System Rich Over Famous

System Rich Over Famous
BAB 45


__ADS_3

Alfazro mengambil bukunya dan ia mencatat soalnya di buku lalu mengerjakan jawabannya.


"Selesai," ucap Alfazro meletakan bukunya di atas meja dan ia kembali melihat ponselnya.


"Hey! Kau secepat sekali selesainya? Kau pasti mengerjakannya dengan asal-asalan kan?" tebak Alfazira.


"Ini kamu lihat sendiri jawabannya," ucap Alfazro memberikan bukunya kepada Alfazira.


Alfazira baru mengerjakan 2 soal dan ia membandingkan jawaban miliknya dengan Alfazro.


"Lho? Cara kamu singkat banget? Bagaimana kamu melakukannya?" tanya Alfazira kaget.


"Ya itu karena aku orangnya nggak mau ribet menghabiskan buku cuma buat jawaban aja," jawab Alfazro santai.


"Songong amat kamu," ucapannya yang memperhatikan jawaban Alfazro.


"Jangan di contek ya," ucap Alfazro terkekeh.


"Ish, aku cuma lihat cara kamu mengerjakan jawaban yang singkat ini aja," jawabnya manyun.


"Aku tidak tahu jika ternyata kamu bawel juga, tadi aku pikir kamu hemat suara," goda Alfazro.


Alfazira melihat sekilas lalu melihat kembali ke arah buku Alfazro.


"Kamu pindah ke sini kenapa? Di sana nggak enak ya? Ayah kamu pindah kerja di sini? Atau kamu di bully di sana maka makanya kamu pindah di sini, benar kan?" tebak Alfazro.


Alfazira menatap Alfazro datar, ia menarik nafasnya agar tetap tenang mengerjakan tugasnya.


"Kamu ini ya …."

__ADS_1


Alfazro memasang senyum lebar membuat Alfazira nggak jadi marah.


"Ayo anak-anak, sebentar lagi jam istirahat," ucap buk Mei mengingatkan.


Mereka pun buru-buru menyelesaikan soalnya.


Jam istirahat pun datang, para murid mengantar soalnya.


Saat jam pelajaran di mulai, Alfazro tidak mendapati Alfazira duduk di sampingnya.


"Kemana Alfazira pergi?" tanya Alfazro heran karena Alfazira tidak masuk kelas.


[Ding Ding]


[Misi baru]


[Menyelamatkan Alfazira dari Bullyan]


[Status misi: Sedang berlangsung]


"Apa! Jadi Alfazira di bully? Aku harus menolongnya." Alfazro pun buru-buru keluar dari kelas.


"Buk, permisi," ucap Alfazro mengangkat tangannya dan ia berlari.


"Eh, kemana aku harus pergi nih?" tanya Alfazro.


[Klik di sini untuk membuka]


[Klik]

__ADS_1


Alfazro mencari di mana keberadaan Alfazira, dan ia mendapati sebuah titik merah. Alfazro pun mengikuti arah titik merah itu dan ia mendapati di sebuah toilet.


Alfazro mencoba untuk membukanya, akan tetapi terkunci dari dalam.


"Hey! Buka pintunya!" panggil Alfazro mengendor pintu toilet.


"Hey! Ini toilet perempuan! Kamu itu laki-laki ngapain di toilet perempuan, dasar mesum!" teriak suara wanita.


"Akh! Aku tidak peduli," jawab Alfazro mendobrak pintu toilet itu dan pintu pun terbuka dan terlihatlah jika Alfazira basah kuyup.


"Alfazira!" Alfazro langsung mendekatinya. Mereka yang membullynya pun kabur.


"Hey! Jangan lari!" teriak Alfazro ingin mengejar para murid perempuan tersebut.


Alfazira memegang tangan Alfazro. "Jangan!" larangnya.


"Kenapa? Kamu sudah di bully seperti ini apa ku ingin membiarkan mereka begitu saja?" tanya Alfazro dengan nada tinggi.


"Dari pada kau mengejar mereka lebih baik tolong aku dulu," ucapnya tersenyum.


"Eh iya." Alfazro memegang tangan Alfazira dan mengangkatnya untuk berdiri.


"Kamu udah sakit begini masih bisa tersenyum," ucap Alfazro.


"Aku tidak apa-apa," jawabnya sambil memegang pinggangnya.


"Haishhhh, baru satu hari masuk sekolah kau malah dapat perlakuan seperti ini? Apa mereka mengenalmu?" tanya Alfazro membawanya keluar dari toilet.


"Iya, aku tidak menyangka jika malah satu sekolah," jawabnya mengiyakan.

__ADS_1


"Haishhhh, ya sudah, aku antar kamu pulang," ucap Alfazro.


__ADS_2