Surat Izin Berjodoh

Surat Izin Berjodoh
Bab 28 : Masuk SMA


__ADS_3

“Gak ngerepotin Tante?” Tanya Silvi.


“Gak lah, kan udah jadi kewajiban Tante.”


Mereka masuk ke mobil dan menuju sekolah. Sesampainya di sekolah, mereka langsung menyerahkan formulir. Nilai rata-rata Silvi mencukupi untuk bisa masuk di SMAN 1 JAKARTA. Tinggal mengikuti tes dan menunggu pengumuman lulus tes.


3 hari setelah mengembalikan formulir, Silvi mengikuti tes, ada sekitar 800 siswa yang mengikuti tes, tesnya sangat ketat pengawasan. Mereka benar-benar di seleksi hanya murid yang bisa menjawab soal tes yang akan lewat.


Sama seperti murid lain, Silvi juga keluar keringat dingin ketika mengikuti tes.


Jam 3 mereka baru selesai mengikuti tes. Silvi pergi ke ruang penitipan tas untuk mengambil tas nya, karna tidak dikasih izin membawa masuk tas ataupun ponsel mereka.


“Pak ambil tas atas nama Silvia Labiqa Raisya.” Ucap Silvi pada petugas.


“Ambil aja yang mana tas kamu,” Jawab petugas tersebut.


Silvi mengambil tas nya sendiri, dan mengambil ponselnya.


“Halo Assalamu’alaikum Tante, Silvi udah selesai ikut tes,” Silvi berbicara melalui telpon dengan Tantenya.


Tak berapa lama Tantenya Silvi pun datang untuk menjemput Silvi.

__ADS_1


“Gimana Kak tes nya? Ada susah-susah soalnya?” Tante Nani bertanya pada Silvi.


“Soalnya sih gak terlalu susah Tante, tapi pengawasannya ketat, seperti ketat pengawasan ikut UN,” Jawab Silvi ketika sudah masuk ke dalam mobil.


“Iya, karna disini harus orang pintar-pintar semua, semoga kamu nanti lewat Kak ya.”


“Amiinn,” ucap Silvi.


Mereka melajukan mobil dan langsung pulang ke rumah. Silvi yang sudah letih menjawab soal tes di sekolah pun langsung masuk ke kamar beristirahat.


Seminggu kemudian.


“Kak Silvi! ... kak Silvi! ...” Tante Nani pagi-pagi heboh memanggil Silvi yang sedang bersantai di depan kolam renang.


“Kakak lewat tes!!!” Tante Nani berkata dengan girang.


“Dari mana Tante tau? Kan kita belum ke sekolah,” Tanya Silvi yang belum menunjukkan wajah girangnya.


“Ini, liat ini, Silvia Labiqa Raisya, dengan nilai kelulusan di angka 198 dari total 500,” Tantenya menunjukkan berita yang ada di ponsel miliknya.


“Alhamdulillah,” Silvi mengucap Syukur, dan mereka ber 2 berpelukan.

__ADS_1


“Kita telpon Ummi ya, kasih tau kabar baik ini,” Dengan semangat Tante Nani mencari kontak bernama Kakakku.


Tuuttt ... tuuttt ....


Tante Nani menelpon Kakaknya dengan video call.


“Assalamu’alaikum Kak.”


“Wa’alaikum salam,” Suara jawaban Umminya Silvi yang terdengar karna ter louspeaker telponnya.


“Kak, Silvi, lewat Kak!”


“Apa! Lewat?” Tanyanya lagi untuk memastikan apa Umminya Silvi gak salah dengar.


“Iya kak lewat, bahkan Silvi masuk dalam 200 besar dari 500 siswa, kemungkinan bisa dapat kelas IPA, cocok sama cita-cita Silvi yang kepengen jadi Dokter,” Ucap Tantenya dengan menggebu-gebu.


“Alhamdulillah ya Allah, selamat Kakak ya,” ucap Umminya dengan air mata haru bahagia.


“Iya Ummi, makasih banyak Ummi ya, karna udah doain Kakak,” Jawab Silvi yang tidak bisa menahan air matanya karna melihat wajah Umminya yang menangis bahagia.


“Iya kakak sayang, pokoknya kakak harus rajin belajar, jangan sia-sia kan kesempatan nak ya. Insyaallah kakak bisa sukses.”

__ADS_1


“Iya Mi, amiin.”


Mereka melanjutkan obrolan mereka untuk melepaskan rindu mereka, Abinya Silvi sudah berangkat kerja, jadi Silvi hanya mengobrol dengan Ummi dan Ghiffari.


__ADS_2