System Rich Over Famous

System Rich Over Famous
BAB 38


__ADS_3

"Ayo robot, cek kebersihan rumah ini, apa rumah ini benar-benar bersih atau tidak," ucap Alfazro.


[Baik Tuan]


"Eh, robotnya bisa ngomong," ucap Rendi.


Robot itu pun mencari lantai yang masih kotor dan seluruh permukaannya.


[Di sini masih ada debu, harus di bersihkan]


"Cepat sana kalian bersihkan," ucap Alfazro.


"Aduh, capek banget," ucap mereka kelelahan.


"Aku minta kalian cuma membersihkan rumah, bukan bunuh orang," ucap Alfazro menatap mereka.


"Eh iya, iya," jawab mereka yang langsung buru-buru membersihkannya.


Alfazro kembali duduk di sofa sambil mengawasi mereka berdua. Para robot itu menunjukkan di mana tempat yang masih ada debunya, Rendi dan Leo terpaksa harus mengerjakannya.


[Tuan, Rumah sudah bersih]


"Kerja bagus Robot pembersih," ucap Alfazro.


Rendi dan Leo kembali terkapar kelelahan.


Triring! Triring!


Triring! Triring!.


Ponsel Alfazro berdering.


"Hm? Nomor baru?" tanya Alfazro bingung.


"Padahal ini ponsel baru ku, seharusnya tidak ada yang mengetahuinya, apa ada orang nyasar kali. Aku angkat aja deh," ucap Alfazro.


"Halo."


"Halo selamat siang Tuan, apa Anda adalah Tuan Alfazro?" terdengar suara seorang wanita di seberang sana.


"Benar, saya Alfazro, tapi bukan Tuan," jawab Alfazro.


Terdengar suara tertawa. "Baik Tuan Alfazro, saya adalah Putri, kepala pengurus cafe Anda. Jadi bisakah Anda untuk datang ke cafe Anda karena ada sesuatu yang harus di urus?" tanya Putri.


"Baiklah aku meluncur sekarang," ucap Alfazro tersenyum. Panggilan pun di putuskan.

__ADS_1


Alfazro melihat Rendi dan Leo masih terbaring.


"Hey kalian, ayo ikut aku," ajak Alfazro.


"Kemana?" tanya Rendi duduk.


"Ayo saja. Kalian akan tahu nanti," jawab Alfazro berdiri.


"Nggak lah, kami capek banget," ucap Leo.


"Oh, nggak mau ikut ya? Baiklah kalau begitu tetap di rumah," ucap Alfazro.


Alfazro pun mengaktifkan robotnya.


"Kerjaan kamu robot adalah kerjain mereka sampai pingsan," ucap Alfazro menunjuk ke arah Leo dan Rendi.


[Baik Tuan]


"Tidak! Tidak! Tidak! Baiklah kami akan ikut dengan mu!" teriak mereka berlari menjauh robot tersebut.


"Robot, jaga rumah ini ya dan buatkan makanan," ucap Alfazro.


[Baik Tuan]


Alfazro melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil dan di ikuti oleh Leo Rendi.


[Klik]


Alfazro pun mencari lokasi di tempat cafenya.


"Oke! Kita kesana sekarang." Alfazro pun memakai sabuk pengamannya.


Ia pun menghidupkan mesin mobilnya dan melaju mobilnya di jalanan. Alfazro menambah kecepatan mobilnya.


"Aaaaaaaa!" teriak mereka berdua sambil memegang erat di pegangan tangan di atas kepala mereka.


Mendengar mereka menjerit membuat Alfazro semakin ingin menyiksa mereka.


Alfazro menambah kecepatan dan menyalip mobil besar.


"Alfazro! Kalau kamu mau mati kau saja yang mati! Jangan bawa kami juga!" teriak Rendi ketakutan dan mereka saling berpelukan.


"Mau mati pun aku nggak mau mati sendirian, aku ingin mengajak kalian untuk menemani ku," jawab Alfazro.


Alfazro pun melajukan lagi dan ia naik di belakang mobil besar dan mobilnya terbang.

__ADS_1


Rendi dan Leo terbelalak.


Akhirnya mobil Alfazro mendarat di jalanan dengan selamat.


Rendi dan Leo pun merasa lega sambil mengelus dadanya. Alfazro tersenyum melihat wajah mereka yang ketakutan itu dari cermin di depannya dan ia pun menambah kecepatan dan ingin menabrak mobil tronton di depannya.


"Tidakkkkkkkk!" teriak mereka jantungan.


Alfazro pun mengurangi kecepatan mobilnya.


"Tolong … Alfazro … jangan … seperti … ini … lagi," ucap Rendi terbata-bata dengan mengatur nafasnya.


"He-he-he, seru bukan?" tanya Alfazro tersenyum senang.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di depan cafe.


"Ini kah?" tanya Alfazro melihat secara saksama.


"Ayo turun," ajak Alfazro.


Mereka pun turun, tapi saat turun mereka terlihat sempoyongan dan ingin tumbang.


"Eh, gempa!" teriak Leo memegang erat mobil Alfazro.


"Hey! Bukan gempa longor, tapi kita yang pusing," ucap Rendi juga memegang mobil Alfazro.


"Ayo masuk ke dalam," ajak Alfazro. Dan dengan terpaksa mereka pun masuk ke dalam cafe.


Di depan pintu masuk terlihat seorang wanita cantik yang memakai rok hitam dan kemeja putih.


"Nona Putri?" tebak Alfazro.


"Benar, Andakah Tuan Alfazro?" tebak Putri.


"Benar sekali." angguk Alfazro.


"Mari Tuan masuk ke dalam ruangan Anda," ajak pengurus Putri.


Alfazro mengikuti pengurus Putri untuk masuk ke dalam ruangannya.


"Kalian di sini saja, jangan ikut ke dalam," ucap Alfazro. Rendi dan Leo berhenti dan duduk di kursi cafe.


"Silakan Tuan," ucap pengurus Putri.


Alfazro masuk ke dalam dan duduk di kursinya. Pengurus Putri mengambil sebuah berkas dari lemari dan meletakan di atas meja.

__ADS_1


"Tuan, Anda di minta untuk tanda tangan di sini sebagai pemindahan kepemilikan," ucap pengurus Putri memberikan pena kepada Alfazro.


__ADS_2