Surat Izin Berjodoh

Surat Izin Berjodoh
Bab 11 : Menjenguk Silvi


__ADS_3

“Yok kita liat kakak dulu,” Neneknya berkata sambil menggendong Ghiffari dan mendekati Silvi.


“Cepat sehat cucu nenek,” lanjutnya lagi sambil mencium dahi Silvi.


“Gimana perkembangan nya Silvi kata dokter?” Nenek bertanya pada Umminya Silvi.


“Masih kekurangan cairan ma, Silvinya ada bangun, tadi juga ada makan bubur 3 suap, udah itu dia tidur lagi.” Jawabnya.


“Emang kenapa bisa sampai seperti ini?” tanya kakek.


“Kami juga gak tau pa, sebelum tidur masih sehat-sehat, paginya saya bangunin, udah panas tinggi, langsung kami bawa kerumah sakit.” Jawab umminya Silvi.


“eum, cepat sehat sayang ya, malam ini kakek sama nenek jagain Silvi,” kakeknya berkata lagi sambil mengelus kepala Silvi.


“Kakek sama nenek mau nginap disini?” tanya Umminya Silvi lagi pada mereka.


“iya, malam ini kami aja berdua yang jagain silvi, kalian pulang tidur dirumah dulu, kasian Ghiffari kalau malam ini harus tidur di rumah sakit lagi.” Jawab Nenek.


“Tapi ma, kasian mama sama papa kelelahan,”


“Ga papa, kalau cuma semalam insyaallah kami masih sanggup,” jawab nenek.


“Assalamu’alaikum, lho mama sama papa kapan datang?” Abinya Silvi datang dengan amplop di tangannya kemudian mencium tangan kedua orang tuanya.


“Baru sampe,” jawab kakek.


“Mama sama papa katanya mau nginap disini jagain Silvi bi,” Umminya Silvi berkata pada suaminya.


“Lho lho, nanti mama sama papa capek,” Abinya Silvi membantah tidak setuju.


“Kalau Cuma semalam insyaallah kami masih kuat,” jawab kakek.


“Ga papa mama sama papa aja yang jagain semalam, nanti kalian pulang, biar bisa tidur nyenyak semalam, biar sehat,” Nenek pun menambahi.


“Tapi mama sama papa betul-betul sanggup kan?, jangan nanti di paksain untuk sanggup,” tanya Abi Silvi.


“Sanggup, insyaallah masih kuat kami, lagian kan gak ngapa-ngapain disini, Cuma jagain Silvi aja,” jawab Nenek meyakinkan mereka.


“Ya udah berarti nanti siap-siap magreb kami pulang, kebetulan juga besok harus antar surat keterangan sakit ini kesekolahnya Silvi,” ucap Abinya Silvi.


“Iya boleh,” Jawab nenek.


Ke esokan harinya.


Yasser ke sekolah seperti biasanya. Sesampainya dalam lokal, dipandangi mejanya Silvi yang kosong.


(“Cepat sehat vi, maaf aku belum bisa jenguk,”) Yasser berkata dalam hatinya.


...


Abinya Silvi melajukan mobilnya ke sekolahnya Silvi dengan Ummi dan Ghiffari di sampingnya, mereka memilih bersiap-siap dan sekalian jalan ke rumah sakit lagi.


Mereka sampai disekolah.


“Ummi ikut?” Abi bertanya.

__ADS_1


“ Gak usah bi, kami disini aja.”


“Ya udah Abi masuk dulu ya.”


“iya bi,”


“Assalamu’alaikum,” Abinya Silvi masuk ke kantor Guru.


“Bu mau nanya, wali kelas 3 yang mana ya?” Abinya Silvi bertanya pada Guru yang sedang duduk di meja dekat pintu masuk.


“3 berapa pak?” Tanya guru itu lagi.


“Kalau tidak salah, 3-1, nama siswinya Silvia labiqa Raisya.” Jawab Abinya Silvi.


“Oee Orang tuanya Silvi, iya Silvi gak masuk sekolah udah 2 hari ya, saya mengajar fisika di kelas dia. itu wali kelasnya Silvi," guru tersebut mengarahi telapak tangannya ke arah bu Rosma.


“Bu Rosma,” Guru tersebut memanggil Wali kelasnya Silvi,


“Iya bu Ita,”


“Orang tuanya Silvi mau bicara!” Bu Ita melanjutkannya lagi.


“Kesini terus pak, kita bicara disini,” Bu Rosma mempersilahkan Abinya Silvi duduk di bangku yang telah disiapkan di depan mejanya.


