System Rich Over Famous

System Rich Over Famous
BAB 42


__ADS_3

Alfazro pun melahap terus makanannya hingga habis.


"Mbak!" panggil Alfazro.


"Ya Tuan, ada yang saya bantu?" tanya seorang pegawai mendekat.


"Saya ingin bayar," jawab Alfazro.


"Tapi sudah di bayarkan oleh orang yang tadi," ucap pegawai itu.


"Ah, siapa yang mau menerima uang dari orang yang tau terima kasih. Pokoknya aku bayar sendiri aja, jika dia datang ke sini lagi pulangkan saja uangnya," ucap Alfazro.


"Baiklah jika begitu," ucap pegawai itu. Ia pun menghitungnya.


"Semuanya 200 ribu," jawab pegawai itu. Alfazro mengeluarkan kartunya dan memberikan kepada pegawai tersebut.


Pegawai itu memasukkan ke dalam mesin pembayaran. Beberapa menit kemudian ia pun memberinya kepada Alfazro.


"Terima kasih Tuan, datang lagi ya," ucap pegawai itu.


Alfazro pun kembali masuk ke dalam mobilnya dan ia pun melaju mobilnya menuju pulang ke rumah.


[Ding Ding]


[Saldo Anda di potong 200.000]


[Sisa Saldo Anda 41.800.000]


Tak lama kemudian, ia pun sampai di depan rumahnya. Alfazro segera mandi dan berganti pakaiannya.


Setelahnya, ia kembali masuk ke dalam mobil dan menuju pasar.


Beberapa menit kemudian, ia pun sampai di pasar.

__ADS_1


"Eh, orang kaya mana datang ke pasar beginian?" tanya Deni.


"Iya, biasanya orang kaya lebih belanja di mall," Sahut Ado.


"Ah, mungkin dia ingin ganti suasana baru kali," sambung Gilang yang tidak terlalu peduli.


Alfazro keluar dari mobilnya dan itu membuat teman-temannya sangat terkejut.


"Alfazro," ucap mereka bersamaan. Yang tadinya Gilang tidak terlalu peduli ia juga melihat ke arah Alfazro dengan menekuk alisnya.


"Deni dan Ado mendekati Alfazro dan melihat ke arah mobilnya.


"Itu mobil kamu?" tanya Deni penasaran.


"Iya," jawab Alfazro.


"Gila! Ini beneran mobil kamu?" tanya Deni mendekati mobil Alfazro dan mengelusnya sambil tersenyum senang.


"Kamu yang benar dikit donk? Kemarin kamu bawa motor orang sekarang mobil siapa yang kamu bawa, baik bener orang itu ngasih kamu pinjam," ucap Gilang.


"Enggak percaya kalian ya sudah, tapi apa masih ada masalah dengan pasar ini?" tanya Alfazro.


"Lihatlah, pasar ini tetap sepi meskipun para pembuat onar itu sudah tidak ada. Mungkin para pembeli menjadi trauma. Satu hari kami cuma dapat 20-30 ribu saja, mana kebutuhan pokok sudah naik, apa-apa semua mahal. Kalau pendapatan seperti ini bagaimana lagi, mana anak ku juga sekolah," keluh Gilang.


Alfazro menarik nafasnya, ia juga sangat ingin merubah nasib para teman-temannya. Jika restorannya sudah jadi, ia pasti akan mengajak mereka untuk bekerja di sana, tapi untuk saat ini ia belum bisa mengatakannya, karena restoran itu masu loading.


"Bertahan saja dulu, aku yakin beberapa hari kedepannya kalian pasti mendapatkan pekerjaan yang layak. Aku pasti akan mencari kerjaan untuk kalian, jangan terlalu khawatir dan mengeluh, karena mengeluh nggak ada duitnya," ucap Alfazro.


"Kalau nggak ngeluh bukan manusia," ucap Gilang.


"Kalau seperti ini para pedagang juga bakal terancam bangkrut jika mereka tidak pindah ke tempat lain," sambung Yoga.


"Iya juga, jika penjual tidak jualan di sini dan para pembeli juga tidak ada, pasar ini pasti tidak akan di tempati lagi, pasti akan sepi dan pada akhirnya akan kehilangan lapangan pekerjaan," ucap Alfazro menyayangkan.

__ADS_1


"Mau bagaimana mana lagi, tapi ya sudahlah. Semoga saja Alfazro bisa menemuka pekerjaan untuk kita dan kita juga jangan tinggal diam saja, kita juga harus cari pekerjaan juga," saran Yoga.


"Hey Ado, Deni! Sampai kapan kalian di sana!" panggil Gilang.


"Jarang-jarang bisa megang mobil mewah begini. Alfazro kami boleh naik nggak?" tanya Deni.


"Dasar malu-maluin," ucap Gilang.


"Hm … Kalian mau naik?" tanya Alfazro.


"Mau mau mau," jawab Deni dan Ado.


"Ayo naik, tapi gantian ya, aku antar kalian pulang," ucap Alfazro.


Alfazro duduk di kursi kemudi, Ado naik di samping Alfazro dan Deni duduk di belakang atas mobil.


Mobil pun melaju.


"Asiiiiiiikkkk! Akhirnya bisa naik mobil mewah!" teriak Deni memutar-mutarkan baju yang ia lepaskan dari tubuhnya.


Setelah mengantar Deni dan Ado, ia juga mengantar teman-teman yang lain.


Setelah mengantar semuanya, Alfazro pun pulang ke rumahnya untuk beristirahat..


***


Ke esokkan harinya.


Hari ini cuaca mendung dan tak lama rintik-rintik hujan turun membasahi bumi.


Alfazro pun siap-siap berangkat ke sekolah, ia pun masuk ke dalam mobilnya, dan mobil pun melaju di jalanan di tengah hujan yang cukup deras tersebut.


Saat itu Alfazro melihat ke samping, ia melihat seorang gadis cantik yang sedang berteduh di ruko yang masih tutup.

__ADS_1


__ADS_2