
“Yasser, kamu istirahat dulu ya di kamar tamu, nanti kita ke kosan kamu bareng Omnya Silvi kalau udah pulang kerja, sekalian belanjain keperluan kamu untuk ngekos.”
“Iya Tante, terima kasih banyak ya.”
“Sama-sama, gak usah sungkan-sungkan, anggap aja keluarga sendiri.”
Yasser merebahkan badannya di kasur empuk ruang tamu itu, tiba-tiba Yasser teringat kalau dia belum mengabari orang tuanya.
Yasser mengeluarkan ponsel dan menghubungi Mamanya.
“Assalamualaikum Ma.”
“Waalaikum salam, kamu udah sampai Nak?” tanya Mamanya yang penuh kelembutan.
“Alhamdulillah Ma, udah, setengah jam yang lalu, sekarang lagi di rumah tantenya Silvi, katanya bentar lagi mereka nunjuin kosan Yasser.”
“Alhamdulillah, salam dari Mama untuk mereka ya, bilang Mama berterima kasih banyak.”
“Baik Ma, Ayah mana Ma?”
“Ayah di kebun, belum pulang,”
“Adek?”
“Sudah Mama suruh antar cucian, yang lain dah pergi main.”
__ADS_1
“Nanti bilang sama Ayah kalau Yasser sudah sampai Ma ya,”
“Iya, pasti Mama bilang.”
Yasser mengakhiri obrolan dengan Mamanya, dan memejamkan mata sambil menunggu waktu Shalat.
... ...
“Yasser, itu Om hafiz sudah pulang,” ucap Silvi yang menghampiri Yasser sedang memperhatikan ikan hias di akuarium.
“Oh iya!” jawab Yasser kaget, karna Silvi muncul tiba-tiba.
Silvi dan Yasser saling bertatapan, sama-sama tersenyum dan langsung menunduk. Silvi langsung menghilangkan rasa groginya supaya Om dan Tantenya tidak salah paham.
“Ini Pa, yang namanya Yasser,” ucap Tantenya Silvi memperkenalkan Yasser pada suaminya.
“Hai Yasser, selamat datang di Jakarta,” ucap Om hafiz sambil bersalaman dengan Yasser.
“Terima kasih banyak Om, dapat salam dari orang tua Yasser di kampung, katanya terima kasih banyak atas kebaikan Om dan Tante.”
Om Hafiz dan Tante Nani tersenyum mendengar ucapan Yasser.
“Wa’alaikum salam, sama-sama.” Ucap Om Hafiz dengan ramah.
“Kita langsung ke kosannya Yasser ya, biar gak kesorean.” ucap Tante Nani.
__ADS_1
“Boleh,” jawab Om Hafiz yang tidak keberatan untuk mengantar Yasser walaupun dia baru pulang kerja.
Mereka langsung menuju mobil, Yasser di suruh duduk di depan dengan Om Hafiz, Silvi dan Tantenya di belakang.
Yasser berbelanja keperluan selama di kos, Om Hafiz membantu banyak biaya untuk membeli keperluan Yasser, sampai-sampai Yasser malu untuk menerimanya, barang yang dipilih juga barang kualitas bagus.
Setelah semua selesai di beli, mereka langsung menuju kos Yasser.
“Nah, ini kosannya Yasser, semoga kamu betah ya, sengaja kita pilih disini, biar kamu lebih dekat pergi ke kampus.” Ucap Tante Nani.
“Ini sudah di bayar setengah tahun ya Mah?” tanya Om Hafiz.
“Iya Pa, jadi gak usah di bayar lagi Yasser ya, nanti nota pelunasan Tante titipin sama Silvi waktu pergi kuliah, lupa Tante bawa.”
“Berapa totalnya Tante?”
“Udah, yang kami bayar gak usah di pikirin, kamu bayar bulan depannya aja.” Jawab Om Hafiz lagi.
“Terima kasih banyak Om, Tante,” ucap Yasser yang merasa sungkan karna mereka sudah banyak membantunya .
“Sama-sama.” Ucap mereka berdua.
“Uek ... uek ...,” Tantenya Silvi tiba-tiba mual.
“Kenapa Tante?” tanya Silvi sambil mengelus pundak tantenya, karna dia yang lebih dekat berdiri dengan Tantenya, dari pada suaminya.
__ADS_1