Surat Izin Berjodoh

Surat Izin Berjodoh
Bab 29 : Olimpiade


__ADS_3

Di tempat yang berbeda, Yasser juga sudah mengikuti rangkaian persyaratan untuk bisa masuk di SMA Kecamatan, dan Dia juga lulus tes untuk masuk disana.


Hari pertama masuk sekolah Yasser.


Sang Kepala sekolah memberi kata selamat datang untuk mereka semua, dan salah satu pembahasan yang terdapat dalam pidato Kepala sekolah menjadi penyemangat Yasser dalam belajar.


“Kita tiap tahun ada olimpiade pelajaran inti dan olahraga, kalian bisa mengikuti salah satunya, kalau kalian menang di olimpiade antar kabupaten, kalian akan dikirim ke jakarta untuk mengikuti olimpiade berikutnya,” Kutipan isi pidato Kepala sekolah.


Mendengar kata-kata Jakarta, semangat Yasser menggebu-gebu.


(“Aku harus berusaha mencari salah satu bakatku yang menonjol, demi bertemu dengan kamu disana,”) Yasser berkata dalam hati dengan dengan penuh semangat.


Hari berganti hari Yasser terus berusaha menggali kemampuannya.


“Ma, Yasser pergi les dulu ya,” Pamit Yasser sama Mamanya.


“Les apa bang hari-hari minggu?” Tanya Mamanya pada Yasser yang udah rapi pagi-pagi, padahal hari minggu.


“Les Matematika Ma,” jawab Yasser singkat.

__ADS_1


Mamanya tidak bertanya lagi, Mamanya hanya mengikuti kemauan anaknya, selama itu baik, tidak jadi masalah.


... ...


“Nanti kalian coba kerjakan soal-soal yang udah kakak berikan ini dirumah, jangan lupa, kita les setiap hari minggu,” ucap kakak pengajar les Matematika.


“Iya kak,” jawab mereka semua.


Yasser berinisiatif sendiri mengikuti les itu. Dia menjadi sangat rajin belajar di semua hal.


“Susah kali ya tugas Matematika, X2, Y2, akar ini itu, pusing aku!” Ucap Yasser pada teman-temannya yang lain saat mereka melihat nilai tugas mereka yang dikasih nilai 65 dan yang paling tinggi 80.


Tapi usaha tidak mengkhianati hasil, begitulah pepatah mengatakannya.


Yasser terlihat lebih menonjol Matematika nya di bandingkan teman yang lain di dalam kelas. Sehingga perhatian dari guru pelajaran tersebut pun didapatkannya.


“Yasser, coba kamu ke depan selesaikan soal di papan tulis,” ucap Bu Syaila padanya.


“Baik Bu,” jawabnya.

__ADS_1


“Udah Bu,” Lanjutnya lagi beberapa saat sambil menyerahkan spidol pada Bu Syaila.


“Benar, coba kamu jelasin gimana cara mengerjakannya!” Bu Syaila memerintahkan pada Yasser.


Yasser menjelaskan dengan baik soal yang dikerjakannya pada Bu Syaila dan teman-temannya.


"Gimana, bisa di pahami?" Tanya Bu Syaila pada murid yang lain.


"Bisa Bu," jawab mereka.


Mereka puas dengan penjelasan Yasser yang mudah di pahami.


Yasser berusaha meningkatkan kemampuannya di pelajaran Matematika, tapi pikirannya kadang-kadang menolak, dia harus mengulang-ngulang beberapa kali untuk bisa mendapatkan jawaban yang sama dengan buku jawaban.


“Udah ah, main bola aja dulu, bosan belajar terus-terusan!” Yasser bergumam sendiri karna suntuk kemudian keluar rumah menuju lapangan dengan motornya, udah lama dia tidak pernah lagi kesana, karna selama ini dia hanya sibuk untuk ikut pelajaran tambahan.


Sesampainya disana tidak ada yang main bola kaki, hanya ada pemain basket dan badminton.


Yasser duduk menatap ke mereka yang sedang mempertahankan tim masing-masing, agar tidak jebol oleh serangan lawan.

__ADS_1


“Apa aku fokus di bidang olahraga aja ya?” Yasser bertanya pada dirinya sendiri.


__ADS_2