Surat Izin Berjodoh

Surat Izin Berjodoh
Bab 32 : Harapan Yasser


__ADS_3

“Gapapa, emang kek gitu disana, karna murid-murid pintar semua, yang penting kakak terus usaha, masih ada kesempatan kelas 2 dan 3, kalau kakak bisa masuk olimpiade, nanti kakak tambah mudah untuk lanjut ke universitas,” Tantenya memberi semangat.


“Iya Tante,” jawab Silvi.


“Kalau gak, gimana kalau kita ganti guru les nya, kita ambil les privat dari guru yang lain, karna yang biasanya kan udah ngajar pagi, jadi yang sorenya guru lain lagi, gimana?” tanya Tantenya.


“Boleh itu Tante, sekalian biar gak ngebosanin juga!” jawab Silvi.


Akhirnya Silvi memilih mencari guru les Biologi yang baru, tak butuh waktu lama untuk mereka menemukan guru les terbaik.


Hari pertandingan Yasser antar kabupaten pun dimulai.


Yasser memenangkan olahraga lari. Sedangkan lempar cakram hanya mendapatkan juara 2.


Akhirnya Yasser akan mengikuti perlombaan terakhir yang diikuti oleh perwakilan semua Provinsi di Indonesia yang bertempat di Jakarta.


Yasser ke Jakarta dengan pesawat, ditemani oleh Pak Bahar guru pembimbingnya dan murid-murid dari sekolah lain yang memenangkan cabang olahraga lainnya juga.


Mereka telah sampai di Jakarta, dan menginap di hotel khusus atlet. Besok mereka baru akan melakukan pertandingan.


... ...


(“Aku belum melihatmu disini, tapi entah kenapa, ketika kakiku baru menginjak tanah disini, aku sudah merasa kalau kita sangat dekat,”) Yasser bergumam pada dirinya sendiri sambil melihat keluar jendela.


Kalimat itu ... Iya untuk siapa lagi kalau bukan untuk Silvi yang selama ini di kejarnya.


Yasser mengambil ponsel, membuka kontak wa. Di pilihnya kontak yang bernama Silvia.

__ADS_1


Yasser mengetik pesan.


“Assalamu’alaikum,” Yasser mengirim pesan untuk Silvi, dia berharap Silvi belum tidur, karna masih jam 9.


Ting ...


Notif wa Silvi membuyarkan konsentrasi belajar Silvi. Silvi meraih ponselnya dan membuka kunci layar.


(“Pesan dari Yasser, tumbenan dia wa aku,”) Silvi berkata dalam hati dan membaca pesan Yasser.


“Wa’alaikum salam wr wb,” balas Silvi.


“Apa kabar?” tanya Yasser datar.


“Alhamdulillah baik, kamu?”


“🙂,” Silvi membalas emot smile juga.


“Boleh tau qe sekolah di SMA berapa?” balas Yasser lagi.


“Boleh, di SMAN 1 Jakarta.”


“Ooo ... selamat belajar ya, semoga sukses,” Yasser mengakhiri obrolannya dengan Silvi tanpa basa-basi yang lain.


“Iya, makasih 😊,” balas Silvi.


Silvi masih sangat berharap bisa chat lama-lama dengan Yasser, tapi dia malu untuk memulainya.

__ADS_1


Sedangkan Yasser, dia tidak terlalu ingin meng chat Silvi lama-lama. Dia takut, kalau Silvi akan risih dengannya.


Ke esokan harinya.


“Yasser, bersiap-siap terus ya, kita akan naik bis menuju tempat pertandingan!” ucap Pak Bahar.


“Baik pak,” jawab Yasser.


Mereka bersiap-siap dan menikmati sarapan yang telah di sediakan oleh panitia perlombaan.


Mereka langsung menuju tempat pertandingan.


Iseng-iseng Yasser membuka google maps dan mencari lokasi SMAN 1 Jakarta.


(“Jadi letaknya di jalan yang searah sama bus ini berjalan?”) Yasser bertanya dalam hati.


Dia mengamati setiap bangunan yang lewat, dengan membaca semua pamplet yang mereka lewati.


Akhirnya Yasser membaca tulisan di tembok "SMAN 1 JAKARTA".


Mereka melewati bangunan sekolah yang dicari Yasser.


(“Jadi di sini tempatnya?” ) Yasser bertanya lagi pada dirinya sendiri.


Tak berpa lama, bus pun berhenti tidak jauh dari sekolah.


Mereka pun turun dari bus, dan masuk ke dalam stadion tempat pelaksanaan pertandingan.

__ADS_1


__ADS_2