Surat Izin Berjodoh

Surat Izin Berjodoh
Bab 36 : Silvi Cemburu


__ADS_3

Ada banyak kalimat selamat untuk Yasser di dalam grup. Tapi Lukman tidak memunculkan dirinya.


Silvi dan Yasser menutup rapat hubungan mereka, tak ada yang tau selain mereka berdua, mereka juga menjaga komunikasi mereka agar tidak berlebihan.


Silvi melihat-lihat story wa.


Dia membuka story Vera sahabat dekatnya waktu SMP.


“Selamat buat Yasser, semoga makin sukses😍,” disertai foto mereka yang hanya berdua, memang di foto terlihat tidak bersentuhan, tapi wajah Vera sangat dekat dengan wajah Yasser.


Butir-butir kecemburuan menjalar seluruh tubuh Silvi.


Dia men screenshot status Vera, dan langsung mengirim untuk Yasser.


“Baru pun kemaren bilang aku jangan pacaran, lah situ sendiri😡,” Silvi mengirim tulisannya beserta foto screenshotnya untuk Yasser.


Yasser membuka pesan Silvi.


Dia tersenyum.


“Jangan su’uzon,” balasnya singkat.


“😭,” Silvi membalas emot nangis bombai.


“Itu Vera minta foto sama aku berduan, kan disitu juga masih banyak orang lain kok, gak benar-benar berdua kami,” Yasser menjelaskan pada Silvi supaya Silvi tidak salah paham.


“Makasih udah mau jelasin panjang × lebar 😊,” balas Silvi.


“😉,” Yasser membalas kedipan mata untuk Silvi.

__ADS_1


“Semoga kita sama-sama saling menjaga,” Silvi membalasnya lagi.


“Iya Hitam 😊,”


Entah kenapa panggilan itu kini seakan menjadi panggilan paling indah menurut Silvi. Dia tak pernah lagi memprotes di panggil Hitam oleh Yasser.


Mereka pun mengakhiri obrolan mereka.


Ke esokan harinya.


Silvi membuat Story di wa.


“Semangat mengikuti Les, agar bisa lulus dengan nilai mencukupi untuk masuk Universitas favorit💪💪💪,”


“Emang mau masuk kampus mana?” tanya Lukman lewat pesan pribadi.


“Niatnya kedokteran sih, tapi belum tau hasil akhir,” balas Silvi.


“Boleh, pintu gerbang kampus terbuka,” kata Silvi.


“Kalau hatimu?” tanya Lukman.


“Hatiku masih terlalu muda 😁,” sahut Silvi dengan bercanda.


“Kalau masih muda belum boleh dibuka kah?” Lukman bertanya lagi.


“Belum waktunya,” Silvi mencoba memberi jawaban halus untuk menghindari dari kata-kata penolakan cinta yang menyakitkan.


Lukman tak membalasnya lagi.

__ADS_1


Yasser juga tak lupa untuk merespon status wa nya Silvi.


“Emang mau lanjut dimana?”


“Rencana nya di kedokteran, tapi belum tau gimana akhirnya, karna semua ditentukan sama nilai dan prestasi,” balas Silvi.


“Heum ...” balas Yasser singkat.


“Kenapa Cuma heum?”


“Kalau aku mau kita satu kampus kek nya aku gagal lagi,” jawab Yasser.


“Gagal kenapa?, belum juga di coba, kok udah bilang gagal,”


“Ya secara aku gak punya Skill apa-apa, uang juga gak punya,” balas Yasser.


“Ya udah berarti banyakin belajar, biar bisa dapat beasiswa,”


“Emang bisa?”


“Ya bisa lah, tapi harus betul-betul pintar, aku juga lagi les Biologi, ngejar target biar bisa terpilih jadi peserta olimpiade, kalau menang bisa masuk secara mudah dan gratis,” balas Silvi.


“Oa, brarti mulai sekarang harus lebih rajin lagi belajarnya ya, biar bisa ngampus bareng😁,” balas Yasser.


“Iya, kalau memang kamu ada niat nya gitu, gak cukup hanya dengan buka buku sehari 5 menit,” balas Silvi mulai menceramahi Yasser, karna dulu Yasser masih malas-malasan belajar.


"😄." Yasser hanya membalas emot tertawa.


... ...

__ADS_1


Silvi dan Yasser belajar keras untuk mewujudkan mimpi mereka, kini mimpi mereka sama, sama-sama ingin bisa ikut olimpiade untuk bisa masuk ke kampus yang sama.


__ADS_2