
Mereka sangat terkejut setelah mendekati mobil yang di kendarai Alfazro hancur dan penyok.
Rasakan tak mungkin Alfazro akan selamat, mereka pun mulai mencoba untuk melihat apa yang bisa mereka lakukan.
Alfazira berlari dan masuk antar keramaian.
Kepala sekolah pun memberanikan diri untuk membuka pintu mobil yang sudah penyok parah itu, sedangkan guru yang lain menutup matanya, takut saat melihat keadaan Alfazro.
Terlihatlah Alfazro yang terbaring di kursi dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Alfazro!" panggil kepala sekolah sedikit ketakutan.
Perlahan-lahan mata Alfazro terbuka, ia memegang kepalanya yang sakit.
"Pak kepala sekolah," ucap Alfazro.
"Ya ampun Alfazro! Untung kamu selamat!" ucap Kepala sekolah bersyukur.
"Apa! Alfazro selamat?" tanya para guru membuka matanya.
"Iya, Alfazro terlihat baik-baik saja," ucap kepala sekolah.
"Alfazro! Kamu ini bikin orang khawatir aja tau," ucap para guru menangis lega.
"Ayo Bapak bantu," ucap kepala sekolah memegang tangan Alfazro dan membantunya mengeluarkannya.
Alfazro pun keluar dari mobil tersebut dalam keadaan baik-baik saja.
__ADS_1
"Ya ampun Alfazro, kamu kenapa buat kami khawatir, lain kali kamu jangan melakukan itu. Jadi bagaimana perasaan kamu sekarang? Apa kamu lebih baik pulang saja?" tanya buk Meli.
"Aku tidak apa-apa Buk, aku akan mengikuti perkemahan ini," jawab Alfazro.
"Kamu yakin tidak ada merasa sakit?" tanya kepala sekolah khawatir.
"Aku baik-baik saja Pak, ini hanya rasa sakit biasa kok," jawab Alfazro tersenyum.
"Ya sudah kalau kamu merasa baik-baik saja, tapi setelah perkemahan kamu tetap harus ke rumah sakit untuk periksa, takutnya ada cidera di tubuhmu," ucap kepala sekolah.
"Baik Pak." angguk Alfazro.
"Baiklah, saya dan guru yang lain akan naik bus bersama murid yang lain, mobil itu akan di derek ke tempat penjual besi, karena mobil ini sudah rusak parah dan nggak bisa di perbaiki," ucap kepala sekolah.
"Maaf Pak, karena aku mobil Bapak rusak," ucap Alfazro.
"Tidak apa-apa, jika bukan karena kamu mungkin akan terjadi kecelakaan beruntun dan merusak lebih banyak kendaraan. Ya sudah kita akan lanjutkan perjalanan kita lagi, untuk masalah ini nanti biar Bapak saja yang akan memberi keterangan kepada polisi," ucap kepala sekolah.
[Misi selesai]
[Selamat Anda mendapat penambahan saldo sebesar 100.000.000]
[Selamat Anda mendapatkan sebuah hotel]
[Selamat Anda mendapatkan 100 poin]
[Saldo \=231.800.000]
__ADS_1
[Kecepatan \=40]
[Kelincahan \=40]
[Kekuatan \=40]
[Kecerdasan \=40]
[Level \=40]
[Poin \=800]
[Reward\= sebuah hotel]
"Hey Alfazro! Kamu ini emang nggak sayang nyawa ya," ucap Alfi menepuk punggung Alfazro.
"He-he-he." Alfazro menyengir.
Akhirnya semua pun bersiap-siap dan para murid kembali masuk ke dalam bus.
Para guru yang baik mobilnya yang hancur tadi pun masuk ke dalam bus dan akhirnya mereka pun melanjutkan perjalan lagi.
Kepala sekolah tinggal di tempat untuk menunggu polisi dan ambulan datang karena supir mobil Fuso terluka parah.
Alfazira duduk di samping Alfazro, meskipun bus pertama yang ia naiki tadi ada di bus ke 5 dan barang-barang miliknya masih di sana.
"Apa yang kamu lakukan tadi berbahaya banget tau," ucap Alfazira khawatir.
__ADS_1
"Iya, apa kamu biar di bilang pahlawan?" tanya Alfi menatap sayup Alfazro.
"Nyatanya aku udah jadi pahlawan," ucap Alfazro terkekeh.