System Rich Over Famous

System Rich Over Famous
BAB 51


__ADS_3

Keesokkan harinya.


"Yang bernama Alfazro kelas Xl harap segera ke kantor sekarang!" terdengar dari pengeras suara kantor.


"Hm … Kenapa aku di panggil?" tanya Alfazro yang baru saja ingin ke kantin.


"Ya udah, ayo aku temani kamu," ajak Alfazira.


"Eh tidak usah, kamu lanjut ke kantin saja, nanti aku nyusul," ucap Alfazro.


"Ah, baiklah." angguk Alfazira.


Alfazro pun menuju ke kantor kepala sekolah kepala sekolah dan penjaga keaman ada di sana.


"Ada apa Pak?" tanya Alfazro.


"Penjaga sekolah melihat kamu bolos sekolah kemaren ya, yang lebih hebatnya lagi kamu malah panjat pagar bersama mobilmu," ucap kepala sekolah.


Alfazro ingin tertawa dengan ucapan kuno kepala sekolah.


"Jadi saya harus apa?" tanya Alfazro.


"Kamu di hukum hormat di tiang bendera selama 30 menit, biar kamu tidak melakukan lagi," ucap kepala sekolah.


"Baiklah baiklah, hanya 30 menit kan?" tanya Alfazro pasrah.


Ia berjalan menuju tiang bendera dan berdiri di sana lalu hormat.


Melihat di lapangan ada Alfazro yang berdiri hormat di tiang bendera, Alfazira pun berlari mendekati Alfazro.


"Alfazro!" teriak Alfazira.

__ADS_1


"Eh kamu, kenapa ke sini?" tanya Alfazro.


"Kamu kenapa di hukum?" tanya Alfazira.


"Eh, kamu kenapa di sana? Biarkan dia menjalankan hukumannya," ucap kepala sekolah.


Alfazira berjalan mendekati kepala sekolah.


"Kenapa dia di hukum Pak?" tanya Alfazira mengerutkan dahinya.


"Itu karena dia bolos kemaren," jawab kepala sekolah.


"Apa! Kenapa dia di hukum?" tanya Alfazira tak terima.


"Karena dia melakukan kesalahan ya tentu saja di hukum agar dia tidak mengulanginya lagi," jawab kepala sekolah.


"Tidak! Dia bolos karena aku, aku juga bersama dia kemaren. Asal Bapak tahu kenapa dia bolos? Itu karena aku di bully oleh murid Bapak, padahal aku anak baru di sekolah ini, dia bolos karena membantu ku untuk mengantarku ku pulang ke rumah karena baju ku sudah basah kuyup. Bapak menghukum orang yang menolong ku, lalu orang yang membully ku mereka masih berkeliaran tanpa harus merasakan rasanya di hukum," ucap Alfazira panjang lebar membuat beberapa guru keluar dari kantor karena suara Alfazira cukup besar karena emosi.


"Alfazira, sudah, aku tidak apa-apa kok," ucap Alfazro.


"Apa! Jadi kamu di bully kemarin? Pantas saja jam mata pelajaran kedua kamu dan Alfazro tidak ada," ucap buk Mei.


"Iya, aku di bully di dalam toilet, untung Alfazro datang datang menyelamatkan ku, jika tidak aku tidak tahu bagaimana nasib ku hari pertama aku sekolah. Aku ingin berhenti sekolah, tapi Alfazro memberi ku semangat agar aku tetap sekolah," jawab Alfazira.


"Alfazro, ke sini!" panggil buk Mei.


Alfazro pun berjalan mendekat menuju ke arah Alfazira.


"Membangun percaya diri kembali itu sangat sulit di saat seseorang yang sudah di bully," ucap Alfazira pelan sambil menundukkan kepalanya.


"Katakan siapa pembullyan itu, Bapak akan menghukumnya," ucap kepala sekolah.

__ADS_1


"Rina dan kawan-kawannya," jawab Alfazira.


"Panggilkan nama itu sekarang. Dan untuk kalian berdua … pergilah kembali ke kelas kalian," ucap kepala sekolah.


"Terima kasih banyak Pak," ucap Alfazro.


Alfazira diam dan pergi tanpa mengucapkan terima kasih, ya rasanya tidak ada yang ia minta maafkan karena mereka sama sekali tidak bersalah. Alfazro dan Alfazira menuju kantin untuk sarapan.


"Di panggil Rina dan kawan-kawannya untuk menuju kantor sekarang!" kali ini terdengar pengeras suara yang memanggil murid lokal sebelah.


"Kamu mau makan apa?" tanya Alfazro.


"Nggak tau, apa saja menunya di sini?" tanya Alfazira.


Hari ini untuk pertama kalinya ia ke kantin sekolah.


"Ada nasi goreng, mie goreng, mie rebus, lontong, mie ayam," jawab Alfazro.


"Nasi goreng saja, pagi-pagi itu memang harus lebih baik makan nasi saja," ucap Alfazira.


"Biasanya paginya kamu sarapan apa?" tanay Alfazro sambil berjalan ke depan tempat penjual kantin.


"Roti dengan telur mata sapi dan susu, sesekali nasi goreng sih, tapi lebih banyak makan roti," ucap Alfazira.


"Roti? Apa kenyang? Roti yang seperti apa emangnya?" tanya Alfazro penasaran.


"Kenyang kok, roti tawar aja," jawab Alfazira. Sekali pun hanya roti tawar dan susu, tapi roti tawarnya impor dari luar negeri, susu Suga impor dari Australia.


Alfazro mengangguk-angguk. "Bude, nasi goreng 2 ya sama susu panas 2 juga," pesan Alfazro.


"Oke," jawab pemilik kantin.

__ADS_1


"Ya udah, ayo duduk, menjelang bude siap masaknya," ucap Alfazro mengajak duduk di kursi yang tidak terlalu kau dari steling penjualannya.


Semua mata memandang ke arah Alfazro dan Alfazira, ya Alfazira anak baru yang cantik membuat pria melihat ke arahnya.


__ADS_2