System Rich Over Famous

System Rich Over Famous
BAB 41


__ADS_3

Anak-anak itu pun pergi mencari tali. Berbagai tali mereka bawa, ada tali rapia, karet ban sepeda, tali tambang dan lain-lain.


"Terima kasih anak-anak pintar," ucap Alfazro. Ia pun mengikat tangan pria itu lalu ia pun menarik pria itu menuju ke tempat karaoke.


Saat di jalanan pria itu memberontak. Alfazro mengangkat tubuh pria itu dan membawanya lari.


Ia pun sampai di tempat karaoke tersebut, terlihat polisi sudah ada di sana.


"Ini juga Pak, dia yang mencuri tas pacar saya," ucap pria itu.


Alfazro menurunkan pria itu dan langsung di amankan polisi.


"Baiklah, kami akan membawa mereka ke kantor polisi. Kalian juga ikut kami ke kantor polisi untuk di mintai keterangan," ucap polisi itu.


"Iya Pak, saya akan bawa pacar saya dulu," ucap pria itu.


Alfazro dan pria itu pun kembali ke restoran tadi.


"Lho kamu nggak tunggu di sana dulu, kita pergi bersama-sama nanti," ucap pria itu saat melihat Alfazro pergi bersamanya.


"Aku makan belum bayar. Dan juga kamu saja yang pergi ke kantor polisi. Aku ada urusan," ucap Alfazro.


"Jangan gitu donk, polisikan minta keterangan kamu juga," ucap pria itu.


"Kamu aja yang pergi, kalau dia tanya beri aja keterangan yang kamu tau, aku beneran nggak bisa ke sana. Ada sesuatu yang harus ku urus," jawab Alfazro.


"Kamu ini gimana sih, kan polisi suruh datang ya datang saja, kita yang sebagai masyarakat yang baik harus datang donk," ucap pria itu ngotot.


Alfazro berhenti dan menatap pria itu balik. "Kalau aku tetap di paksa pergi ke kantor polisi juga, kalau gitu nggak guna juga aku bantu kalian. Lebih baik ku biarkan saja pencuri itu mengambil barang milik pacar mu, nggak perlu aku capek-capek ngejar pencuri itu sedangkan kamu dari tadi hanya nunggu. Selayang ucapan terima kasih saja kamu nggak ada ngucapi. Kamu juga nggak tau gimana aku nangkap pencuri itu, kamu juga nggak nanya apa aku baik-baik saja atau tidak setelah membantu mu. Kamu emang nggak tau terima kasih," ucap Alfazro meninggalkan pria itu.


Pria itu terdiam, ia pun berlari ingin menghampiri Alfazro, akan tetapi Alfazro tidak mempedulikannya.


Alfazro pun duduk di kursinya dan melihat di dalam makanan ada hewan kecil yang masuk ke dalam.


"Haishhhh, ada hewan pula di dalamnya, harus ganti makanan nih," ucap Alfazro. Alfazro pun mengangkat tangannya ingin memanggil pegawai restoran itu. Belum sempat Alfazro memanggilnya, pria tadi susah memanggil duluan.

__ADS_1


"Mbak!" panggil pria itu.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya pegawai itu mendekati pria tersebut.


"Tolong ganti makanan dia, makanan tadi dan makan yang pesan yang baru aku yang bayar," ucap pria itu.


"Nggak perlu! Aku bisa bayar sendiri, urus saja urusan mu sebagai warga yang baik," ucap Alfazro kesal.


Pria itu terdiam, ia merasa bersalah susah sedikit kasar pada orang yang sudah menolongnya tadi.


"Mbak ganti makanan saya ya, tapi saya nggak mau pakai uang dia, aku bayar sendiri," ucap Alfazro.


"Baik Tuan." angguk pegawai itu mengambil piring yang ada di meja Alfazro membawanya ke belakang.


"Ayo kita ke kantor polisi," ajak pria itu kepada pacarnya.


"Kenapa?" tanya pacarnya.


"Pencurinya usah di tangkap, jadi kita di minta keterangan," jawab pria itu sekilas melihat Alfazro.


"Kamu kenapa niat banget buat bayar dia makan?" tanya wanita itu.


"Karena dia yang udah nolongin buat nangkap pencurinya, bahkan dia kejar-kejaran dengan salah satu pencuri yang kabur," jawab pria itu.


[Ding Ding]


[Misi selesai]


[Selamat Anda mendapat penambahan saldo sebesar 10.000.000]


[Selamat Anda mendapatkan sebuah restoran]


[Selamat Anda mendapatkan 100 poin]


[Saldo \=42.000.000]

__ADS_1


[Kecepatan \=24]


[Kelincahan \=24


[Kekuatan \=24]


[Kecerdasan \=24]


[Level \=10]


[Poin \=400]


[Reward\= Restoran]


"Eh aku mendapat restoran juga ya, aku coba lihat di system deh," ucap Alfazro.


Akan tetapi tidak ada tampilan gambar restorannya.


"Lho kok nggak ada?" tanya Alfazro.


[Tentu saja Tuan, karena saat ini restoran yang cocok untuk Anda sedang di dalam pencarian atau masih loading]


"Weleh, bisa gitu juga rupanya," ucap Alfazro mengangguk-angguk mengerti.


Makanannya pun sampai dan ia pun melahap makanannya.


Triring! Triring!


Triring! Triring!


"Halo," jawab Alfazro.


"Kamu di mana? Kok akhir-akhir ini kamu jarang banget ke pasar lagi, kamu sedang sibuk ya?" tanya Gilang.


"Baiklah, aku ke sana setelah mandi," jawab Alfazro melihat hari sudah gelap.

__ADS_1


__ADS_2