
"Eh, aku dapat rumah?" tanya Alfazro tercengang.
Alfazro memberhentikan motornya di pinggir jalan.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Alfazro melihat di systemnya dan melihat gambar rumahnya dari teknologi hologram. Gambar rumah itu berputar-putar.
Alfazro juga melihat di mana alamat rumah miliknya tersebut.
[Jalan Kemangi nomor 20]
"Oke! Aku akan ke sana untuk mengeceknya langsung," ucap Alfazro.
Alfazro kembali melajukan motornya untuk menuju rumah barunya tersebut.
Jam sudah menunjukkan pukul 03:20 menit. Perjalan yang memakan 20 menit itu akhirnya Alfazro pun sampai.
"Hm di mana ya rumahnya?" tanya Alfazro memelankan motornya untuk mencari rumah yang sama persis dengan yang ada di gambar hologram.
Tak lama kemudian, Alfazro pun menemukan sebuah rumah mewah, rumahnya sama dengan di gambar dan nomor 20.
__ADS_1
"Ini beneran rumah aku?" tanya Alfazro terbelalak tak percaya. Sebelumya ia sungguh tidak pernah bermimpi mendapatkan rumah semewah ini, akan tetapi rumah mewah itu ada di hadapannya.
Alfazro menggeret motornya masuk ke halaman rumah mewah itu. Ia pun berdiri di hadapan pintu besar yang berwarna keemasan tersebut.
Terlihat di samping ada lampu berwarna merah yang berkedip.
[Letakkan telapak tangan Anda di cahaya itu, maka pintu akan terbuka]
Alfazro meletakan telapak tangannya di lampu merah yang berkedip itu.
[Terdeteksi, Silakan masuk]
Pintu pun perlahan-lahan bergeser ke kiri dan kanan dan pintu itu terbuka lebar.
Sofa sultan dengan panjang 1,5 meter ada 6 buah yang tersusun rapi di ruang tamu besar tersebut.
Lukisan dari pelukis terkenal terpajang di dinding dengan makna yang mendalam.
Lemari hiasan kaca yang di dalamnya ada tropi emas yang terpajang indah. Di samping juga ada pohon kecil sebagai pengantin oksigen.
Akuarium sebenar 2x2 meter persegi dengan ikan-ikan yang indah berenang di dalam air beserta lampu warna-warni di dalamnya.
Sebuah layar lebar di hadapan sofa yang berukuran besar dan di atasnya ada lampu kristal besar.
__ADS_1
Alfazro juga berjalan lagi dan masuk ke dalam kamarnya. Ia sangat terkejut karena di dalam kamarnya ada ranjang besar, di sampingnya ada lemari yang di dalamnya sudah ada baju. Di lemari selanjutnya ada berbagai sepatu. Lemari selanjutnya ada jam tangan dan aksesoris lainnya.
"Waw! Ini sangat luar biasa, rasanya nggak menyangka jika ini adalah rumah ku," ucap Alfazro menggeleng kepala.
"Hm … Aku tidur di sini dulu deh, besok pagi baru bawa barang-barang ku ke sini," ucap Alfazro.
Karena tubuhnya gatal-gatal, Alfazro pun masuk ke dalam kamar mandi dan mandi dengan air hangat, setelahnya ia pun berganti pakaian lalu merebahkan tubuhnya, ia juga sangat mengantuk karena jam sudah menunjukkan pukul 04:10 menit.
***
Tik tak!
Tik tak!
Tik tak!
Terdengar suara jam dinding yang besarnya satu meter itu berdetik.
Alfazro mengucek matanya dan melihat ke jam.
"Astaga!! Aku terlambat sekolah!" teriak Alfazro terbelalak. Jam sudah menunjukkan pukul 13:20 menit.
"Haishhhh, ini mungkin karena aku kelelahan kali, tapi tidak masalah, apa yang aku dapatkan bukan hanya sekedar mimpi," ucap Alfazro tersenyum melihat sekeliling kamarnya.
__ADS_1
"Oh iya, aku mau ambil barang-barang ku dulu," ucap Alfazro turun dari ranjangnya dan menuju kamar mandi.