System Rich Over Famous

System Rich Over Famous
BAB 63


__ADS_3

"Ya iya, gimana ada beritanya, temannya abangku itu nggak pernah keluar kamar. Saat abangku datang bersama teman-temannya ingin bertemu dengannya malah ia tidak ingin keluar, akhirnya mereka tidak mendapatkan cerita apa-apa," jelas Atta.


Mereka mengangguk-angguk sambil melahap makanannya.


"Memangnya kenapa kamu bertanya?" tanya Atta.


"Hm tidak ada, hanya saja tempat ini katanya sering di datangi oleh orang yang ingin berkemah, tapi terlihat tempat ini seperti sudah lama tidak di datangi, bahkan rumput-rumput juga sudah hampir menutupi lapangan. Tempat ini tidak terlihat seperti rumput di biarkan begitu saja, pasti setiap yang datang pasti membersihkannya," jawab Alfazro.


"Ah, itu mah tidak penting tau," ucap Ali menatapnya sayup.


Mereka pun melahap makanannya sampai habis dan mereka pun beristirahat di dalam tenda.


"Ya ampun, di dalam panas banget, aku tidur di luar ah," ucap Ali keluar dari tenda dan di ikuti Atta.


"Baguslah mereka keluar, setidaknya tempat ini jadi nggak sempit," ucap Alfi.


Di siang hari karena panas terik cuaca agak panas, akan tetapi jika malam hari tempatnya akan menjadi dingin.


Alfazro dan Alfi pun tidur di dalam tenda meskipun sedikit panas.


Di dalam mimpi Alfazro, ia di datangi sosok asap itu dan berbetuk seperti manusia.

__ADS_1


Ia mendekati Alfazro membuat Alfazro terkejut.


"Kau … kau siapa kau!" teriak Alfazro terbata-bata.


"To … long … a … ku … to … long … te …mu … kan tu … buh … ku …."


"Apa! tubuhmu? Kenapa aku harus mencari tubuhmu?" tanya Alfazro menekuk alisnya.


"To … long," ucap asap hitam itu lagi.


"Tapi … di mana tubuhmu?" tanya Alfazro.


Akan tetapi asap itu tiba-tiba memudar dan terbang ke langit.


Seketika ia pun bangun.


"Hey! Kamu ini kenapa teriak!" ucap Alfi juga terbangun dari tidurnya karena teriakan Alfazro yang sangat kuat itu.


"Eh, aku … sepertinya mimpi …."


"Mimpi apa kau siang bolong begini sampai teriak begini?" tanya Alfi mengucek matanya.

__ADS_1


"Hm … aku mimpi indah, eh aneh maksudnya," ucap Alfazro berpikir.


"Aneh apa? Apanya yang aneh?" tanya Alfi penasaran.


"Ada sosok asap hitam datang, dia minta tolong temukan tubuhnya, tapi aku nggak tau di mana tubuhnya, kira-kira mimpi di siang bolong beneran nggak sih?" tanya Alfazro.


"Hm … bisa iya, bisa enggak, tapi entahlah, nggak tau juga. Lebih baik usah pikirkan itu, kita di sini untuk bersenang-senang, lupakan itu," ucap Alfi kembali baring.


Karena sudah terbangun, Alfazro sudah tidak bisa tidur lagi, ia keluar dari tenda dan melihat sekeliling, ada sebagian di dalam tenda sebagian lagi sedang duduk bersantai bermain gitar.


"Ah, ikut ngumpul di sana saja lah," ucap Alfazro berjalan mendekati perkumpulan yang sedang bermain gitar tersebut.


"Kalian tidak istirahat? Setelah ini para lelaki mencari kayu bakar untuk memanggang daging dan untuk api unggun nanti malam lho," ucap buk Mei.


"Kamu tidak ngantuk kok Buk," ucap mereka.


"Ya sudah, asal di suruh nanti jangan alasan mengantuk ya," ucap Buk Mei meninggalkan para muda mudi itu.


"Iya Buk," jawab mereka.


Mereka kembali bermain gitar dan Alfazro hanya melihat mereka bermain gitar.

__ADS_1


"Wah, sangat seru ya bisa main gitar, aku juga ingin bisa bermain gitar," ucap Alfazro kagum.


__ADS_2