
"Begitu ya, baiklah, kita akan mulai ini dari awal, apa bahan makanan masih ada persediaannya?" tanya Alfazro.
"Masih Tuan," jawabnya.
"Baiklah, aku akan lihat persediaannya, katakan apa saja yang kurang, aku ada sedikit modal untuk membiayai restoran ini agar teta terus berjalan," ucap Alfazro.
"Mari Tuan," ajak Deval.
Mereka pun melihat persediaan bahan itu cukup untuk beberapa hari, setidaknya Alfazro bisa membeli bahan untuk ke depannya.
"Silakan Tuan cicipi rasanya," ucap koki itu meletakkan masakan mereka di atas meja.
Alfazro pun mencicipinya dan rasanya memang sangat enak.
"Ini memang sangat enak, pantas saja restoran ini bisa menutup hutang yang banyak," ucap Alfazro.
"Aku akan berikan sejumlah uang, jadi kalian pergilah belanja, nanti setelah mendapatkan uang hasil penjualan itu akan di putarkan lagi untuk beli bahan," ucap Alfazro.
Alfazro pun masuk ke dalam mobilnya.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Alfazro mengambil uangnya dari system, uang itu guna untuk menambah bahan masakan.
"Ini uangnya," Alfazro memberikan uang kepada kepala koki.
__ADS_1
"Belikan bahan masakan mungkin ada yang kurang," pesan Alfazro.
"Baik Tuan," jawabnya kepala koki itu menerima uang tersebut.
[Ding Ding]
[Saldo Anda di potong 10.000.000]
[Sisa saldo Anda 51.800.000]
"Setelah ini kalian pulang dan istirahat saja, besok beritahu pada karyawan lain untuk datang bekerja seperti biasa. Menurut kalian perlu tambahan pegawai lagi nggak? Soalnya teman-teman ku banyak yang nganggur, lagian aku juga nggak bisa pecat pegawai yang lain karena mereka juga pasti sudah sangat bekerja keras selama ini," ucap Alfazro
"Jika Tuan ingin tambah lagi juga boleh, tapi ya untuk sebagai pencuci piring," ucap kepala koki.
"Tidak apa-apa sih, mereka pasti mau," ucap Alfazro.
Alfazro pun menghabiskan makanannya.
"Ya udah, aku pulang dulu ya, kalian siap-siap saja besok, aku akan mampir ke sini setelah pulang sekolah," ucap Alfazro.
"Baim Tuan," jawab mereka.
Alfazro pun kembali masuk ke dalam mobilnya dan ia melajukan mobilnya di jalanan. Ia pun menelpon Gilang.
Tuuut! Tuuut!
Tuuut! Tuuut!
__ADS_1
"Halo," jawab Gilang.
"Kamu di mana?" tanya Alfazro.
"Aku di pasar, ada apa?" Gilang balik bertanya.
"Oke, aku ke sana sekarang ya," ucap Alfazro.
"Oh baiklah, lagian kami sedang angkat barang sekarang," ucap Gilang.
"Oh, baiklah," jawab Alfazro. Alfazro pun memutuskan panggilannya.
Mobil pun melaju menuju pasar. Saat sampai di pasar, terlihat mereka kelelahan sambil minum-minum.
"Lho? Sudah pulang sekolah?" tanya Ado saat melihat Alfazro datang masih seragam sekolahnya.
"Belum, tapi aku bolos," jawab Alfazro duduk di samping mereka dengan mengambil minuman dan meneguknya.
"Jadi bagaimana? Lancar angkat barangnya?" tanya Alfazro.
"Yah begini-begini saja terus kelihatannya, dari pada sama sekali nggak kerja dan nggak bisa makan, mau nggak mau terima saja walau sekecil apa pun," sahut Deni.
"Kalian mau kerjaan nggak? Yang pasti kerjaan ini setiap hari dari pukul 9 pagi sampai 9 malam," ucap Alfazro.
"Hm … kerja apaan?" tanya Gilang bersemangat.
"Jadi tukang cuci piring di restoran besar, saat ini restoran itu sedang beroperasi mulai dari awal, tapi pelanggannya sangat banyak. Apa ada yang mau?" tanya Alfazro.
__ADS_1
"Tukang cuci piring?" tanya Ado.