
Alfazro mengambil surat-surat mobilnya dan memperlihatkan kepada mereka.
"Nih coba lihat dan buka mata kalian lebar-lebar, nama siapa yang ada di surat mobil ini," ucap Alfazro.
Mereka pun terbelalak.
"Tapi … bagaimana mungkin kau punya mobil mewah begini?" tanya mereka lagi.
"Apa yang nggak mungkin di dunia ini, aku berinvestasi dan aku mendapatkan hadiah mobil mahal ini," ucap Alfazro.
"Investasi?" tanya mereka lagi.
Alfazro mengambil ponselnya lalu memperlihatkan jika ia sedang bermain saham.
"Nih lihat, aku melakukan investasi dengan perusahaan." Alfazro memperlihatkan ponselnya dan mereka melihatnya. Mereka tampak bingung karena karena angkanya banyak sekali.
"Kalian lihat, makanya jangan merendahkan orang, hidup kapan pun bisa berputar," ucap Alfazro meninggalkan mereka yang sedang ternganga dan masih tidak ingin percaya dengan apa yang mereka alami.
__ADS_1
Alfazro pun menuju kantin untuk sarapan. Biasanya ia sangat jarang sarapan, sudah pulang baru makan. Itu pun kalau ada yang di makan, jika tidak ia harus pergi untuk mengangkat barang dan setelah mendapatkan uang barulah ia makan.
Tapi untuk kali ini, akan akan jaga kesehatannya dan makan tepat waktu.
"Bude, ada makanan apa aja?" tanya Alfazro yang tidak hafal betul dengan apa yang di jual oleh pemilik kantin, karena boleh di katakan hanya sesekali saja datang.
"Huh! Kacian banget sih, ini pasti efek karena hidup melarat jadi nggak pernah makan di kantin bahkan di jual harga murah," ucap teman sekelasnya.
"Lalu? Masalah sama kalian apa? Aku susah pun nggak ada tuh kalian bantu, kecuali uang kalian ku habisi, baru kalian protes. Dasar nggak punya kerjaan!" omel Alfazro.
"Aku mau mie goreng dan ayam goreng 2 potong," pesan Alfazro.
"Oke, nanti Bude antar, kamu duduk dulu ya," ucap bude.
Alfazro pun mencari tempat duduk yang kosong dan ia pun duduk tidak jauh dari steling.
Ia mengambil ponselnya dan mengecek penaikan harga di pasaran.
__ADS_1
Tiba-tiba saja dari belakang Andi merampas ponsel milik Alfazro.
"Hey! Kau lagi kau lagi!" ucap Alfazro kesal.
"Kenapa kau datang ke sekolah? Apa tidak malu nanti saat kau di keluarkan dari sekolah? Nanti papa ku datang lho untuk menyatakan jika kau akan di keluarkan dari sekolah dan papa ku sudah meminta izin pada kepala sekolah, tunggu saja nanti. Oh ya, karena aku berbaik hati jadi aku kembalikan ponsel mu karena sebentar lagi kamu akan di keluarkan dari sekolah ini," ucap Andi melempar ponsel Alfazro.
Alfazro tersenyum menyengir. "Kau tahu apa kesalahan yang kau lakukan hari ini adalah mengembalikan ponsel ku," ucap Alfazro memutar ponselnya.
"Kenapa? Apa karena aku baik hati hari ini makanya kau bilang kesalahan?" tanya Andi bercekak pinggang.
"Ya, kesalahan adalah kau berbaik hati pada musuh mu yang akan menerkam mu," jawab Alfazro.
"Heh! Kau yang sudah ingin di keluarkan masih bersok lagak, lihat saja nanti. Jangan menangis ya," ucap Andi terkekeh dan mereka pun pergi dari kantin tersebut.
Pemilik warung menggeleng kepala dan meletakkan pesanan Alfazro di depan mejanya.
"Sudah, kamu jangan merasa kecil hati ya," ucap bude menenangkan.
__ADS_1