
"Hush! Kamu ini ngomong jangan gitu donk, dia juga nggak mau nggak punya orang tua," ucap buk Mei.
"Nggak apa-apa Buk, ada hikmah di balik musibah, setidaknya aku bisa hidup mandiri. Tidak seperti dia, udah umur belasan tahun masih aja di bawah ketek orang tua," ucap Alfazro terkekeh.
"Sudah, kalian jangan saling mengejek, kalian itu teman satu lokal, harus kompak. Tak lama lagi ada penilaian setiap kelas atas kerja samanya, ibu nggak mau kelas kita kalah karena kalian yang seperti ini," ucap buk Mei.
Fairus pun kembali duduk di kursi menatap tajam ke arah Alfazro karena Alfazro saat itu mengejeknya.
"Baiklah, formulir ini nanti malam kalian fotokan dan kirim pada ibu lewat WA ya, jadi mana yang ikut malamnya langsung menyiapkan keperluan kalian biar paginya nggak keteteran. Kalian bawa kendaraan sendiri hanya sampai di sekolah aja ya, jadi kendaraan kalian boleh di titipkan di sekolah saja," ucap buk Mei.
"Hari ini kita belajar satu mata pelajaran saja ya, setelah ini kalian boleh pulang untuk bersiap, para guru juga ingin mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan juga. Jadi pagi ini belajar yang serius ya." buk Mei pun memulai pelajaran.
"Kamu … sudah nggak punya orang tua lagi?" tanya Alfazira ragu-ragu.
"Iya." angguk Alfazro.
"Kedua-duanya?" tanya Alfazira penasaran.
"Iya."
Alfazira terdiam, ia tak berani bertanya karena takut mengingat ia pada masa lalunya, tapi ia terus menatap Alfazro, antara iba dan bangga.
"Kenapa kau menatap ku seperti itu? Nanti jatuh cinta lho," goda Alfazro sambil tersenyum.
Alfazira menggeleng sambil tersenyum, ia pun melihat ke papan tulis.
★★★
__ADS_1
Pelajaran pun selesai, terdengar bel pulang sekolah dan para murid berhamburan keluar dari kelas.
"Jadi ikut aku nggak?" tanya Alfazro.
"Hm … jadi, sekalian aku mau beli perlengkapan untuk kemah besok," ucap Alfazira.
"Iya, aku juga harus beli peralatan, ya udah kita langsung berangkat aja." Alfazro berjalan terlebih dahulu dan di ikuti Alfazira.
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan melaju di jalanan.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Alfazro melihat titik lokasi toko baju, ia ingin ke toko baju mungkin Alfazira membutuhkan pakaian untuk dibawa ke kemah besok.
"Kamu besok pergi dengan siapa?" tanya Alfazro melihat ke depan sambil fokus menyetir.
"Mungkin di antar."
"Aku jemput aja gimana?" tawar Alfazro.
"Hm … boleh, aku tunggu di tempat kemaren aja ya," jawab Alfazira.
"Oke, pokoknya kalau aku udah berangkat aku kasih tau kamu. Tapi aku nggak punya nomor telepon mu," ucap Alfazro.
"Ya udah, beri aku nomor mu, nanti ku simpan dan aku chat kamu," ucap Alfazira.
__ADS_1
Alfazro memberikan ponselnya kepada Alfazira.
Dengan menekuk alis Alfazira mengambil ponsel tersebut.
Bentuk yang beda dari ponsel biasanya, saat ia lihat pun juga berbeda.
"Hm ini gimana menggunakannya?" tanya Alfazira kebingungan.
"Ha? Masa kamu nggak bisa menggunakannya? Kan kamu juga punya ponsel," ucap Alfazro.
"Tapi ponselmu beda dari ponsel yang pernah aku temui," jawab Alfazira.
"Ah masa sih?" tanya Alfazro mengambil ponsel Alfazira dan melihat fitur di dalamnya.
"Weleh, kok beda?" tanya Alfazro membulatkan matanya. Ia baru sadar, selama ini ia tidak punya ponsel, seperti ini. Dulu punya pun ponsel jadul yang sudah lama di mana orang-orang sudah memakai ponsel canggih.
Saat ponsel itu rusak, ia pun tak punya ponsel lagi dan tidak pernah lagi memainkan ponsel canggih model sekarang.
"He-he-he, aku juga nggak bisa memainkan ponsel kamu," ucap Alfazro cengengesan.
Ia mengembalikan ponsel itu kepada Alfazira dan Alfazira mengembalikan ponsel Alfazro kepada Alfazro. Alfazro mecari kontak di telponnya dan memberikan kepada Alfazira.
Alfazira pun mencatatnya dan menyimpannya.
"Oke, udah aku simpan nanti aku chat kamu," ucap Alfazira menyimpan kembali ponselnya ke dalam tasnya.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di sebuah toko baju.
__ADS_1
"Kok kamu tau kalau aku mau ke toko pakaian?" tanya Alfazira.