System Rich Over Famous

System Rich Over Famous
BAB 64


__ADS_3

Alfazro pun masuk ke dalam tenda dan melihat Alfi masih tertidur pulas.


'Ini kesempatan ku untuk membeli gitar di system ku,' batin Alfazro.


Ia mengambil selimut dari dalam kopernya lalu menutupi seluruh tubuhnya dan bersembunyi di dalam.


[Klik di sini untuk membuka]


[Klik]


Alfazro mencari di toko systemnya dan benar saja, di sana ada berbagai alat musik, karena ia tertarik dengan gitar, Alfazro pun memilih untuk mengambil gitar.


[Pembelian alat musik gitar 30 poin]


"Oke, aku ambil ini saja," ucap Alfazro.


[Pembelian alat musik di potong 30 poin]


[Sisa poin Anda 770]


Gitar itu pun keluar dari systemnya dan menjadi nyata di pangkuannya.


Alfazro pun membuka kembali selimutnya dan melihat Alfi masih juga tidur.


"Hm … Oke, saatnya membeli kepandaian bermain musik," ucap Alfazro.


[Klik di sini untuk membuka]


[Klik]


[Pembelian kepandaian instan untuk bermain alat musik]


[Pembelian kepandaian 20 poin]


Memuat…

__ADS_1


Loading…


Mulai…


10%…


20%…


30%…


40%…


50%…


60%…


70%…


80%…


100%…


Selesai.


[Poin Anda di potong 20 poin]


[Sisa poin Anda 750 poin]


Alfazro pun mulai memainkan gitarnya dan itu terdengar sangat beda dari biasa yang di mainkan oleh mereka.


Alfi perlahan-lahan membuka matanya dan melihat Alfazro bermain gitar.


"Eh, sejak kapan kamu bawa gitar?" tanya Alfi yang langsung duduk.


"Hm … ya sejak tadi," jawab Alfazro mengangkat bahunya.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo keluar, masa main gitar di dalam, ya nggak kedengaran orang," ucap Alfi.


Mereka pun duduk di depan tendanya dan Alfazro bermain gitar.


"Jangan main gitar aja, nyanyi juga donk," ucap Alfi.


"Oke oke! Aku nyanyi," ucap Alfazro memetik senar gitarnya dan ia pun mulai bernyanyi.


Sekelompok yang sedang bermain gitar tadi pun berhenti dan mendengar Alfazro bernyanyi.


"Suaranya sangat enak di dengar," ucap mereka.


"Yuk kita ke sana," ucap mereka yang berpindah tempat dan duduk bersama Alfazro.


Alfi tampak senang karena ada gadis incarannya juga datang duduk bersama mereka.


Saat sedang asik bernyanyi, sekelebat asap muncul lagi dan lewat, akan tetapi Alfazro terus bernyanyi dan tidak mempedulikan itu, karena saat itu mereka sedang asik bernyanyi bersama.


Alfazira juga datang dan duduk di samping Alfazro sambil ikut bertepuk tangan.


Satu jam berlalu, para guru pun datang. "Ayo anak-anak, nanti malam kita sambung lagi, saat ini kita harus cari kayu bakar dulu untuk api unggun," ucap pak Hendra.


Mereka semua pun berdiri dan Alfazro menyimpan gitarnya ke dalam tendanya.


Mereka pun berkumpul dan di beri arahan oleh pak Hendra.


"Untuk kalian semua, cari kayu bakar di hutan sebelah kiri dan kanan kita, tapi kalian jangan terlalu jauh ya, untuk perempuan cari saja ranting-ranting kayu yang bisa kalian bawa untuk memanggang BBQ. Untuk para lelaki, kalian bawa kayu yang besar untuk api unggun ya. Baiklah, ayo sekarang kita berangkat," ucap pak Hendra.


Para murid pun berangkat menuju hutan, mereka di bagi menjadi dua kelompok saja agar tetap ramai.


Beberapa guru tinggal di tempat perkemahan untuk menjaga kemah mereka tidak ada gangguan hewan lainnya.


"Ingat, kalian jangan berpisah ya," ucap Pak Yoga yang membimbing para muridnya.


Mereka pun mulai mengambil kayu-kayu kering dan mengumpulkan menjadi satu tempat.

__ADS_1


__ADS_2