“Gini bu, ini surat keterangan sakit Silvi, udah 2 hari dia masuk rumah sakit, kena DBD, kami masih panik, makanya kami telat teringat untuk mengabari ke sekolah,” Abinya Silvi menjelaskan sambil menyerahkan surat keterangan sakit.


Bu Rosma menerima dan membuka surat itu.


“Sekarang bagaimana keadaan Silvi pak?” tanya bu Rosma.


“Sekarang sama siapa dirumah sakit?”


“Sekarang ada nenek dan kakeknya, mereka ngotot mau jagain semalam aja.”


“oo, insyaallah kalau tidak ada halangan, besok kami sekelas datang menjenguk pak ya, semoga Silvi cepat sehat.”


“Amiinnn, kalau gitu saya pamit dulu bu, mau langsung ke rumah sakit.”


“Baik, pak.”


“Assalamu’alaikum.”


“Wa’alaikum salam wr wb.”


Abinya Silvi keluar, langsung menuju mobil, dan melajukan mobil ke rumah sakit.


“Besok kita jenguk Silvi dirumah sakit, kita naik bus, bawa ongkos 3 ribu per orang, untuk sedekah terserah kalian mau ngumpul berapapun bisa.” Bu Rosma berkata pada siswa-i di kelas nya.



“Horeee ... besok jalan-jalan.” Doni bersorak sambil bertepuk tangan, disusul tawa teman-teman satu kelas melihat tingkah Doni yang seperti anak kecil.


“Kamu, jalan-jalan semangat kali, giliran belajar Matematika, selalu tidur di belakang!” Jawab bu Rosma.


“Uuu uuu haha ...” Teman-teman Doni menertawakannya, Doni yang menutup muka dengan 2 tangannya.

__ADS_1


... ...


“Nek,” Silvi memanggil neneknya dengan pelan.


“Silvi, kakak udah bangun sayang, kenapa, Silvi mau apa?” Nenek dan kakeknya dengan sigap menghampiri Silvi.


“Haus nek.” Silvi berkata pelan.


Kakek langsung mengambil air mineral di dekatnya, membuka, memasukkan sedotan ke dalamnya dan memberikan pada istrinya.


Nenek memberikan minum Silvi dengan sedotan.


“Kakak makan ya, biar cepat sehat.”


Silvi mengangguk lemah.


Neneknya menyuapkan bubur yang sudah di siapkan di rumah sakit. Silvi hanya makan beberapa sendok, kemudian menggeleng lagi.


“Assalamu’alaikum,” Ummi dan Abinya Silvi memberi salam bersamaan.


“Wa’alaikum salam,” kakek dan neneknya Silvi.


“Silvi udah bangun kamu nak?” Umminya Silvi langsung menuju ke tempat tidur Silvi, Silvi menarik ke dua bibirnya berusaha tersenyum.


“Udah, udah makan bubur juga tadi, udah minum,” Neneknya Silvi menjawab pertanyaan menantunya.


“Mama sama papa udah makan?, ada kami bawa nasi dari rumah tadi,” Umminya Silvi mengeluarkan rantang dari plastik.


“Udah, udah makan kami tadi, di beli kakek dari kantin, simpan aja untuk makan siang nanti.”


“Jam berapa mama sama papa pulang?, biar Abang antar aja,” Abinya Silvi bertanya pada orang tuanya.


“Nanti-nanti aja, siap sholat Ashar,” Jawab kakek.


“Ghiffari ikut,” Adiknya Silvi merengek.


“Boleh, adek nginap dirumah nenek aja sampe kakak Silvi keluar dari rumah sakit, disana bisa main-main, kalau disini terkurung terus,” Nenek berkata pada Ghiffari.


“Ummi adek nginap rumah nenek boleh?” Ghiffari bertanya sama Umminya.


“Boleh, asalkan adek gak buat nenek capek,” jawab Umminya Silvi.


“Iya mi, adek janji.”


Ghiffari masih sekolah kelas 1 SD. Mereka sudah mendapatkan izin dari sekolah untuk libur beberapa hari sampai Silvi sehat. Karna gak ada yang antar jemput.


Ke esokan harinya.


“Gi mana sudah siap semua?, biar langsung berangkat kita,” Bu Rosma bertanya pada murid-murid nya.


“Sudah bu,” Jawab mereka serentak.


“Ya udah langsung naik satu-satu, biar ibu hitung kalian.”


Mereka masuk ke dalam bus satu per satu, bu Rosma menghitung jumlah mereka, pas 34. Orang Semua.

__ADS_1


__ADS_2