System Rich Over Famous

System Rich Over Famous
BAB 32


__ADS_3

"Eh Tuan Ando, bukan kah tadi Anda hanya bilang ingin memberhentikan mereka dari sekolah saja, kenapa sampai harus lapor polisi?" tanya kepala sekolah protes.


"Nama baik saya sangat berharga, mereka itu hanya ikan tri yang sudah merusak nama baikku mana bisa aku tinggal diam begitu saja," ucap Ando menujuk ke arah Alfazro dan Bu Mei.


"Tapi Tuan …."


"Tidak ada tapi-tapian, mereka itu hanya rakyat jelata, mereka harus di beri sangsi yang besar agar tidak ada lagi yang melakukan kesalahan!" ucap Ando tegas.


"Iya, saya juga nggak terima jika suami ku malah di jelekin oleh orang miskin seperti mereka, rasanya tak sepadan," ucap mama Andi yang bernama Karmila.


Kepala sekolah terdiam dan tak bisa berkata-kata, ia menatap sedih untuk pegawai dan anak muridnya. Ini juga pasti akan berdampak buruk juga bagi sekolahnya.


"Hey kau! Sudah selesai kah?" tanya Alfazro maju ke depan tanpa rasa takut.


Semua orang terkejut dengan keberanian Alfazro.

__ADS_1


"Gila dia ya! Beraninya dia membentak Tuan Ando itu. Ando juga terkejut dengan ucapan Alfazro.


"Beraninya kau berkata kasar pada ku, kalau begitu aku akan meminta hukuman yang lebih berat lagi untuk mu!" tukas Ando.


"Karena kau sudah selesai, jadi ini adalah giliran ku untuk angkat bicara. Pak kepala sekolah, aku minta bantuan mu untuk mengambil proyektor, aku punya beberapa adegan menarik untuk kita tonton," ucap Alfazro.


"Apa maksudmu?" tanya kepala sekolah menekuk alisnya.


"Tolong ambilkan saja, ini juga demi membersihkan nama sekolah kita," ucap Alfazro.


"Heh! Memangnya apa yang ingin kau perlihatkan?" tanya Ando melipat tangannya dengan tersenyum sinis.


"Aku ingin semua orang tahu bahwa kau seorang yang di junjung tinggi itu punya kelakukan bejat! Setalah melihat ini apa kau masih berani melapor aku pada polisi atau tidak! Yang ada kau malu sampai ke ubun-ubun mu!" tukas Alfazro menunjuk ke arah Ando.


"Heh! Anak kecil seperti mu memangnya bisa punya bukti apa! Kau itu hanya rakyat kecil, kau bisa apa!" tantang Ando.

__ADS_1


"Ck! Dasar nggak tahu diri! Ini juga tas bantuan anakmu, kalau anak mu tidak mengembalikan ponselku maka aku tidak punya apa-apa untuk membuktikan jika kau bersalah!" ucap Alfazro.


Seorang guru membawa proyek dan laptop lalu meletakkan di atas meja.


Proyektor itu di arahkan ke Mading yang ada di depan kantor kepala sekolah.


Alfazro pun duduk di depan Laptop, ia menyalin foto dan dan video ke flashdisk lalu mencoloknya di laptop.


"Aku sudah siap untuk menayangkannya, jadi buat kalian yang bersangkutan siapkan hati kalian," ucap Alfazro.


Alfazro pun menampilkan foto pertama. Foto pertama terlihat biasa saja, karena mereka memang duduk bersama, tapi terlihat sama-sama tidak perhatian.


"Apanya yang aneh dari foto ini? Mereka tampak biasa saja," ucap mama Andi. Tapi beda dengan Ando, ia terlihat terbelalak dan merasa sedikit ketakutan.


"Hey! Cukup! Itu hanya foto biasa! Apa yang bisa kau tunjukkan dengan foto seperti itu! Dia itu hanya sekretaris ku saja yang hanya mengerjakan pekerjaannya saja! Kamu jangan mengada-ada!" teriak Ando dengan wajah memerah penuh emosi.

__ADS_1


__ADS_2