
"Hey! Apa kalian melihat sosok tadi?" tanya buk guru yang ingin membuka selimut Alfi dan Ali.
"Aaaaaaaaaaaaa! Jangan buka! Jangan buka! Di-dia menakutkan!" jawab Ali mengengam erat selimutnya.
Wusssssshh
Sebuah angin kecil melintas di samping buk guru.
Buk guru melihat ke sampingnya dan itu tidak ada apa-apa.
Namun, bulu kuduknya sedikit merinding dan ia memegang kuduknya.
"Sepertinya emang benar yang kamu ucapkan," ucap buk guru percaya.
Mereka pun berdiri. "Ayo, kita bangunkan para guru lain," ajak buk guru.
Mereka pun menuju tenda yang lain untuk membangunkan guru-guru yang lain, untuk para murid mereka biarkan masih tertidur.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya pak Hendra.
"Ada sosok yang mendatangi Alfazro, dia meminta untuk menemukan tubuhnya," ucap buk guru.
"Apa! Kamu serius?" tanya pak Hendra terbelalak.
"Iya, tadinya sempat nggak percaya, tapi seperti ada sekelebat bayangan lewat di sampingku dan membuat aku merinding," jawab buk guru.
Pak Hendra terdiam sejenak. "Ternyata ada hal seperti ini ya," ucap pak Hendra dan ia pun berdiri.
"Ya sudahlah, kalau begitu ayo kita pergi cari bersama-sama," ucap pak Hendra masuk kembali ke dalam tenda untuk mengambil beberapa senter.
"Tadi Alfazro di datangi oleh sosok bayangan yang meminta ia untuk mencari tubuhnya, jadi untuk para guru di minta untuk membantu mencarinya," ucap pak Hendra.
"Ha? Ini beneran Pak? Nggak bohong kan?" tanya salah satu guru.
"Iya, ini beneran Pak, Ali dan Ali juga melihatnya dan mereka sedang ketakutan di dalam sana," ucap Alfazro.
__ADS_1
"Terus kamu tau dia minta mencarikan tubuhnya dari mana tahu?" tanya guru itu lagi.
"Pas Alfi dan Ali melihatnya tadi, sebenarnya saat saya datang ke sini sudah sudah ada di beri tanda-tanda kemunculan dia dan dia juga sudah mendatangi ke dalam mimpi saya, hanya saja saya tidak terlalu mempedulikannya. Dan tadi dia beneran datang dan langsung meminta tolong. Dia minta Carikan di hutan-hutan, tapi posisinya saya tidak tahu," jelas Alfazro panjang lebar.
"Pak, apa tidak bisa mencari besok pagi saja, ini masih jam 2 dini hari, berasa ngeri banget," ucap guru yang lain.
Pak Hendra melihat ke arah Alfazro dan Alfazro pun menunduk.
"Masalah ini aku tidak tahu, dia hanya minta tolong di Carikan saja," ucap Alfazro.
Sekelebat bayangan itu lewat lagi di belakang para guru dan di lihat oleh pak Hendra sendiri membuat ia terdiam dan terbelalak.
"Apa ada Pak Hendra?" tanya guru tersebut melihat kebelakang, tapi itu tidak ada.
"Ki-kita Haris cari sekarang, dari pada kemunculannya membuat para murid ketakutan. Sebagian guru tinggal di sini untuk menjaga para murid, yang lain ayo ikut. Kita bagi 5 kelompok, satu kelompok 5 orang. Ingat, kalian jangan sampai terpisah. Ini saya ada senter, satu kelompok 2 senter. Ayo kita pergi sekarang," ucap pak Hendra.
Mereka pun berangkat menuju hutan tersebut dan masuk ke dalam semak yang tingginya masih sebatas betis.
__ADS_1
"Di mana kita akan mencarinya? Di sini semak banget, mana hutannya juga luas lagi," gerutu pak guru yang sedikit mirip gaya perempuan.
"Cari sajalah, aku melihat Pak Hendra tadi terbelalak sepertinya dia melihat sesuatu," ucap gitu yang lain.