Surat Izin Berjodoh

Surat Izin Berjodoh
Bab 31 : Zonk


__ADS_3

Zonk ...


Itulah yang di dapatkan Yasser setelah mendengar pengumuman, tapi dia belum putus asa, olahraga masih belum di pertandingkan, dia akan berusaha supaya menang di salah satu cabang perlombaan.


Ke esokan harinya.


Pak Bahar langsung mempertandingkan cabang olahraga lari. Pertama tanding dengan kawan kelas mereka masing-masing. Yasser menjadi juara pertama di kelasnya, tapi pertandingan belum berakhir, dia harus bisa mengalahkan 20 orang lagi yang menjadi perwakilan dari kelas mereka masing-masing dari kelas 1 sampai kelas 3.


Mereka pun melanjutkan pertandingan untuk menentukan 1 yang terbaik. Dari 20 orang di bagi 2 regu yang beranggota 10 10 orang.


Regu pertama pun siap.


“Bersiap, 3 2 1 lari,” Pak Bahar memberikan aba-aba kepada pengikut lomba lari.


2 orang lari dengan kecepatan sama menuju garis finish.


Kini giliran regu Yasser.


(“Ya Allah, apapun yang engkau beri untuk hamba mu ini, hamba terima dengan lapang dada, tapi jika engkau berkenan ya Allah, hamba ingin menang di perlombaan ini.”) Yasser berdoa dalam hati saat sudah berdiri di garis pertandingan.


“Bersiap, 3 2 1 lari,” ucap Pak Bahar.


Yasser melesat cepat ke depan meninggalkan peserta yang lain. Dengan segala usaha dan do'anya, dia menjadi juara pertama di regu dia.

__ADS_1


Kini dia harus bertanding dengan 2 orang kakak kelasnya sebagai babak akhir.


“Istirahat dulu ya, kalian minum-minum dulu biar tambah tenaga,” Ucap pak Bahar sambil meninggalkan mereka di lapangan.


Mereka pun meninggalkan lapangan, dan menuju kantin, sesuai anjuran pak Bahar.


30 menit kemudian.


Mereka di panggil kembali untuk mengikuti pertandingan lari babak akhir di sekolah mereka.


3 peserta sudah mempersiapkan diri di garis pertandingan.


Yasser kembali berdoa dengan doa yang sama.


“Bersiap, 3 2 1 lari,” Pak Bahar kembali memberikan aba-aba.


(“Ya Allah!, bantu Yasser!”)


Yasser berdoa sambil menambahkan tenaga untuk berlari lebih cepat lagi.


Dan


Pruiiittt ...

__ADS_1


Peluit Pak Bahar berbunyi lama tanda pertandingan telah berakhir.


Yasser unggul satu langkah di depan, dan menjadi perwakilan sekolah untuk lomba lari.


"Selamat Yasser ya, berarti kamu menjadi perwakilan di perlombaan lari," Pak Bahar berkata pada Yasser sambil berjabat tangan. Yasser menunduk hormat dan mencium tangan guru olahraganya itu.


"Terima kasih banyak pak," sahut Yasser.


Tepuk tangan pun meriah dari murid penonton yang menyaksikan perlombaan itu. Terutama dari murid perempuan yang kagum dengan sosok Yasser.


Yasser makin semangat untuk berlatih, dia masih ada waktu sebulan lagi sebelum menuju pertandingan antar kabupaten.


“Yasser kamu ambil cabang olahraga tambahan ya,” perintah Pak Bahar pada Yasser.


“Jangan pak, saya fokus di lari aja,” Yasser berusaha menolak.


“Udah, coba aju dulu yang lain, siapa tau ada bakat lain juga, kalau gak menang di lomba lari masih ada lomba lain,” bujuk Pak Bahar.


“Iya Pak,” jawab Yasser pasrah.


Yasser terpaksa mengikuti perlombaan lain juga. Dan dia memenangkan lempar cakram lagi. Total 2 cabang yang dia ikut perwakilan.


Di tempat yang berbeda.

__ADS_1


“Ada masuk sebagai perwakilan Olimpiade kak?” Tante Nani bertanya pada Silvi.


“Gak ada tante, semua masih di pakai kakak kelas 2 dan 3,” jawab Silvi.


__ADS_2