masuk dalam 3 besar, maka kalian akan dikirimkan ke Jakarta untuk mengikuti olimpiade tingkat Provinsi.


Untuk pelajaran Biologi diwakili oleh Mukhtar yusuf dari kelas 3.

__ADS_1


Untuk pelajaran Kimia di wakili oleh Misnaiyah dari kelas 2.


Geografi di wakili oleh Muhammad iqbal dari kelas 2.


Informatika diwakili oleh Mulzamzami dari kelas 3.


Ekonomi diwakili oleh Safira Riskina dari kelas 1.


Kebumian diwakili oleh Ulfa susanti dari kelas 2.


Fisika diwakili oleh Asmaul husna dari kelas 1.


Astronomi diwakili oleh Nora Mariska dari kelas 3.


Dan matematika diwakili oleh Abdul malik dari kelas 3.


Kalian ada waktu sebulan untuk belajar, dansetelah itu kita akan langsung ikut olimpiade. Sedangkan untuk atlet olahraga, itu nanti akan di pilih oleh pak Baharuddin melalui pertandingan antar lokal, jadi siapa yang menang, itu yang akan mewakili dari sekolah, tempat untuk pertandingan atlet dan olimpiade pelajaran di satu tempat, cuma beda jadwal, untuk atlet seminggu lebih telat kebarangkatannya.” Ucap Pak Kepala sekolah dalam pidatonya.

__ADS_1


__ADS_2