
"Oh ya, aku coba tes bawa mobil ini dulu," ucap Alfazro. Ia merasa sudah bisa membawa mobil tersebut, mungkin ini efek dari ia memakai poin saat membawa motor waktu itu.
Alfazro pun membawanya berkeliling sebentar mobilnya lalu ia pun pulang dan memasukkan ke dalam garasi mobil.
Ia masuk ke dalam kamarnya lalu mengambil laptopnya.
"Oke, aku investasikan lagi uang ku untuk menanam saham di perusahaan yang sama," ucap Alfazro.
Alfazro pun mengirimkan uangnya ke perusahaan yang akan ia investasi.
[Ding Ding]
[Saldo Anda di kurang 10.000.000]
[Sisa saldo Anda 6.000.000]
"Oke, dengan begini aku bisa tidur dengan tenang," ucap Alfazro merebahkan tubuhnya dan tidur.
***
Ke esokkan harinya, Alfazro bangun pagi, ia segera mandi dan memakai seragamnya.
"Akhirnya bisa juga pake seragam baru," ucap Alfazro mengambil bajunya dan memakai seragam tersebut.
Alfazro menyisir rambutnya ke samping lalu memakai jam tangan lalu memakai sepatu.
"Aku beneran keren banget ya," ucap Alfazro bergaya di depan cermin.
"Kok aku baru sadar kalau aku ganteng banget," ucapnya terkekeh. Ia mengambil menyandang tas ranselnya lalu keluar dari kamar dan menuju bagasi mobil.
"Hais, apa kata mereka nanti kalau aku pake mobil mahal? Aku sih tidak peduli, toh selama ini aku sudah puas dengan hinaan mereka," ucap Alfazro mengangkat bahunya dan tidak terlalu memikirkan apa yang keluar dari ucapan mereka nanti.
Alfazro masuk ke dalam mobil dan ia pun melajukan mobilnya di jalanan.
Tak lama kemudian ia pun sampai di depan sekolah ia pun memarkirkan di tempat kendaraan khusus mobil.
__ADS_1
"Oh iya, aku harus punya SIM mobil ya, coba lihat di system apa ada sesuatu?" tanya Alfazro mengecek systemnya.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
"Oke! Aku menemukan sesuatu," ucap Alfazro.
[Gunakan poin untuk membuat SIM]
[SIM di aktifkan]
Memuat…
Loading…
Mulai…
10%…
30%…
40%…
50%…
60%…
70%…
80%…
90%…
100%…
__ADS_1
Selesai.
[Poin Anda di potong 30 poin]
[Sisa poin Anda 120 poin]
[SIM Anda siap di gunakan]
Alfazro mengambil SIM yang ada di systemnya.
"Wah, itu mobil mewah siapa? Anak kaya mana yang bawa mobil yang harga mobilnya hampir milyaran ini?" tanya mereka.
"Itu pasti Andi," sahut murid yang lain.
"Mobil Andi? Enggak ah, lihat itu mobil Andi di sebelahnya," jawab temannya menujuk ke arah mobil di samping mobil mewah tersebut.
"Eh, iya juga ya, yang biasa bawa mobil biasanya Andi dan beberapa murid yang lain, tapi tidak ada semewah ini," ucap mereka lagi yang penasaran.
Setelah mengambil SIM-nya, Alfazro pun keluar dari mobil. Dan itu membuat mereka terkejut.
"Alfazro?" mata mereka terbelalak.
"Hm? Kenapa?" tanya Alfazro mengangkat alisnya.
"Kenapa … Kenapa kamu?" tanya mereka terperanjat.
"Kenapa aku? Memangnya aku kenapa?" Alfazro balik bertanya.
"Kenapa kamu malah yang keluar dari mobil mewah ini?" tanya mereka menunjuk ke arah mobilnya.
"Lho? Memangnya kenapa? Ini kan mobil ku? Kenapa aku tidak boleh keluar dari mobil ku?" Alfazro bertanya balik.
"Mobil kamu? Nggak mungkin ini mobil kamu, kamu kan orang miskin, motor aja kamu nggak punya," ucap mereka tak percaya.
"Nggak percaya ya, biar aku tunjukkan bukti ya," ucap Alfazro masuk kembali ke dalam mobilnya.
__ADS_1