Surat Izin Berjodoh

Surat Izin Berjodoh
Bab 35 : Kemenangan Yasser


__ADS_3

Mereka pun kembali ke tempat tujuannya masing-masing.


“Jadi itu yang mereka bicarakan, heum, liat aja!” Seseorang keluar dari belakang tembok yang telah mendengarkan semua percakapan Yasser dan Silvi.


Silvi kembali ke lokal dengan perasaan tak menentu, dunia seakan-akan sedang memberikan senyum terbaik untuk Silvi, begitu pun dengan teman-temannya, seakan mereka menyambut kedatangan Silvi dengan bahagia.


Tak jauh berbeda dengan Yasser, mereka berdua sama-sama sedang merasakan menjadi Raja dan Ratu di jagat raya, semua hal yang mereka melihat memberikan kehangatan jatuh cinta yang terbalaskan.


Yasser kembali ke stadion dengan becak barang tadi.


“Ini pak 50 ribu untuk bapak semua,” Yasser menyerahkan uang tadi yang dia kasih untuk ongkos becak yang dinaikinya.


“Terima kasih Dek,” ucap tukang becak.


“Sama-sama pak,”


Dia melangkahkan kaki masuk ke dalam stadion, dan menemui guru pembimbingnya.


“Yasser, kamu langsung sholat zuhur dan makan ya, habis itu langsung ke lapangan. Bapak mau cek nomor ke berapa giliran kamu,” ucap Pak Bahar.


“Baik Pak,” sahut Yasser.

__ADS_1


Yasser bergegas mengambil wudhu dan melaksakan sholat zuhur. Setelah sholat dia berdoa.


“Ya Allah, segala puji bagi engkau yang telah mempertemukan Yasser dengan Silvi, yang telah menghadirkan cinta diantara kami, tuntun cinta kami ke jalan yang baik, jauhkan kami daripada berzina, ampunkan segala dosa syahwat kami, aminnn,” Yasser menyapukan kedua tangan ke wajahnya.


Yasser kembali memfokuskan dirinya pada pertandingan. Walaupun tak dapat di pungkiri, hati Yasser masih merasakan kebahagiaan yang teramat sangat dengan kejadian tadi.


Yasser mengikuti pertandingan dengan sungguh-sungguh. Tak ada rasa lelah yang dirasakannya ketika mengingat senyum dan perkataan Silvi. Dia masih terlena dengan awal yang indah untuk hubungan mereka.


Yasser menjadi pemenang pertama cabang olahraga lari.


“Alhamdulillah Yasser, kamu menjadi penerima medali emas cabang lari,” Pak Bahar menepuk-nepuk pundak Yasser dengan bangga.


Pertandingan telah berakhir, Mereka kembali pulang ke rumah mereka.


Ke esokan harinya. Yasser kembali ke sekolah, dia menjadi pusat perhatian murid-murid perempuan. Semua kagum pada Yasser. Tapi Yasser tetap merendahkan dirinya.


“Yasser, kesini gabunglah,” ajak teman wanita yang beda lokal dengannya.


Yasser bergabung dengan mereka, karna disana juga ada beberapa laki-laki, walaupun sebenarnya Yasser merasa canggung karna di perlalukan baik yang berlebihan.


Medali emas di tukar dengan uang oleh kepala sekolahnya kepada Yasser. Yasser menerima uang tersebut.

__ADS_1


Sesampai dirumahnya.


“Ma, ini uang dari perlombaan Yasser, Yasser menang medali emas, sama pak kepala sekolah ditukar sama uang, medalinya disimpan untuk piagam penghargaan sekolah,” Yasser berkata pada ibunya sambil menyerahkan uangnya untuk Mamanya.


“Kenapa gak abang aja simpan uangnya?” tanya Mamanya.


“Mau ngasih untuk Mama sama Ayah sekali-kali ,” jawab Yasser.


Mamanya terharu mendengar jawab dari Yasser.


Mamanya menerima uang yang di berikan Yasser, uang itu langsung di masukkan ke dalam buku rekening mereka, karna selama ini mereka sudah tercukupi dengan hasil laundry dan kebun.


Ting ...


Pesan wa masuk di ponsel Silvi.


Dia membukanya, pesan wa grup SMPnya. Vera mengirim foto Yasser yang sedang menggunakan kalung medali emas. Ada banyak foto yang Vera kirim ke grup, mereka berfoto rame.


“Selamat Yasser ya,” Silvi mengirim balasan untuk foto yang dikirim Vera.


“Makasih.” Balas Yasser.

__ADS_1


__ADS_2