System Rich Over Famous

System Rich Over Famous
BAB 36


__ADS_3

Alfazro membawanya menuju ke rumahnya. Tak lama kemudian, mereka pun sampai.


"Ini rumah siapa?" tanya Rendi.


"Ayo masuk saja," ajak Alfazro membuka pintu mobilnya dan menuju rumahnya.


Sampai di depan rumah, Alfazro membuka pintu dan pintu itu terbuka secara otomatis.


"Gila! Ini beneran rumah dia?" bisik Rendi kepada Leo.


"Waduh, Jangan-jangan selama ini kita salah menilainya, mungkin dia adalah orang kaya tapi berpura-pura miskin karena ia menyimpan identitasnya demi mendapatkan warisan?" tebak Leo.


"Jangan bilang Andi hancur hari ini karena dia punya kekuasaan untuk mengancurkan keluarga Andi. Matilah kita," bisik Rendi ketakutan.


"Hey kalian, tunggu apa lagi, ayo cepat masuk," panggil Alfazro.


"Eh iya iya iya." angguk mereka.


Mereka berdua pun bergegas masuk ke dalam rumah yang super besar itu, melihat sekeliling dengan tatapan mengagumkan.


Alfazro menuju dapur dan mengambil sesuatu.


"Astaga! Ini beneran rumah kah? Bukan istana?" tanya Rendi membesarkan matanya agar puas melihat.


"Eh, lihat itu." tunjuk Leo ke lemari kaca yang ada trophy emas.


"Ini kalau di jual berapa ratusan juta Men," ucap Leo terbelalak.


"Jangan berpikir untuk menjualnya, pengamanan rumah ku adalah system' canggih, jika berani masuk saja maka akan di potong oleh sinar laser," ucap Alfazro.


"He-he-he, kami mana berani melakukan itu, kami tadi hanya berhayal saja kok," ucap Leo menyenggol Rendi.


"Eh iya iya iya." angguk Rendi dengan senyum terpaksa.

__ADS_1


"Baiklah, ini sapu, ini pel dan ini lap, kerjaan kalian adalah membersihkan dari lantai bawah sampai lantai atas," ucap Alfazro yang sudah membawa peralatan pembersih.


"Apa! Membersihkan rumah seluas ini?" tanya Rendi dan Leo terbelalak bersamaan.


"Kenapa? Bukannya kalian ingin sebuah permintaan maaf?" tanya Alfazro.


"Tapi …." Rendi melihat sekeliling rumah yang sangat luas itu di tambah lantai atas yang sama besar dan mereka harus bekerja 2x lipat ekstra itu sangat melelahkan.


"Oh tidak mau ya? Baiklah kalau begitu, kalian silakan pulang. Tapi aa … Jangan salahkan aku jika nanti kalian mengalami sesuatu," ucap Alfazro menakuti.


"Eh iya iya iya," jawab mereka ketakutan dan mengambil satu dan pel dari tangan Alfazro.


"Bagus, kerja yang ikhlas ya, kalau nggak ikhlas permohonan maaf juga nggak ikhlas," ucap Alfazro menyengir.


Rasanya ingin menangis melihat rumah seluas itu harus mereka bersihkan.


Alfazro duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


Mereka berdua pun mulai bekerja, Leo menyapu, Rendi mengepel.


[Ding Ding]


[Saldo Anda menjadi 26.000.000]


"Wah, tidak menyangka secepat ini dapat untungnya, apa jangan-jangan saham sedang naik kali ya," ucap Alfazro.


Rendi dan Leo mengikuti ucapan Alfazro tanpa suara.


"Hey! Kerja yang bagus," ucap Alfazro menatap ke arah mereka. Keduanya pun lanjut bekerja.


[Ding Ding]


[Misi baru]

__ADS_1


[Menyelamatkan seorang istri dari KDRT dari suaminya]


[Hadiah 7.000.000]


[Status misi Sedang berlangsung]


Alfazro langsung berdiri. "Hey kalian! Bersihkan rumah ini sampai bersih, dan ingat satu hal. Mentang-mentang aku akan keluar kalian tidak mengerjakannya, ada CCTV do setiap sudut ruangan, ada di sana, di sana, di sana dan di sana. Lantai atas juga sama, aku akan memantau kalian dari jauh, jangan berpikir untuk melarikan diri karena aku bisa melakukan apa saja terhadap kalian. Aku pergi dulu," ucap Alfazro berjalan keluar. Ia pun mengunci pintu rumah.


Alfazro masuk ke dalam mobilnya.


[Klik di sini untuk membuka]


[Klik]


Alfazro pun melihat lokasi tempat kejadian tersebut, dan ternyata itu berada di belakang rumah dekat kebun singkong. Dan itu berjarak 2 kilo meter dari tempat kediamannya.


Alfazro pun melajukan mobilnya dan menuju tempat kejadian tersebut.


Sesampainya di sana, Alfazro pun turun dari mobilnya, ia melihat sebuah rumah yang tidak berpenghuni.


"Lokasinya menunjukkan di tempat ini, aku harus menuju belakang rumahnya," ucap Alfazro berjalan melalui samping rumahnya.


Sesampainya di belakang, terdengar suara teriakkan. Alfazro langsung berlari menuju arah suara tersebut.


Bukan hanya suara wanita yang menjerit kesakitan, ada suara anak kecil yang menangis.


Alfazro berlari dan melihat seorang wanita di pukuli.


"Hey! Hentikan!" teriak Alfazro. Seketika pria itu berhenti.


Alfazro mendekati wanita itu dan ingin menolongnya.


"Kamu jangan ikut campur!" teriak pria itu, dari bau mulutnya tercium bau tuak yang menyengat. Pria itu ternyata sedang mabuk. Ia mengikat kaki dan tangan istrinya lalu memukulnya dengan balok kayu.

__ADS_1


Pria itu mengangkat kayunya ingin memukul Alfazro, akan tetapi Alfazro menangkapnya lalu menarik kayu itu dan membuangnya cukup jauh.


"Kurang ajar! Beraninya kau buang kayu itu!" teriak pria itu geram dan marah.


__ADS_2