
"Iya, soalnya aku juga mau beli," jawab Alfazro.
Mereka pun masuk ke dalam toko dan Alfazira langsung melihat-lihat baju yang akan ia beli.
Datang seorang pegawai datang mendekat. "Mau model yang seperti apa Kak?" tanya pegawai itu.
"Pengurus Anto ada?" tanya Alfazro.
"Ada," jawab pegawai itu mengangguk.
"Bisa panggilkan dia, bilang saja Alfazro ingin bertemu," ucap Alfazro.
"Oh baiklah, tunggu sebentar," ucap pegawai itu mengangguk.
Beberapa pegawai mengawasi Alfazro dan Alfazira dan gantian mereka yang mendekati Alfazira.
Tak lama kemudian pria yang memakai baju jas keluar dari ruangannya dan menuju ke toko penjualan.
"Di mana orangnya?" tanya pengurus Anto.
"Yang cowok pakai baju sekolah Pak," jawab pegawai itu.
Pengurus Anto datang mendekat.
"Apa Anda Tuan Alfazro?" tanya pengurus Anto, rasanya ia tak percaya.
"Ya saya Alfazro." angguk Alfazro.
"Oh, tapi bukannya seharusnya sudah bekerja ya, bukan anak sekolah lagi?" tanya Anto mengerutkan dahinya.
"Jika tidak percaya Anda bisa menelpon balik ponselku," ucap Alfazro.
Anto mengambil ponselnya dan menelpon balik. Di saat itu juga ponsel Alfazro berbunyi.
"Eh, beneran Anda Tuan," ucap Anto merasa bersalah.
__ADS_1
"Jadi, apa sudah percaya?" tanya Alfazro.
"Iya Tuan, baiklah ayo masuk ke ruangan Anda dulu, ada yang perlu di bahas," ucap pengurus Anto.
"Baiklah, jika begitu. Alfazira, kamu di sini dulu ya, pilih saja baju yang kamu mau, aku pergi sebentar ya," ucap Alfazro.
Alfazira menekuk alisnya. Tentu saja ia merasa heran, tadinya ia pikir Alfazro benar-benar ingin membeli baju dan ternyata toko ini adalah miliknya.
"Berapa sih kekayaan yang di miliki Alfazro?" tanya Alfazira.
Mereka pun masuk ruangan.
"Oh ya Tuan, ini ada berkas yang harus di tanda tangani, berkas ini akan di kirim kembali ke pemilik pertama sebagai tanda tempat ini sudah menjadi milik Anda," ucap pengurus Anto.
Alfazro pun menandatanginya dan kemudian menyerahkan kembali kepada pengurus Anto.
"Oh ya, apa toko baju ini masih butuh orang? Aku ingin memasukkan teman-teman ku kerja di sini," ucap Alfazro.
"Sebenarnya kurang untuk orang mengangkut barang untuk masuk ke gudang Tuan," jawab pengurus Anto.
"Baiklah, aku akan telpon teman-teman ku nanti untuk bekerja di sini, kamu tolong arahkan mereka nanti ya," ujar Alfazro.
"Baik Tuan." angguk pengurus Anto.
"Masalah barang yang akan datang itu?" tanya Alfazro.
"Iya Tuan, jadi bagaimana?" tanya pengurus Anto.
"Sudah kamu konfirmasikan? Tapi saat aku menjadi pemilik toko ini aku tidak memesankan barang, jadi apa pemilik pertama yang memesankan barangnya?" tanya Alfazro.
"Iya Tuan, katanya sudah di bayar separuh, jadi uang yang penjualan waktu itu di ambil oleh pemilik pertama, jadi terpaksa Anda harus membayarnya sebagian," ucap pengurus Anto.
"Berapa lagi yang belum di bayar?"
"Sekitar 15 juta lagi," jawab pengurus Anto.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan membayarkannya setelah barang datang nanti," ucap Alfazro berdiri, karena ia ingin memilih pakaian untuk ia pergi nanti.
"Baik Tuan."
"Kapan baju itu datang?" tanya Alfazro.
"Mungkin beberapa hari lagi," jawab Anto.
"Oke, kamu telpon aku saja ya jika datang, lagian di sekolah ku ada perkemahan, hari Minggu akan pulang," ucap Alfazro.
"Baik Tuan." angguk pengurus Anto.
"Sudah milihnya?" tanya Alfazro tersenyum melihat Alfazira.
"Hm … Belum, ada beberapa baju lagi yang ingin ku cari," jawab Alfazira tampak sibuk.
"Tapi bukankah ini sudah banyak?" Alfazro melihat tumpukkan baju yang di pilih Alfazira, mungkin baju itu sudah ada 10 helai.
"Ya namanya juga perempuan, aku harus lebih banyak baju, karena aku takut gatal nanti," jawab Alfazira.
'Gadis ini, apa jangan-jangan dia orang kaya, tapi dia terlihat biasa saja, bahkan tidak ada yang antar jemput dia,' batin Alfazro.
"Ya udah, ini saja deh, bingung mau pilih yang mana lagi," ucap Alfazira mengangkat baju yang ia pilih dan membawanya ke meja kasir.
"Bungkus saja bajunya, nggak perlu bayar," ucap Alfazro kepada kasir tersebut.
"Eh, baik Tuan." angguk pegawainya.
"Eh, nggak boleh gitu, ini kan banyak, masa mau di gratisin semua, setidaknya biarkan aku bayar separuh harga," ucap Alfazira.
"Udah nggak usah, anggap aja hadiah dari ku, lain kali baru bayar," ucap Alfazro mengedipkan sebelah matanya.
"Terima kasih banyak ya, tapi sebagai ganti ruginya aku traktir kami makan di restoran ya, kamu harus terima," ucap Alfazira sedikit memaksa.
"Oke, aku terima." angguk Alfazro.
__ADS_1
Kasir itu pun memasukkan baju tersebut ke dalam paper bag dan memberikan kepada Alfazira.
"Terima kasih," ucap Alfazira kepada kasir.