System Rich Over Famous

System Rich Over Famous
BAB 46


__ADS_3

"Tapi apa boleh begini? Kita masih di jam pelajaran? Lagian ada penjaga di depan gerbang," ucap Alfazira khawatir.


"Udah nggak apa, aku bisa mengatasinya," ucap Alfazro membawa menuju mobilnya.


"Maaf ya, aku nggak bawa jaket," ucap Alfazro setelah mereka masuk ke dalam mobilnya.


"Nggak apa kok, untung kamu datang menolongku, jika tidak aku mungkin akan lebih parah dari ini," ucap Alfazira.


"Sama-sama. Apa kamu siap?" tanya Alfazro.


"Siap apa?" tanyanya.


"Gunakan sabuk pengamanmu dengan benar dan pegangan yang kuat," ucap Alfazro mengambil sabuk pengamannya dan memasangnya untuk Alfazira. Ia juga mengambil tangan Alfazira dan meletakkan di penggangan di atas kepalanya.


"Pegang yang erat ya," ucap Alfazro menghidupkan mesin mobilnya. Ia mengeluarkan mobilnya dan memundurkannya.


Dengan tancap gas, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi lalu mobilnya terbang melewati gerbang sekolah.


Alfazira menjerit ketakutan dan memejamkan matanya.


Mobil pun mendarat dengan bebas, dan mobil kembali berjalan meluncur dengan tenang.


[Ding Ding]

__ADS_1


[Misi selesai]


[Selamat Anda mendapat penambahan saldo sebesar 20.000.000]


[Selamat Anda mendapatkan sebuah toko pakaian]


[Selamat Anda mendapatkan 100 poin]


[Saldo \=61.800.000]


[Kecepatan \=27]


[Kelincahan \=27]


[Kecerdasan \=27]


[Level \=11]


[Poin \=500]


[Reward\= Toko pakaian]


'Wah, aku dapat toko baju, dengan begini teman-teman ku punya pekerjaan,' batin Alfazro.

__ADS_1


"Kamu baik banget pada ku, terima kasih banyak ya," ucap Alfazira.


"Eh iya, aku mau tanya sesuatu, ini sih kalau kamu jawab, nggak jawab juga nggak apa-apa," ucap Alfazro.


"Tanya apa?"


"Kamu pindah ke sini karena apa? Dan bagaimana kamu bisa kenal mereka?" tanya Alfazro penasaran.


"Sebenarnya … di sekolah ku yang lama ada beberapa pria yang menyukai ku, bukan beberapa sih, hampir rata-rata sih. Di antara pria yang menyukai ku ada yang ditaksir oleh murid sekolah kamu, dan itu mereka. Mereka nggak terima jika orang yang mereka sukai itu menyukai ku, aku sudah menjelaskan berkali-kali pada mereka tapi mereka nggak mau dengar, aku juga udah bilang pada pria itu agar menjauhi ku, tapi tidak ada yang peduli. Jadi aku harus gimana? Satu-satunya cara ya aku pindah sekolah, tapi siapa sangka jika aku malah satu sekolah dengan mereka. Benar-benar dah, takdir mempermainkan ku," jelas Alfazira panjang lebar.


"Wah, ternyata kau sangat populer ya, wajar sih, kamu cantik banget soalnya, jangan perempuan, pria saja iri dengan kecantikan yang kau miliki," ucap Alfazro.


Alfazira tersenyum.


"Tapi setelah ini, apa kamu akan pindah lagi?" tanya Alfazro khawatir, karena ia baru kenal hari ini.


"Hm … sebenarnya aku sudah pindah 4 kali dalam satu tahun ini, aku juga sudah pernah pindah keluar negeri, tapi tetap sama saja. Entah sekolah mana aku bisa bertahan," jawabnya.


"Hm … Alfazira, kamu mau nggak bertahan di sekolah ini, aku bantu kamu untuk bertahan di sekolah ini agar kamu tidak perlu pindah lagi," ucap Alfazro.


"Aku juga begitu, aku juga tidak ingin pindah lagi, aku juga kasihan lihat mama papa aku yang sudah ngikuti keinginan ku, jika aku tidak menghadapi langsung bagaimana aku bisa bertahan," ucapnya.


"Syukurlah jika begitu, oh ya rumah kamu di mana?" tanya Alfazro.

__ADS_1


"Di jalan bunga melati nomor 20," jawabannya.


__ADS_2