
"Tidakkkkkkkk!" teriak mereka. Alfazro Menarik kaki mereka lalu mematahkannya.
Krak!
Krak!
"Aaaaaaaaaaaaa!" teriak mereka.
"Sana, kalian telpon ambulan, biar ada yang jaga kalian," ucap Alfazro.
Alfazro pun mendekati seorang bapak-bapak yang terduduk di samping tembok.
"Bapak tidak apa-apa?" tanya Alfazro.
"Aku tidak apa-apa, hanya luka kecil saja karena tadi sempat melawan, tapi mereka punya senjata tajam dan aku tidak berani melawan, tapi mereka malah memukul ku yang meninggalkan luka lebam saja," jawab bapak tersebut.
"Apa Bapak ingin ku bawa ke rumah sakit?" tanya Alfazro.
"Tidak usah, antarkan saya pulang ke rumah aja," jawab bapak tersebut.
"Baiklah, aku akan mengantar Bapak pulang," ucap Alfazro membantu bapak tersebut bangun.
"Bapak bisa jalan?" tanya Alfazro.
"Bisa." angguknya.
"Ya udah, saya bawa motor Bapak pulang, rumah Bapak di mana?"
"Tidak jauh dari sini, ada di ujung sana," jawab bapak itu menunjuk ke arah tempat yang sedikit gelap masuk ke dalam gang.
"Ya udah, mari saya antar."
Mereka pun berjalan menuju rumah bapak tersebut. Sesampainya di sana hanya di terangi oleh lampu di depan teras saja.
__ADS_1
"Terima kasih banyak ya Nak sudah bantu Bapak," ucap bapak itu.
"Sama-sama Pak, saya permisi dulu," ucap Alfazro.
"Tapi para begal itu?" tanya bapak tersebut.
"Kenapa? Bapak mau menolong mereka?" tanya Alfazro.
"Eh tidak, maksudnya apa mereka sudah pergi, apa perlu saya laporkan ini ke polisi?" tanya bapak itu ragu-ragu.
"Itu sih terserah Bapak aja, saya pulang dulu," ucap Alfazro meninggalkan rumah bapak tersebut.
"Iya, kamu juga hati-hati di jalan ya," ucap bapak itu.
Alfazro pun berjalan menuju menuju motornya.
[Ding Ding]
[Selamat Anda mendapat penambahan saldo sebesar 5.000.000]
[Selamat Anda mendapatkan sebuah mobil BMW]
[Selamat Anda mendapatkan 70 poin]
[Saldo \=16.550.000]
[Kecepatan \=15]
[Kelincahan \=15]
[Kekuatan \=15]
[Kecerdasan \=15]
__ADS_1
[Level \=7]
[Poin \=150]
[Reward\=Mobil BMW]
"Wah, aku mendapatkan sebuah mobil mewah," ucap Alfazro melihat gambar mobil di system hologramnya.
Alfazro melihat motornya. "Hm … Bagaimana aku membawa motor ini ya? Kalau aku bawa mobil nanti motor nggak bisa di bawa. Ya sudahlah aku pake motor saja dulu," ucap Alfazro.
Krucuk! Krucuk! Krucuk!
"Aduuuuuh! Perut ku lapar bangetttttt! Baru sekarang terasanya, padahal tadi menghajar mereka tidak terasa lapar," ucap Alfazro minat sekeliling dan kedua begal itu sudah tidak ada lagi di sana.
Tadi Alfazro hanya mematahkan sebelah kakinya dan sebelah tangannya, mungkin mereka merangkak pergi dari tempat tersebut.
"Ah bodo amat dengan mereka, siapa suruh mereka melakukan kejahatan," ucap Alfazro menaiki motornya dan kembali menuju jalan raya untuk mencari restoran.
Sesampainya di sebuah restoran, Alfazro pun memberhentikan motornya di sana.
Alfazro pun masuk ke dalam restoran tersebut dan duduk di sebuah kursi sendirian.
Seorang wanita melihat ke arah Alfazro dan ia seperti mengenalnya.
"Itu bukanya Alfazro?" tanya wanita itu, ia bernama Asmara.
"Ehem … Silakan di pesan," ucap pegawai memberikan sebuah buku menu.
Alfazro pun menerimanya lalu membaca buku tersebut untuk memilih makanan.
"Eh, sejak kapan orang miskin bisa makan di sini?" tanya Asmara tiba-tiba dan ia tersenyum merendahkan.
Alfazro menekuk alisnya melihat ke arah Asrama merasa heran.
__ADS_1