
Mereka pun mencari-cari. Sebagian ada yang hanya berjalan tanpa mencari apa-apa. Ada juga yang hanya celingak-celinguk. Ada yang benar-benar mencari seperti Alfazro.
Alfazro mencari sendirian dengan senter ponselnya. Karena menurutnya mencari berombongan seperti itu akan buang-buang waktu karena di antara mereka ada yang tida mencari.
"Hey Alfazro!" panggil seseorang yang ternyata seorang murid mengikutinya dari belakang. Ia bernama Weli.
"Eh kamu, kenapa nggak bersama rombongan saja," ucap Alfazro.
"Dari yang aku lihat mereka benar-benar mencari atau tidak. Ya sudah kita cari dengan benar agar cepat ketemu," ucap Weli.
"Kamu nggak takut?" tanya Alfazro penasaran.
"Sebenarnya takut, hanya saja sudah terbiasa," jawabnya berjalan terlebih dahulu. Alfazro pun mengikuti Weli dan terus mencarinya.
"Berarti itu kamu sudah bertemu dengan hal-hal seperti ini sebelumnya?" tebak Alfazro.
"Iya." angguknya.
'Aku harus cepat menemukannya nih agar semua bisa istirahat,' batin Alfazro saat melihat beberapa kelompok terlihat ketakutan.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
[Pencarian tubuh milik gentayangan di bukit]
Memuat…
Loading…
Mulai…
10%…
20%…
30%…
__ADS_1
40%…
50%…
60%…
70%…
80%…
90%…
100%…
Selesai.
[Pendeteksi di mulai]
System yang ada di depan Alfazro bagaikan kacamata pendeteksi, setiap apa yang di lihat Alfazro, system' akan memberi tahu jika di tempat itu apa ada sesuatu yang di cari Alfazro atau tidak.
"Sepertinya di sini tidak ada, ayo kita cari di sebelah sana saja," ajak Alfazro.
[Terdeteksi]
[Bagian barat]
"Hey! Ayo ikut aku," ucap Alfazro cepat.
"Apa kau menemukannya?" tanya Weli.
"Kira-kira begitulah," jawab Alfazro yang berjalan cepat. Weli mengikuti Alfazro dari belakang dan mereka berjalan cepat ke arah barat.
[Terdeteksi]
[Terdeteksi]
[Pencarian tubuh di temukan]
__ADS_1
"Hey! Ada di sini," ucap Alfazro.
"Ha? Di mana?" tanya Weli antusias.
"Sepertinya di kubur di dalam sini deh. Ayo kita gali," ucap Alfazro melihat ke kiri dan kanan untuk mencari kayu.
"Ah, itu dia." Alfazro pun mengambil sebuah kayu yang cukup besar, ia pun mulai mengali tanah itu.
Melihat itu Weli juga tak tinggal diam, ia juga mencari kayu dan ikut mengali.
"Semoga aja beneran ada di sini," ucap Weli.
"Mereka sedang apa itu?" tanya salah satu kelompok yang melihat sebuah cahaya ponsel yang menerangi tanah yang di gali.
"Ayo kita ke sana," ajak pak Hendra.
Mereka pun mendekati Alfazro.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya pak Hendra.
"Aku merasakan jika di sini ada sesuatu pak," ucap Alfazro.
"Apa ada yang janggal di tempat yang kalian gali ini?" tanya pak Hendra lagi.
"Ya kira-kira begitulah," jawab Alfazro yang terus menggalinya.
"Baiklah, Bapak juga akan membantu kalian," ucap pak Hendra juga mengambil kayu dan mulai menggali.
"Kalian senter ke arah sini, sisanya ayo bantu agar cepat," perintah pak Hendra.
3 orang memegang senter dan sisanya ikut mengali.
Beberapa saat kemudian.
"Di mana ini? Kok nggak ada apa-apa," ucap salah satu murid protes.
"Iya Alfazro, kita bahkan sudah mengali setengah meter tapi tidak menemukan apa-apa," ucap pak Hendra.
__ADS_1
"Aku yakin ada di sini Pak, jika kalian kelelahan biar aku sendiri yang menggalinya," ucap Alfazro yakin.