Surat Izin Berjodoh

Surat Izin Berjodoh
Bab 50 : Meminta Bantu Pada Silvi


__ADS_3

Assalamu'alaikum pembaca setia Novel "Surat Izin Berjodoh" ini adalah bab baru setelah kemarin sempat revisi. Hari ini mulai nulis lagi dengan semangat baru, untuk author tercinta, yang mau aku feedback tinggalin jejak ya, insyaallah akan aku masuin ke favorit novel kalian, biar kita saling mendukung. 😍 Sampai disini dulu ya. 😉 Bismillahirrahmanirrahim, kita lanjut lagi novelnya.


“Boleh, kamu lanjutkan di sana tapi tanya dulu Berapa uang mukanya sekaligus uang perbulannya, apa kita sanggup, sekalian tanya juga berapa uang kos dalam setahun, kamu punya kenalan di sana?” tanya Ayahnya Yasser.


“Ada Yah, nanti coba saya tanyakan ya,”


"Bukannya anak si Selli juga dijakarta Mah ya?" Ayahnya bertanya pada Mamanya Yasser.


"Iya, dia dari SMA kan udah lanjut disana," jawab Mamanya.


"Kamu kan teman satu sekolah dulu sama Silvi, coba tanyakan sama Silvi, siapa tau dia bisa bantu." Ayahnya berkata pada Yasser.


"Iya Yah," jawab Yasser singkat, andai mereka tau, kenalan yang Yasser maksud juga Silvi. Tapi sampai detik ini Yasser menutup rapat perihal hubungan mereka.


“Iya Coba tanya dulu, kalau memang biayanya masih bisa Ayah jangkau, Ayah bisa berusaha tapi kalau memang biayanya diluar kemampuan Ayah sama Ibu, ya kami tidak bisa berbuat banyak, kecuali kalau kamu disana ada keinginan untuk bekerja Sambil kuliah boleh-boleh saja kamu melanjutkan disana,” ucap Ayahnya.


“Iya Yah, rencana Yasser juga begitu, kuliah sambilan kerja, Yasser ingin bekerja supaya Yasser banyak pengalaman.” jawab Yasser.

__ADS_1


“Iya coba tanyakan dulu, kalau ada rezeki kita, pasti ada jalannya.” jawab Mamanya.


Iya, Yasser ingin melanjutkan kuliah di Universitas Jakarta. Tujuan utamanya untuk kuliah disana supaya dia bisa lebih dekat dengan Silvi. Sudah lama dia memendam rindu yang tak bermuara selama ini.


... ...


“Ayah, ini totalan untuk biaya perbulannya itu sudah termasuk uang kos,” ucap Yasser sambil memberikan secarik kertas untuk Ayahnya.


“Kalau segini Insya Allah Ayah masih sanggup, nanti kita lebih berusaha lagi, supaya kamu bisa menyelesaikan kuliah kamu dengan baik dan tidak usah bekerja, biar kamu bisa fokus sama kuliah.”


“Kapan kamu akan mendaftar?” tanya ayahnya lagi.


“Ya udah Ayah cuma berdoa Semoga kamu sukses.”


“Amin ... makasih Ayah.”


Orang tua Yasser merasa mampu untuk membiayai kuliah Yasser di Jakarta.

__ADS_1


Usaha ibunya Yasir sudah mulai meningkatkan, Begitu juga dengan hasil perkebunan mereka yang dikelola oleh ayahnya Yasir dan pekerja harian yang diminta untuk membantu pekerjaannya.


... ...


"Gimana? Ayah sanggup?" tanya Silvi saat Yasser kembali menghubungi dia.


"Alhamdulillah, Ayah menyanggupinya, Ayah bahkan berharap aku hanya fokus sama kuliah aku, tidak bekerja disana, tapi nanti kita liat dulu gimana baiknya."


"Iya, Kita mendaftar dulu, nanti kamu foto ya piagam penghargaan apa saja yang pernah kamu dapatkan, mungkin aku bisa tunjuin itu secara pribadi biar dimudahkan untuk lewat."


"Iya, nanti aku kirim foto ya."


"Iya, ya udah dulu ya, aku ada tugas les yang belum selesai,"


"Masih ikut les?"


"Masih, malah ini udah ganti lagi gurunya, aku ingin jadi mahisiswa terbaik nanti,"

__ADS_1


"Amiinn." Yasser mengamini harapan Silvi. Melihat semangat Silvi yang luar biasa, perasaan Yasser makin menggebu-gebu ingin segera bertemu dengan Silvi.


__ADS_2