Surat Izin Berjodoh

Surat Izin Berjodoh
Bab 23 : Obrolan Grup


__ADS_3

“Jadi kapan siap itu foto?, secara aku lusa udah pergi, perginya pagi-pagi, karna jadwal pesawat,” Tanya Silvi.


“Tenang aja, kalau gak siap besok kita kirim lewat ekspedisi aja ke alamat qe di jakarta, Tapi kek nya siap besok, aku suruh kerjain cepat sama mamang di samping rumah nanti,” jawab Vera, karna toko cetak Foto dekat dengan rumahnya.


Setelah puas mengobrol segala hal, dan berselfi dengan semua gaya, mereka pun pulang. Vera mengantar Silvi sampai di gerbang dan langsung pulang, karna udah mau magreb.


“Kalian tau gak, Silvi disuruh lanjut SMA ke Jakarta sama Abinya 😭."


Vera mengirim pesan ke grup wa SMP dengan emot nangis.


“Kok bisa, jangan lah, sambung disini aja,😔” Balas Lukman.


“Jauh kali Silvi, gak ketemu sama kita lagi lah ya,” Balas Eva.


Ada banyak lagi kekecewaan dan kesedihan memenuhi pesan di grup kepada Silvi.


“Aku gak bisa bantah, semua keputusan Abi😢,” Silvi membalas pesan mereka di grup.


Mereka pun tidak bisa berkata banyak, hanya doa-doa kesuksesan yang mereka ucapkan untuk perjalanan Silvi.


Silvi pun berdoa balik untuk mereka.


grup menjadi hening beberapa saat.


Kemudian.

__ADS_1


Ting ... ada wa masuk lagi.


“Sedih kita Man kan Silvi gak lanjut disini,” Syukran menandai pesan Lukman yang diatas.


“Aduh, ada yang patah, tapi bukan tulang,” Arya pun ikutan mencandai Lukman.


“Sabar Man, kalau jodoh gak akan kemana💪,” Doni juga ikut berceloteh.


Teman-teman yang lain pun ikut menggoda Silvi dan Lukman. Tapi mereka berdua tak muncul lagi dalam grup.


“Ibu bos dan Pak bos gak mau muncul lagi,” balas Lidya.


“Iya ni, kemana ya mereka? Mungkin dah tidur kali ya,” balas Yenni.


Yasser yang hanya membaca percakapan mereka akhirnya memberanikan diri bertanya juga.


“2 hari lagi, insyaallah,” Silvi menjawab sendiri pertanyaan Yasser.


Seketika penghuni grup pun riuh kembali karna ngerasa cepat kali keberangkatan Silvi, beragam pesan mereka kirim kan ke grup karna akan ditinggal menuntut ilmu sama teman terbaik di lokal mereka.


Yasser tidak berkutik lagi, dia merasa ciut mendengar itu semua.


2 hari kemudian.


“Assalamu’alaikum.” Suara salam dari luar rumah Silvi.

__ADS_1


“Wa’alaikum salam wr wb.” Umminya Silvi membuka pintu.


“Oh Vera, masuk, tante panggilin Silvi dulu ya,” ucap Umminya Silvi.


“Iya tante.”


“Kak ada Vera di luar,” Ummi berkata pada Silvi yang sedang bersantai di depan TV.


Silvi bangkit dari duduknya dan menemui Vera.


“Hai Ver, ada apa?” tanya Silvi.


“Mau kasih ini,” Vera memberikan gulungan pas foto berukuran besar, Silvi membuka foto itu, disitu terlihat banyak foto kebersamaan mereka yang di atur rapi dan di tambahi tulisan Best Friend forever.


“Wow,” Silvi takjub sama kesungguhan Vera untuk mencuci foto kebersamaan mereka.


“Makasih banyak ya, qe emang best friend aku,” Silvi berkata sambil memeluk Vera dengan mata berkaca-kaca.


“Sama-sama, apasih yang gak buat sahabat aku yang tersayang dan tercinta,” jawab Vera sambil mengedip-ngedipkan mata genit.


Mereka mengobrol banyak sambil bercanda, karna pertemuan terakhir mereka.


Malamnya.


“kak baju kakak udah kakak masuin semua kan?” Umminya Silvi bertanya pada Silvi yang sedang membereskan buku bacaannya.

__ADS_1


“Udah mi.”


__ADS_2