Surat Izin Berjodoh

Surat Izin Berjodoh
Bab 17 : Keseruan Mereka


__ADS_3

“Gimana?, udah siap semua?” bu Rosma bertanya pada mereka.


“Siap bu.”


“Yang bawa tikar tunjuk tangan?”


Mereka menunjuk tangan, dan bu Rosma menghitung mereka, pas 10.


"Ya udah tolong bawa masuin barang-barang itu sebentar," bu Rosma menunjukkan tumpukan barang yang harus di bawa.


"Bu, kenapa bawa arang bu, kan kita kehutan, banyak kayu bakar disana," Doni bertanya pada bu Rosma.


"Kamu, macam rajin kali nanti cari kayu bakar, bukannya bersyukur!" bu Rosma menjawab dengan cepat.


lagi-lagi Doni mati gaya di buat sama bu Rosma.


“kita langsung berangkat ya, biar gak kesiangan,” perintah Bu Rosma.


"Iya bu," jawab mereka serentak.


Mereka naik ke bus dengan tertib, dan dihitung satu persatu oleh bu Rosma dan pak Anwar. Mereka semua 35 orang.


Di tambah guru untuk penjaga, buk Maya.


Pak Anwar duduk di dalam bus laki-laki, Bu Rosma dan Bu maya di dalam bus perempuan.


Mereka berangkat jam 7 pagi, karna perjalan jauh.


Di dalam bus, mereka saling bernyanyi bersama, berselfie, dan mengobrol.


Satu jam lebih di perjalanan mereka baru sampai, itu pun harus berjalan kaki lagi untuk mencapai lokasi, karna tidak bisa masuk bus.


Rombongan lelaki berjalan di depan.


"Tolong yang merasa laki-laki bawa barang ini," bu Rosma berkata menyindir pada mereka, mereka pun rebutan untuk bisa membawa sesuatu, biar tidak di ejek merasa dirinya wanita.


mereka membawa barang-barang yang sudah di siapkan gurunya untuk makan siang, kemudian di susul perempuan di belakang mereka yang hanya membawa tas mereka masing-masing.


Jalan yang mereka lalui jalan setapak, tapi jalannya terawat, karna sering dipakai orang untuk berwisata ke sana.


30 menit kemudian mereka sampai disana.


Rasa lelah mereka di bayar tuntas dengan pemandangan sejuk air terjun, dan sungai yang jernih.


Tidak banyak orang disana, karna mereka memilih datang bukan hari minggu. biar bisa bebas mandi dan bakar-bakaran.


Setelah meletakkan tas mereka, dan membentangkan tikar dengan rapi, mereka yang laki langsung membuka baju dan mengganti dengan kaos ataupun singlet, untuk celana sebagian mereka sudah memakai celana ponggol di dalam, tanpa menunggu lama mereka langsung menceburkan diri ke dalam air yang sejuk.

__ADS_1


Sebagian memilih untuk mengganti baju dulu di tempat yang telah di sediakan petugas dengan membayar 2 ribu rupiah.


“Jangan mandi jauh-jauh ya, dan batas kalian sampai disana, disitu untuk wanita,” Pak Anwar memberi peringatan pada murid laki-laki yang di pantaunya sambil duduk mengobrol bersama 2 supir bus.


Sedangkan siswi perempuan, mereka harus mengantri lama untuk mengganti baju, untuk mempercepat, mereka terpaksa masuk 2 orang ke dalam penutup, bahkan ada yang masuk 3 orang sekaligus.


Siswi yang sudah mengganti baju langsung ke sungai bersama teman-temannya.


Bu Rosma dan bu Maya menyiapkan peralatan untuk membakar ayam dan ikan.


Mereka tidak butuh banyak kayu bakar, karna mereka sudah membawa arang dari rumah.


Mereka berdua menyiapkan 2 tempat panggangan.


Setelah semua beres, bu Maya dan bu Rosma pun ikut mandi bersama murid perempuan.


2 jam sudah mereka berendam dalam air.


“Yok naik dulu, kita siapkan makan siang dulu,” pak Anwar berkata pada mereka.


Mereka semua naik ke darat, tanpa menggantikan baju, mereka langsung bantu-bantu.


