Surat Izin Berjodoh

Surat Izin Berjodoh
Bab 49 : Pertemuan Bagas dan Zio


__ADS_3

Sampai akhirnya Bagas melihat Silvi sedang bersama Yasser, dan ternyata mereka berdua saling cinta, sedangkan Tristan belum pernah mengatakan cinta pada Silvi dan Tristan juga tidak tahu kalau Silvi punya pacar, karna Silvi selalu sibuk dengan buku-bukunya sehingga dia jarang curhat sama temannya.


Pas hari perpisahan Bagas terkejut melihat Tristan menembak Silvi di acara mereka, Leoni pergi keluar karna cemburu melihat Tristan bernyanyi untuk Silvi, Bagas mengikuti Leoni, dan mendengar percakapan Zio dan teman-temannya.


Rasa benci Zio melihat Tristan menyanyi membuat Zio dan teman-temannya pamit bilang ingin ke toilet, padahal mereka keluar dari ruangan untuk menghindari melihat penampilan Tristan.


Kemudian mereka memilih berbincang dengan teman mereka di halaman belakang gedung, Bagas yang sedang mengikuti Leoni pun tak sengaja mendengar percakapan Zio dan teman-temannya tentang Tristan, dan menawarkan diri bergabung dengan mereka untuk membalas dendam.


Sehingga mereka menyusun rencana dengan matang, Bagas punya keahlian bagian editing foto. Sedangkan Zio dan teman-temannya menyiapkan peralatan untuk aksi mereka.


Rencana mereka berjalan dengan lancar, mereka berhasil membuat musuh mereka merasa malu.


*** ***


Di dalam kamar, Silvi masih termenung memikirkan kejadian tadi siang, Silvi tidak habis pikir kenapa Kak Tristan setega itu menuduh dia, padahal dia tidak pernah mengatakan sama siapapun kalau dia menolak Kak Tristan, tapi Silvi juga bingung kenapa brosur itu bisa ada, siapa yang membuat brosur itu sebenarnya.

__ADS_1


“Ah mumet, kenapa ini semua bisa ketahuan gitu aja, aku gak pernah curhat sama siapa pun, dari mana mereka tau aku punya pacar coba,” Silvi bertanya pada diri sendiri dengan perasaan bingung.


“Aku sudah berusaha supaya Kak Tristan tidak marah dan malu, tapi malah lebih parah,” gumamnya lagi.


“Ya Allah, bagaimana ini?, aku mencoreng image Kak Tristan di sekolah,” Silvi merasa sangat bersalah.


“Aku harus gimana coba, untuk kembaliin nama baik Kak Tristan,” lanjutnya lagi.


Setelah kejadian itu Silvi dan Kak Tristan tidak pernah berkontak lagi, Kak Tristan telah lulus sekolah dan Silvi naik kelas 3.


Silvi kembali fokus dengan sekolahnya, Begitu juga dengan Yasser, Yasser terus mengikuti les matematika.


Karena kegigihan Yasser dalam mengikuti les matematika dia akhirnya terpilih sebagai perwakilan murid yang ikut olimpiade matematika.


Tapi dia gagal di pertarungan Kabupaten dia hanya masuk dalam 5 besar dan tidak bisa melanjutkan untuk tingkat provinsi.

__ADS_1


Akhirnya mereka lulus sekolah.


Silvi memasukkan formulir di Universitas favoritnya dan dia diterima begitu saja karena dia mempunyai piagam keberhasilannya nya di Olimpiade.


Sedangkan Yasser di sekolah dia juga mendapatkan undangan untuk melanjutkan di universitas terbaik di kotanya.


Tapi tak ada satupun undangan dari universitas Ibu Kota yang Yasser inginkan.


Sebelum melangkah lebih jauh, Yasser berdiskusi dengan kedua orang tuanya.


“Ibu, Ayah, Yasser ingin melanjutkan kuliah di ibukota Jakarta,” ucap Yasir pada mereka berdua.


“Kamu udah coba mendaftar?” tanya Ayahnya.


“Belum Yah, Yasser minta izin dulu sama Ayah dan Ibu, kalau Ayah dan Ibu mengizinkan, Yasser akan melanjutkan disana Tetapi kalau ayah tidak mengizinkan maka Yasser akan tetap disini,” jawab Yasser.

__ADS_1


__ADS_2