
"Hm … Siapa dia ya? Tapi dari pakaiannya kami memakai seragam yang sama. Berarti kami dari sekolah yang sama donk, ya udah aku tumpangin deh," ucap Alfazro menepikan mobilnya di depan gadis tersebut.
Perlahan-lahan kaca jendela mobil pun terbuka.
"Ayo masuk, hujan makin deras, nanti terlambat ke sekolah," ajak Alfazro dengan menongolkan kepalanya.
Gadis itu awalnya ragu-ragu melihat ke arah Alfazro.
"Udah, ayo masuk. Aku nggak gangguin orang kok. Lagian sebentar lagi jam pelajaran akan sudah di mulai," bujuk Alfazro.
Gadis itu melihat Alfazro sejenak, karena niat tulus Alfazro ia pun masuk ke dalam.
Perlahan-lahan mobil pun melaju di jalanan, Alfazro harus berhati-hati membawa mobil di tengah hujan yang lebat, selain jalannya licin, percikkan air juga akan mengenai kendaraan yang lain.
Setelah beberapa menit terdiam, akhirnya Alfazro pun angkat bicara.
"Aku nggak pernah lihat kamu sebelumnya di sekolah? Kamu kelas berapa?" tanya Alfazro.
"Aku murid baru," jawabnya pelan.
"Ow, kalau murid baru kenapa nggak di antara aja, nanti pergi sendiri malah nyasar," ucap Alfazro.
__ADS_1
Gadis itu tersenyum sekilas secepat kilat. Dia tidak menjawabnya.
"Kamu kelas berapa?" tanya Alfazro.
"Kelas Xl," jawabnya singkat.
"Ooo." Alfazro tak berani untuk bertanya lagi, karena gadis yang di ajak bicara ini sepetinya membataskan diri. Wajar saja sih, dia adalah murid baru, jadi dia belum mengenal banyak karakter orang yang berbicara dengannya.
Mobil terus melaju dan tak lama mereka pun sampai di sekolahnya, Alfazro memarkirkan mobilnya di kendaraan roda 4.
Gadis itu buru-buru ingin keluar.
"Eh, tunggu dulu!" tahan Alfazro. Ia tak sengaja menahan tangan gadis tersebut.
Gadis itu mengambilnya dan ia pun segera pergi dari mobil Alfazro.
"Astaga! Larinya secepat sekali, aku juga nggak makan orang kok," ucap Alfazro manyun. Saat memeriksa lagi di mobilnya dan ternyata tidak ada payung lagi. Itu adalah satu-satunya payung di dalam mobilnya.
"Ah ya sudahlah, terobos sajalah," ucapnya keluar dari mobilnya dengan kepala di payungkan oleh tas.
Ia berlari di tengah hujan yang sedikit sudah mereda itu.
__ADS_1
Sedangkan gadis tadi melihatnya dengan datar tanpa ekspresi.
"Untung saja hujannya sudah tidak lebat, jadi bajuku nggak basah," ucap Alfazro mengambil tissue di dalam tasnya dan mengelap bajunya yang terkena hujan tadi.
Gadis itu tadi datang dan tiba-tiba saja mengambil tissue dari tangan Alfazro dan ikut membantu mengelapnya.
"Eh, kamu? Kenapa nggak masuk ke kelas mu?" tanya Alfazro. Gadis itu tidak menjawab, ia terus mengelap baju Alfazro.
Alfazro pun jadi diam dan ia mengelap celananya yang juga terkena hujan.
"Sudah agak kering, aku masuk ke kelas dulu, kelas mu di mana?" tanya Alfazro.
"Di sini," jawabnya menunjuk di kelasnya.
"Eh, kita satu kelas," jawab Alfazro dengan mata berbinar.
"Ini payung mu, terima kasih," ucap gadis itu memberikan payung itu kembali ke pada Alfazro.
"Eh, tidak usah, ambil saja," tolak Alfazro.
"Aku tadi hanya minjam, jadi harus aku pulangi," jawab gadis itu datar.
__ADS_1
"Tidak perlu, aku beri payung ini pada mu saja dan terimalah," ucap Alfazro berharap.