
Deg ...
Sesuatu seperti menghantam keras hati Yasser, perih itu menjalar ke seluruh nadinya Yasser dan melemahkan setiap sendi-sendinya.
Yasser memencet emoticon ❤ di postingan Syukran. Kemudian membuka komentar dan membacanya satu persatu.
Sudah ada 32 komentar di sana.
“Cie si bos sama ibu bos,” tulis akun Arya. Ada 3 balasan dikomentar itu.
“Cucok ni Silvia dan Lukman,” akun Julia menandai fb Silvi dan Lukman.
Ada banyak komentar-komentar yang tidak diteruskan untuk di baca Yasser.
Tapi Silvi dan Lukman belum muncul untuk sekedar kasih jempol atau pun mengomentari postingan itu.
Yasser menekan titik 3 di postingan itu, dan menyentuh tulisan, Sembunyikan postingan.
Yasser memilih untuk mematikan ponsel nya, Yasser tidak bisa untuk melanjutkan membaca komentar di postingan itu.
Yasser membenamkan wajahnya ke kasur, dan menutupnya dengan bantal, Dia memilih untuk tidur agar hatinya kembali stabil.
Ting ...
Bunyi notif whatsapp di ponsel Silvi, dari Vera.
“Yang udah jadian sama si bos, gak ada ribut-ribut ya.”
Silvi membaca pesan Vera.
“Maksudnya?” Balas Silvi bingung.
“Udah deh, jujur aja kenapa?, kita kan saling curhat.”
“Aku ga tau apa-apa.”
“Di facebook, ada foto qe sama Lukman yang baru jadian.”
“Apa?, Jadian?, gak lah, aku gak pacaran sama siapa-siapa.”
Tanpa menunggu balasan Vera,
Silvi langsung membuka facebook miliknya karna penasaran, sudah banyak notifikasi penandaan nama Silvi.
Dia membuka postingan itu, mulut Silvi ternganga karna kaget bercampur malu.
__ADS_1
“Aduh ... apa-apaan si Syukran ini, bikin sensasi aja, gak tau apa dia malu-maluin gua!” Silvi merepet sendiri di dalam kamarnya.
Dia memberikan emoticon 😡 di postingan itu.
“PENCEMARAN NAMA BAIK INI SYUKRAN, GAK ADA YANG PACARAN, PACARAN ITU DOSA!” Silvi mengomentari postingan itu memakai capslock.
Dia membuka dan membaca satu-persatu komentar disana, sudah ada 87 komentar disana, ada yang memberikan dukungan, dan ada yang menjadikan candaan, komentarnya kebanyakan dari teman-teman sekolah, ada juga akun-akun yang menasehati untuk tidak terlalu cepat pacaran, tapi Silvi tidak mengenali akun-akun itu.
Lukman pun ikut berkomentar di postingan itu.
“Wow 😱,” hanya itu Komentar dari akun Lukman, ada banyak balasan di komentar itu, tapi Lukman tidak membalasnya lagi.
Silvi membuka siapa saja orang yang udah memberi jempol untuk postingan fitnah itu.
Sudah ada 120 orang yang menyukainya, Silvi terus menscrool ke atas.
Silvi menghentikan ibu jarinya, Silvi melihat akun atas nama Yasser memberi emoticon ❤ di postingan kurang kerjaan itu.
Entah kenapa, Silvi merasa sesuatu mendesaknya untuk mengirim pesan whatsapp untuk Yassir. Tapi dia bingung harus tulis apa.
Setelah berpikir lama, akhirnya Silvi memilih untuk menanyakan kabar keningnya saja.
“Kening kamu gimana, baik-baik aja?” Silvi mengirim pesan untuk Yasser, hanya centang 1. Aktif 25 menit yang lalu. Silvi merasa lebih mencemaskan Yasser untuk tidak berfikir negatif untuknya, dari pada memikirkan pertanyaan teman-temannya di postingan itu.
Se jam kemudian, Silvi membuka lagi whatsapp nya, masih centang satu.
“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi.” ponsel Yasser mati.
