
Silvi masuk ke kamar dengan perasaan hampa. Dia mengambil ponselnya dan mengetik pesan untuk Vera.
“Ver, aku disuruh lanjut sekolah di jakarta sama Abi.” Silvi telah selesai mengetik, tapi dia ragu untuk mengirim pesan itu, Silvi takut Vera teman dekatnya kecewa. Akhirnya Silvi menghapus lagi pesannya, dan memilih untuk tidur agar hatinya lebih tenang.
Ke esokan harinya.
“Silvi, kapan kita balikin formulirnya?” pesan wa dari Vera untuk Silvi.
“Kamu kembaliin duluan aja Ver, aku kata Abi, biar Abi aja yang kembaliinnya,” Balas Silvi berusaha mencari alasan.
2 hari lagi Silvi akan berangkat ke Jakarta.
“Ver, jumpa yok, jalan-jalan kita, sambil makan bakso, dimana ada bakso yang enak?” Silvi mengirim pesan wa untuk Vera.
“Tumbenan ajak jumpa, udah kangen kali ya?😍” balas Vera.
“Iya,😑” balas Silvi singkat, biar Vera tidak tambah ngelantur chatnya.
"Tenang, kalau untuk rasa bakso yang enak, aku tau tempatnya 😉."
"Ya udah, jalan sekarang yok."
"Oke👍."
__ADS_1
Tidak lama setelahnya, Vera datang.
“Halo Vi, aku udah di depan rumah qe ini, qe keluar aja ya, kalau aku masuk nanti disuruh minum lagi sama Ummi qe, gak minum gak enak, kalau minum gak jadi jalan-jalan kita,” Vera yang sedang menelpon Silvi berkata sambil tertawa.
“Iya iya, aku tau, qe kan emang paling anti duduk sama orang dewasa, takut banyak di kasih petuah,” Silvi menjawab perkataan temannya sambil memasukkan tissu ke dalam tas samping nya.
“Hahaha ... ya udah cepat, nanti keburu malam,” sahut Vera sambil mematikan telpon mereka.
“Ummi, Kakak izin keluar bentar mi ya sama Vera,” Silvi berkata pada Umminya yang sedang mempacking orderan jilbab.
“Boleh, oya adek pergi kemana tadi?”
“Ke rumah temannya, rumah Miswar katanya mi.”
“Gak usah lagi mi, karna mau jalan-jalan sambil cari jajan juga,”
“Ya udah, hati-hati di jalan ya.”
“Iya mi,” Sambil mencium tangan Umminya, dan keluar menemui Vera.
“Ver, aku boncengin ya?” berkata Silvi.
“Emang qe bisa bawa motor?” tanya Vera ragu.
__ADS_1
“Bisa dikit-dikit, yang penting kamu duduk santai di belakang, tapi aku bawanya sampai ujung gang aja ya, nanti nyebrang jalan besar kamu aja ya 😁,” Silvi menjawab dengan cengengesan.
“Heumm, giliran bagian susah lempar ke sini😏,” Vera berkata sambil memancungkan bibirnya ke atas. Silvi pun tertawa.
“Ya udah yok, Bismillahir rahmanir rahim,” Ucap Silvi sambil menstarter motor.
Mereka pun pergi bersama di bonceng Silvi. Dan berhenti di pinggir jalan besar tukaran posisi duduk.
Mereka melajukan motor ke arah jalan sepi, mereka memilih pergi ke laut, dan mencari tempat yang menyediakan Bakso.
Sesampainya disana mereka memilih tempat duduk yang pas yang menghadap ke laut, dan memesan pesanan mereka.
"Di sini lumayan enak bakso nya, pemandangannya juga bagus," Vera berkata pada Silvi, Silvi hanya mengangguk sambil menikmati pemandangan yang emang bagus.
... ...
“Vera, aku mau bicara sesuatu?” Silvi membuka obrolan dengan wajah ditekuk.
“Mau bicara apa Vi?” Vera bertanya dengan sungguh-sungguh dengan menghadap Silvi.
“Kita akan sahabatan selamanya kan?”
“Ya iya lah, ya walaupun mungkin nanti di SMA kita gak satu lokal lagi, tapi kita kan bisa jumpa waktu istirahat,” Vera meyakinkan.
__ADS_1