Mereka menyalakan api, dan menyiapkan bumbu alat kecap.


“Doni, gantian manggang, jangan bisanya cuma makan doang qe,” Arya berteriak memanggil Doni yang sedang makan snack.


“Uhuk uhuk ...” Arya terbatuk karna terhirup asap yang dikipasin Doni.


“Sengaja qe Don ya, tunggu pembalasan ku,” kata Arya mengancam sambil bangkit dari tempat duduknya.


Tidak berapa lama Arya kembali dengan daun jati di tangannya.


Arya menggunakan 3 lembar daun jati untuk ngipas asap.


Arya dan Doni beradu mengipas asap.


“uhuk uhuk,” Doni terbatuk, Arya tertawa puas, Doni pun membalasnya lagi sampai Arya terbatuk. Mereka berdua tertawa.


“Eh mereka ini di jadiiin mainan, jangan banyak kali asap, nanti gak enak ayamnya,” bu Maya datang menghentikan aksi berasap mereka.


"Ga papa bu, nanti biar Doni yang makan semua," jawab Arya ngasal.


"Gak kebagian untuk kamu lah, kalau dia yang makan semua." jawab bu Maya lagi.


Akhirnya mereka kembali fokus mengipas, sambil mengucek-ngucek mata mereka perih kena asap.


“Vera, bantu ganti ngipas bentar Vera, mataku udah perih,” Doni memanggil Vera, dan mengganti ngipas, Doni langsung mencuci muka ke sungai.

__ADS_1


“Lidya bantu ganti juga bentar,” Arya pun memanggil temannya untuk menggantikannya ngipas, mata dia juga udah perih.


Satu jam kemudian mereka telah siap memanggang.


“Pilih satu potong satu orang ya, gak usah milih-milih, itu sama semua besarnya, 1 ekor Ayam dibagi 4 potong,” Bu Rosma berkata sambil membuka penutup toples besar berisikan ayam yang mereka bakar tadi.


Mereka menikmati makan siang di pegunungan dengan lauk special ayam bakar hasil buatan sendiri.


“Foto dulu, foto dulu,” Yenni teman kelas mereka yang paling senang mengupload foto makanan pun tak ingin melewati momen ini tanpa foto.


Semua laman sosial media mereka di penuhi foto liburan mereka.


Tak ada yang luput dari jepretan mereka.


Mereka di kawal ketat oleh 3 orang guru dan 2 orang supir.


Supaya laki-laki dan perempuan tak ada yang nyampur.


Setelah makan mereka kembali mandi, yang rajin sholat memilih sholat dulu di tempat alakadar yang disediakan di sana.


“Sholat dulu yuk,” Silvi mengajak Vera untuk sholat.


“Yok, tapi aku lupa bawa sandal,” jawab Vera.


“Ga papa, nanti ganti pakai sandal ku aja,” jawab Silvi.


Yasser pun memilih sholat dulu sebelum kembali ke air untuk mandi.


Setelah selesai sholat mereka membantu cuci peralatan memanggang sama bu Rosma dan siswi yang lain, dan merapikan nya kembali.


... ...


Setelah lelah bermain air, mereka naik ke darat untuk istirahat sebentar. kemudian kembali lagi ke air.


Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore.


“Anak-anak naik semua, kita siap-siap pulang, biar gak terlalu malam sampai di rumah,” bu Rosma memanggil mereka semua.


Mereka naik dan mengganti baju basah mereka.


Merapikan semua bawaan mereka, dan memastikan tidak ada yang tertinggal, termasuk sampah. Semua sampah disuruh kumpul dan dibuangnya ke dalam tong sampah.


Mereka semua kembali ke bus mereka. Jika pergi mereka sangat ribut di dalam bus, tapi sekarang malah melempem semua, karna kelelahan. Bahkan ada yang tertidur.


Mereka semua di antar ke sekolah lagi, ada juga beberapa orang tadi yang sudah turun di jalan, karna melewati jalan rumah mereka.


Mereka langsung pulang kerumah masing-masing. Ada yang memilih naik ojek, becak, ada juga yang di jemput oleh orang tua masing-masing. Silvi di jemput ayahnya sekalian pulang dari kantor. Sedangkan Yasser memilih naik ojek.

__ADS_1


__ADS_2