Silvi membuka whatsapp nya, membuka pesan yang dia kirim untuk Yasser yang masih centang satu. Dia menyentuh lama tulisan itu, kemudian dia memilih menyentuh “Hapus pesan untuk semua orang”.
Silvi kembali membuka facebook, sudah banyak yang membalas komentar dia di facebook Syukran, tapi Silvi membiarkannya, yang penting dia sudah menjelaskan apa yang sebenarnya.
“Silvi ...” Umminya Silvi masuk ke kamar Silvi yang tidak di kunci.
“Iya Ummi, ada apa mi?”
“kakak belum tidur?”
“Belum mi.”
“Lho ... itu foto, coba ummi liat,” Umminya Silvi melihat Ponselnya Silvi menyala yang masih terbuka facebook.
“Bukan apa-apa mi,” Silvi mencoba menghalangi Umminya untuk melihat foto itu dengan mematikan layar ponselnya.
“Kakak ...” Umminya mulai menunjukkan sikap kecewanya pada Silvi.
__ADS_1
Dengan berat hati Silvi memberikan ponselnya pada Ummi, dia berharap semoga Umminya tidak salah paham.
Umminya mengamati ponselnya Silvi, sambil membaca komentar di postingan facebook itu.
“Kakak pacaran?” Umminya bertanya.
“Gak mi, itu tadi sore pas Silvi lagi di perpustakaan, Lukman beli minum, kasih untuk Silvi, Silvi gak tau kalau ada kawan yang foto,” Silvi mencoba menjelaskan pada Umminya.
“Tapi kakak kan gak suka jus?” Umminya bertanya lagi.
“Iya, gak ada Silvi minum juga itu, Silvi kasih untuk Eva, udah Silvi bilang gak usah beli minum, Silvi udah beli sendiri air putih tadi di jalan, tapi Lukman tetap beli,” Silvi bercerita pada Umminya.
“Oo gitu ...," Jawab Umminya.
" kakak sekarang udah mulai remaja, Ummi tau, kakak udah ada yang naksir, dan mungkin kakak juga udah ada yang kakak naksir,” Umminya berkata.
Muka Silvi memerah menahan malu di depan Umminya.
“Tapi kak, untuk sekarang kakak jangan pacaran dulu, apalagi kakak bentar lagi mau ujian, kakak harus fokus untuk nilai kelulusan kakak, kalau kakak udah tamat SMA, nanti baru pilih-pilih untuk calon suami, cari orang yang baik, yang mengerti agama, bukan pacaran jalan bareng cowok, itu dosa, tapi hanya sekedar kenalan, tau sifat dia gimana, kalau cocok kenalin sama Ummi dan Abi,” Umminya Silvi melanjutkan perkataannya.
“Baik Ummi,”
“Ada baiknya, foto ini kakak suruh hapus sama kawan kakak, ini bukan amal jariyah, tapi dosa jariyah."
“Iya mi, emang mau kakak suruh hapus.”
Umminya percaya sama Anaknya, karna telah membaca komentar Silvi sendiri di foto itu.
“Ya udah, kakak tidur terus, harus giat belajar, tapi harus ada istirahat juga, Ummi keluar dulu.”
“Iya mi,” jawab Silvi.
Silvi mencari nomor whatsapp Syukran dan mengetik pesan.
“Syukran, please hapus foto itu, Ummiku liat marah,” Silvi membuat alasan agar Syukran tidak berdebat dengannya untuk setuju menghapus foto itu.
Masih centang satu, Silvi memilih tidur terus, karna dia seharian belum sempat istirahat.
Ke esokan pagi.
Silvi bangun, dan membuka ponselnya ingin melihat balasan whatsappnya Syukran.
Tingg..
“Aduhh ... okelah kalau kek gitu, walaupun dengan berat jari, karna foto ini sangat perfect,” Balasan pesan dari Syukran.
__ADS_1
Silvi langsung membuka facebooknya, postingan itu udah gak ada lagi, pemberitahuan komentarnya pun udah tidak ada lagi.
Silvi bersyukur, akhirnya Syukran menghapus postingannya.