Surat Izin Berjodoh

Surat Izin Berjodoh
Bab 46 : Sasaran


__ADS_3

“Akhirnya selesai juga,” Bagas menatap puas pada hasil kerjanya sambil tersenyum penuh makna.


Bagas mengeluarkan ponsel dan mengetik sesuatu di ponselnya. Tidak berapa lama setelah mengetik, ponsel bagas berbunyi.


“Halo Bagas,” suara penelpon dari ponsel.


“Iya bos,”


“Gimana, udah beres semua?”


“Siap bos, sudah dikerjakan seperti yang bos inginkan,”


“Kamu print yang banyak ya, biar tau rasa anak itu, sama kita pun dia cari lawan!”


“Oke, siap bos,” jawab Bagas.


“Atur strategi, kapan waktu yang tepat kita nyebarin itu brosur,”


“Gimana kalau kita jumpa didekat tempat sasaran nanti malam?, sekalian ajak yang lain juga,”


“Boleh, kamu atur terus semua, nanti kabarin aku jam berapa kita jumpa,”


“Oke bos,”


Mereka mengakhiri obrolan mereka. Bagas mulai ngeprint brosur itu lebih dari seratus lembar lagi sambil tersenyum licik.

__ADS_1


“Pan, nanti jam 9 malam kita jumpa di cafe sanja ya, di ajak sama bos,” ucap Bagas pada panji temannya lewat telpon.


“Oke,”


“Sekalian kamu telpon yang lain ya, aku lagi nyelesain print ini 100 lembar lagi.”


“Siap!”


Bagas lanjut ngeprint seratus brosur itu sampai selesai.


____


Jam 9 malam.


“Gimana?, udah kumpul semua?” tanya salah satu dari mereka.


“Ya udah, yok kita langsung masuk ke sekolah, hati-hati jangan sampai ada yang ketahuan.” Ucap lelaki yang mereka sebut bos.


Mereka pun menyelinap masuk kesekolah lewat belakang, tanpa diketahui penjaga sekolah.


Mereka mulai beraksi dengan menempel brosur itu di beberapa titik, dan mengatur srategi untuk bisa menghamburkan brosur itu tepat diatas kepala orang sasaran mereka, tanpa diketahui siapa dalang dibalik ulah itu semua.


“Gimana, udah selesai semua kan?” tanya Bos mereka.


“udah bos, tinggal tunggu waktu untuk beraksi besok, dan melihat kehancuran dia,” jawab Bagas disambut tawa teman-temannya.

__ADS_1


Setelah selesai menyiapkan rencana mereka semua, mereka langsung keluar dari pekarangan sekolah dengan hati-hati agar tidak ketahuan.


Ke esokan paginya.


Kak Tristan bersiap-siap untuk ke sekolah melihat pengumuman ke lulusan.


Sesampainya di sekolah, sudah banyak teman-teman Kak Tristan hadir disana, Kak Tristan berjalan seperti biasa menuju mading.


“Sakit ya, cewek yang kita tembak ternyata lebih memilih cowok lain,” berkata salah satu teman sekolah Kak Tristan.


“Iya, sayang ya, dimainin,” ucap yang lainnya.


Kak Tristan yang tidak merasa perkataan mereka itu ditujukan untuknya langsung melanjutkan langkahnya menuju mading.


Tiba-tiba ...


“Sreett ....” Suara di atas kepala Kak Tristan, dan berhamburan banyak kertas dari atas membuat Kak Tristan menghentikan langkahnya.


Teman-teman Kak Tristan yang lain ikut mengambil dan membaca isi kertas itu, termasuk Kak Tristan.


“Penembakan yang sangat romantis, tapi berakhir dengan penolakan yang dramatis, karna yang ditembak ternyata pacar orang!, Wkwkwk.” Tulisan di kertas tersebut dengan foto Kak Tristan yang sedang menyanyi di acara perpisahan mereka, tapi sudah di edit dengan muka yang terlihat sangat memilukan, ditambah dengan caption “Kalian jaga ya pacar kalian, Karna aku pencinta wanita milik orang lain,”


Teman-teman Kak Tristan menertawakan nasib Kak Tristan yang sial.


Darah Kak Tristan mendidih panas, Kak Tristan meremas kasar kertas tersebut. Dan pergi keluar melajukan mobil secepat kilat.

__ADS_1


Ridwan dan Haikal teman dekat Kak Tristan yang baru sampai disekolah memanggil-manggil Kak Tristan, tapi tak di gubrisnya.


__ADS_2