Surat Izin Berjodoh

Surat Izin Berjodoh
Bab 26 : Suasana Rumah Tante Silvi


__ADS_3

“Emang adek benaran mau tinggal disini?, biar Ummi bilang sama tante.” Tanya Umminya balik.


“Mau, tapi Ummi dan Abi juga tinggal disini.” Jawab Ghiffari.


“Ha ha ha ...” Abi, Ummi dan Silvi tertawa.


“Asik kali kek nya, lagi bahas apa emang?” tante Nani datang sambil membawa minum dan snack.


“Ghiffari katanya mau tinggal disini juga Tante,” Jawab Silvi.


“Gak mau!, gak ada Ghiffari bilang!” Ghiffari membantah cepat perkataan kakaknya.


Mereka pun tertawa kembali.


Mereka menikmati cemilan yang di sediakan Tante Nani, sedangkan tante Nani membawa masuk koper-koper mereka ke dalam kamar yang telah disiapkan untuk mereka.


“Silvi nanti tidur di kamar ini ya, kakak sama abang di kamar sebelah,” Tantenya berkata sambil menunjukkan kamar mereka.


“Malam ini Ummi sama Abi tidur sekamar sama Silvi aja, karna lusa udah pulang,” jawab Silvi.


“Ya gak muat kasur lah kak kita berempat,” jawab Umminya.


“Kita tidur di lantai aja kalau gitu,” sahutnya lagi.

__ADS_1


Tantenya Silvi tertawa mendengar permintaan Silvi.


“Ya udah ga papa, nanti kita bawa masuk kasur satu lagi,” jawab tantenya.


“Tu Mi, tante aja setuju,” berkata Silvi dengan bahagia pada Umminya.


“Assalamu’alaikum,” Suara dari luar pintu.


“Wa’alaikum salam, eh cepat kali pulang Papa,” Tantenya Nani menyambut kepulangan suami nya.


Om Hafiz langsung menyalami mereka semua.


“Iya, Papa sengaja cepat pulang, karna kedatangan tamu special dari jauh.”


“Oo... Ha ha ha.” Mereka pun tertawa kembali.


“Gimana sih orang nanya, bukannya nanya satu-satu,” tante Nani pun menjawab pertanyaan suaminya.


“Ya gimana, udah lama gak jumpa, pasti udah banyak kali cerita ya kan bang?” Om Hafiz mencari pembelaan.


Mereka kembali tertawa.


“Ya Alhamdulillah, abang udah buka cabang sendiri, ada 5 cabang yang udah di buka di kota yang berbeda.” jawab abang iparnya.

__ADS_1


“Alhamdulillah bang ya,” jawab om Hafiz.


Mereka berdua asyik membahas pekerjaan mereka. Sedangkan istri mereka menjadi penyimaknya.


“Ah udah ah, kita kebelakang aja kak yok, bosan di sini dengar pembahasan kerjaan bapak-bapak ini ber 2,” ajak tante Nani sambil bangkit dari kursi.


Mereka pun mengangguk setuju, karna bosan dengar pembahasan lelaki, mereka mengikuti tante Nani dari belakang menuju belakang rumah.


“Wahh ada kolam renang, Mi adek mau berenang lah,” rengek Ghiffari sama Umminya.


“Minta sama tantelah, jangan minta sama Ummi,” jawab Umminya.


“Emang Ghiffari bisa berenang?” tanya tantenya.


“Gak bisa, tapi kan bisa mandi di pinggir-pinggirnya itu,” jawab Ghiffari tak mau mengalah.


“Ya udah bentar lagi kita berenang, siap makan siang, nanti kita suruh beli pelampung bebek dulu sama om Hafiz, biar puas berenangnya,” jawab tantenya.


“Asiiikkk berenang ... berenang,” Ghiffari meloncat-loncat ke girangan.


“Adek suruh buat juga kolam berenang di samping rumah sama Abinya, kan masih ada tanah kosong di sampingnya,” usul tantenya.


“Mana ada tanah kosong tante, udah dibuat gudang jualan Ummi,” jawab Silvi.

__ADS_1


“Oa? Kirain masih jualan kecil-kecilan, ternyata udah mulai stock barang banyak kak ya?" Sahut tante Nani.


“Masih kecil-kecilan juga, tapi udah banyak langganan, jadi stoknya untuk langganan aja dulu, banyakan langganan online sih,” Umminya Silvi menjelaskan.


__ADS_2