System Rich Over Famous

System Rich Over Famous
BAB 55


__ADS_3

Mereka pun masuk kembali ke dalam mobil dan melaju di jalanan.


"Restorannya aku yang pilih ya," ucap Alfazro.


"Baiklah." angguk Alfazira.


Alfazro tersenyum karena ia bisa menuju ke restorannya saja. Ini namanya sekali dayung 2-3 pulau terlampaui.


Duk!


Tiba-tiba saja mobil mereka seperti sedang menghantam sesuatu membuat Alfazro dan Alfazira terguncang di dalamnya.


"Ada apa ini?" tanya Alfazira merasa khawatir.


"Entahlah," jawab Alfazro mengangkat bahunya. Ia memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.


Alfazro pun keluar dari mobil dan memeriksa sesuatu yang mereka tabrak tadi. Alfazro melihat sebuah tas hitam besar yang cukup besar, ia pun mengambilnya.


"Apa ini ya?" tanya Alfazro melihat isi dalam dan ia sangat terkejut saat melihatnya, ia pun berlari masuk ke dalam mobilnya.


"Apa itu?" tanya Alfazira penasaran isi dalamnya.


"Ini," ucap Alfazro memperlihatkan isi dalamnya. Alfazira terkejut karena isi dalamnya adalah beberapa sebanyak api.


"Apa! Ini jangan punya polisi yang terjatuh nggak?" tebak Alfazira.


"Aku rasa tidak, ini pasti milik mafia. Soalnya di sini tidak ada kodenya, dan kode ini pun asing, ini pasti penjualan senjata api ilegal," ucap Alfazro melihat senjata api asli itu.

__ADS_1


"Jadi gimana ini? Mau kamu apakan senjata api ini?" tanya Alfazira.


"Hm … Aku simpan dulu, nanti aku akan serahkan pada polisi," ucap Alfazro.


"Iya, lebih aman begitu," ucap Alfazira.


Tampa sadar, mobil mereka sedang di perhatian oleh sebuah mobil yang lain.


Alfazro pun melajukan mobilnya untuk menuju ke restorannya.


Tak berapa lama mereka pun sampai di restoran Alfazro.


"Di sini saja nggak apa-apa ya," ucap Alfazro.


"Enggak apa-apa kok, asalkan kamu suka aja," jawab Alfazira tersenyum.


Mereka pun keluar dari mobil dan masuk ke dalam restoran.


"Tolong siapkan makanan untuk kami berdua," pinta Alfazro.


"Baik Tuan." angguk pengurus Deval.


"Kau di sambut langsung oleh pengurus restoran ini, kau pemiliknya?" tanya Alfazira menekuk alisnya.


"Iya. Ayo duduk," ajak Alfazro mengajaknya duduk di kursi kosong di dekat jendela.


Mereka berdua pun duduk di kursi saling berhadapan.

__ADS_1


"Kamu itu sangat luar biasa ya, di umur mu yang sekarang masa depan mu udah cerah banget, orang yang mendapatkan mu pasti sangat beruntung," ucap Alfazira.


"Wah, terima kasih atas pujianmu," ucap Alfazro.


[Ding Ding]


[Misi baru]


[Meleraikan pertengkaran antara istri dan selingkuhan]


[Hadiah 50.000.000]


[Status misi Sedang berlangsung]


Alfazro melihat ke kiri dan kanan tidak ada tanda-tanda adanya pertengkaran.


'Ya sudah, tugas ku untuk meleraikan, bukan mencegah,' batin Alfazro santai.


Tak lama kemudian, makan mereka pun sampai.


"Silakan Nona, Tuan," ucap pegawai itu.


"Terima kasih," ucap Alfazira tersenyum.


Alfazro mengambil makanannya dan ingin memasukkan ke dalam mulutnya.


Tiba-tiba saja seroang wanita dengan sedikit lemak di tubuhnya datang masuk dengan murka, ia menuju sebuah meja yang berada di nomor 04 dan langsung menggerebek meja tempat seorang pria dan wanita sedang makan.

__ADS_1


Brakkk!


"Oh, jadi selama ini, ini kerjaan mu ya! Makan sama perempuan lain! Aku ini istri sah kamu Mas, tapi kamu malah buang-buang duit demi perempuan asing! Kamu itu sadar diri nggak sih!" teriak wanita itu menunjuk-nunjuk ke arah pria tersebut.


__ADS_2