System Rich Over Famous

System Rich Over Famous
BAB 58


__ADS_3

Pria itu mengeluarkan uang dari dompetnya dan memberikan kepada pengurus Deval lalu ia pun pergi dari restoran tersebut.


"Maaf ya Tuan, ada kejadian hal seperti ini. Tapi menurut Tuan apa kita harus tambahkan penjaga keaman di sini?" tanya pengurus Deval.


"Sepertinya begitu, tapi kamu nggak perlu cari orang lain, aku punya beberapa teman ku, aku akan meminta mereka untuk bekerja di sini," ucap Alfazro.


"Baik Tuan." angguk pengurus Deval.


[Ding Ding]


[Misi selesai]


[Selamat Anda mendapat penambahan saldo sebesar 50.000.000]


[Selamat Anda mendapatkan sebuah villa]


[Selamat Anda mendapatkan 100 poin]


[Saldo \=131.800.000]


[Kecepatan \=35]


[Kelincahan \=35]


[Kekuatan \=35]


[Kecerdasan \=35]


[Level \=13]


[Poin \=700]


[Reward\= sebuah Villa]

__ADS_1


Mereka pun kembali masuk ke dalam restoran, Alfazro pun kembali duduk di kursinya.


'Hm … aku mendapatkan Vila, tidak tahu di sana sudah ada pengurusnya atau belum, kan ku jadikan tempat wisata saja di sana, lumayan aku dapat tambahan uang,' batin Alfazro.


Alfazro melihat Alfazira yang sudah menghabiskan makanannya.


"Aku kelamaan ya?" tanya Alfazro.


"Ah nggak apa-apa kok, lagian kamu memang harus membereskan satu masalah agar tidak terjadi masalah lain. Oh ya, kamu bawa apa besok?" tanya Alfazira.


"Ya bawa baju," jawab Alfazro.


"Bukan itu, kamu bawa makanan apa?" tanya Alfazira lagi.


"Aku hanya bawa makan ringan saja," jawab Alfazro.


Alfazro pun menghabiskan makanannya.


"Sepertinya tidak, aku hanya ingin mengemasi barang-barang lagi agar tidak ketinggalan besok," jawab Alfazira.


Mereka pun sepakat untuk pulang ke rumah, karena Alfazro juga ingin menyiapkan barang-barangnya.


***


Ke esokkan harinya.


Sesuai perjanjian, Alfazro akan menjepit Alfazira.


"Hm … rumahnya yang mana satu ya?" tanya Alfazro melihat rumah yang tersusun dengan warna yang sama.


Terlihat dari jauh, Alfazira menggeret kopernya sambil melambaikan tangan.


"Hm … dari mana dia keluarnya?" tanya Alfazro heran.

__ADS_1


"Udah lama menunggu ya?" tanya Alfazira.


"Enggak kok, baru datang," jawab Alfazro.


"Sini koper kamu, aku masukkan ke dalam bagasi." Alfazro mengambil koper milik Alfazira dan memasukkan ke dalam bagasi mobilnya.


Mereka pun masuk ke dalam mobil untuk menuju sekolah.


Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di sekolah, sudah ada beberapa murid yang sudah sampai.


Karena pakaian mereka bebas, jadi bagi mereka anak orang kaya mulai menunjukkan pakaian mahal dan aksesoris branded nya, meskipun mereka tahu larangan untuk membawa barang berharga.


"Hey! Anak baru ke sini gabung!" panggil mereka.


"Ya udah aku gabung sama mereka aja ya," ucap Alfazira.


"Oke, moga aja mereka teman yang baik untuk kamu ya," ucap Alfazro.


"Iya." angguk Alfazira berlari menuju tempat mereka berkumpul.


Alfazira pun duduk di samping mereka yang ada 5 orang cewek yang menunggu arahan dari guru mereka.


"Nih lihat, jam tanganku, belinya di London lho. Kalian tahu harganya berapa?"


"Berapa memangnya?" tanya temannya.


"20 juta," jawanya dengan bangga.


"Cuma 20 juta, ini lihat nih. Aku di belikan berlian oleh papa ku, harganya 120 juta tau," ujar temannya memamerkan berlian di jari manisnya.


"Wuuuwww, baru segitu aja udah bangga, aku di belikan papa ku mobil seharga 500 juta. Mobil pengeluaran baru tau," sahut temannya yang lain.


Alfazira menatap mereka datar dengan memamerkan barang berharga milik mereka.

__ADS_1


__ADS_2