
Alfazira hanya diam sambil menatap mereka, ia sama sekali tidak memakai barang berharga, karena ia tipe orang simple dan apa lagi mengikuti arahan dari guru agar tidak membawa barang berharga lainnya.
Alfazira, adalah anak orang kaya, orang tuanya sendiri punya perusahaan tekstil yang cukup besar. Di umurnya yang ke 17 tahun ia sudah mempunyai saham 10% dari perusahaannya, setelah ia kuliah nanti, ia akan di masukkan ke dalam universitas ternama untuk belajar bisnis selanjutnya karena ia adalah pewaris dari perusahaan Papanya.
"Hey! Kamu bawa apa? Nggak ada barang berharga kah?" tanya mereka kepada Alfazira.
"Aku? Nggak ada," jawab Alfazira menggeleng.
Mereka terlihat memanyunkan mulutnya dan merendahkannya.
"Dasar miskin," ucapnya pelan tapi Alfazira tetap bisa mendengarnya, tapi ia memilih diam saja. Mungkin jika ia ingin memamerkan kekayaannya mungkin lebih dari apa yang mereka pamerkan hari ini.
Tak lama para murid sudah banyak yang datang, guru-guru juga sudah bersiap-siap.
Bel pun berbunyi.
"Harap seluruh murid untuk berkumpul di aula. Sekali lagi, untuk seluruh murid berkumpul di aula." terdengar pengeras suara dari kantor.
Para murid pun berbondong-bondong menuju aula dan berkumpul di sana.
__ADS_1
"Baiklah, seperti yang di janjikan, hari ini kita akan berkemah. Nah kalian sudah pasti yang sudah tahu yang di jelaskan oleh setiap wali kelas masing-masing dan apa saja kegiatan kita. Apa kalian semua sudah siap?" tanya kepala sekolah.
"Siap!" teriak mereka.
"Oke, bus kita juga sudah sampai, untuk barang-barang kalian bawa masing-masing ya dan letakkan di bagasi bus. Ingat! Kalian jangan sampai nyasar di sana dan usahakan agar tidak berpisah dengan kelompok ya, pembagian kelompok akan kita bagikan di sana saja. Ayo kita menuju bus," ajak kepala sekolah.
Mereka pun berbondong-bondong membawa barangnya menuju bus. Bus yang di sediakan ada 10 bus yang masing-masing berisi 30 orang.
6 buah mobil khusus untuk para guru yang berisi 6 orang.
"Di mana Alfazro ya?" tanya Alfazira. Ia mengambil ponselnya dan menelpon Alfazro.
Tuuut! Tuuut!
Tuuut! Tuuut!
"Eh, kemana Alfazro ya?" tanya Alfazira yang melihat ke kiri dan kanan.
"Ayo anak-anak, cepat masuk, jangan sampai ketinggalan!" teriak gurunya berteriak menggunakan toa.
__ADS_1
Dan dengan terpaksa Alfazira pun masuk ke dalam bus duluan, ia berharap akan bertemu di tempat perkemahan nanti.
"Di mana Alfazira ya?" tanya Alfazro kebingungan mencari Alfazira dan di mana para murid semua naik ke dalam bus.
"Hey! Kamu tunggu apa lagi, ayo masuk," ajak seorang murid kelas sebelah.
"Moga aja Alfazira sudah masuk ke dalam bus," ucap Alfazro.
Mereka pun semua naik ke dalam bus, dan perlahan-lahan bus pun melaju di jalanan meninggalkan sekolah mereka.
Perjalan yang sangat menyenangkan, Alfazro melihat keluar.
"Hey! Nama kamu siapa?" tanya murid yang tadi menepuk bahunya.
"Aku Alfazro, kamu siapa?" tanya Alfazro.
"Aku Alfi, bukannya waktu itu kamu yang sering di bully oleh Andi ya? Nggak tau gimana keadaannya sekarang setelah waktu kamu mengungkapkan perselingkuhan orangtuanya," ucap Alfi.
Alfazro menekuk alisnya. "Kau tau kejadian itu?" tanya Alfazro.
__ADS_1
"Bahkan itu tranding tau, kau tidak tahu ya?" Alfi balik bertanya.