
"Apa yang di katakan Ibuk ini benar, jika ingin cari cantik 10 orang tidak akan cukup, jadi syukuri apa yang sudah Bapak miliki. Saat Bapak sudah menikahi Ibuk ini, itu berarti Bapak sudah siap menjadi pendamping hidupnya dalam keadaan apa pun. Saat Bapak membawanya keluar dari rumah orang tuanya itu berarti Bapak sudah berjanji untuk menjaganya dan tidak menyakitinya. Jika Bapak menikahi dia untuk menyakitinya, untuk apa Bapak datang ke rumahnya untuk mengambil dia dari orang tuanya, Bapak renggut kebahagian dia bersama orang tuanya tapi sekarang malah Bapak terlantarkan," ucap Alfazro panjang lebar seolah-olah mengerti tentang kehidupan.
"Aku … aku hanya main-main saja kok," jawab bapak itu berdalih.
"Apa kamu bilang! Hanya bermain? Bukannya selama ini kamu bilang ingin menikahi ku dan akan menceraikan istri mu yang sudah kucel ini! Jadi semua ini hanya bohong! Aku tidak mau menikah dengan mu Mas! Aku bukan wanita rendahan!" teriak selingkuhannya.
"Sejak Anda menerima pernyataan cinta Bapak ini, itu sudah menandakan jika Anda sudah rendahan, ngapain Anda terima pria yang sudah beristri, apa Anda tidak sadar jika Anda sudah menjadi selingkuhannya?" tanya pengurus Deval terlihat geram.
"Ikh! Sungguh menyebalkan! Mulai sekarang kau jangan pernah cari aku! Aku nggak Sudi bertemu dengan kamu lagi!" ucap wanita selingkuhannya pergi meninggalkan mereka semua dan pergi menuju ke pinggir jalan untuk mencari taksi.
"Sayang tunggu dulu! Aku bisa jelaskan!" panggil bapak itu kepada selingkuhannya.
__ADS_1
"Berhenti di sini! Kita belum selesai, jadi ayo kita selesaikan sekarang juga!" hardik Ibu itu.
Bapak itu terdiam dan tidak jadi mengejar wanita selingkuhannya.
"Jadi … jika kau ingin menikahinya maka nikahlah dengannya, kita harus berpisah sampai di sini, hak asuh anak ada di tanganku," ucap ibu itu meskipun sakit, tapi ia harus mengambil keputusan.
"Mana bisa begitu, anak ada dua, aku akan mengambil si sulung!" ucap bapak itu protes.
"Mengambilnya lalu mengajarkan anak Anda untuk selingkuh dan menurunkan sifat Anda pada anak Bapak?" tanya Alfazro menatap bapak itu tajam.
Alfazro menjadi iba pada ibu tersebut, bagaimana seorang ibu yang sudah lelah mengurus anak-anak tapi di balik itu ia di sakiti, mentalnya sungguh tertekan dengan keadaan seperti ini. Itu pasti menyakitkan.
__ADS_1
Perpisahan adalah satu-satunya untuk ia menenangkan hatinya agar tidak di sakiti untuk kedua kalinya, orang yang dia cintai juga malah lebih memilih selingkuhannya karena cantik..
Dirinya yang kucel karena mengurus anak-anak malah tidak di anggap, tak ada gunanya untuk mempertahankan pernikahan yang sudah ternoda itu.
"Jadi inilah keputusan ku, sampai ketemu nanti di pengadilan," ucap Ibu itu berbalik badan pergi dengan hati yang berderai.
Ia tak bisa menahan tangisnya dan ia pun menangis meskipun jalan sudah tertutup air mata.
Bapak itu tampak kesal, ia pun ingin pergi dari restoran tersebut.
"Hey Pak! Mau kemana dulu!" panggil Alfazro.
__ADS_1
"Kenapa lagi! Kalian sudah membuat hidupku hancur begini masih berani memanggil aku!" balas bapak itu.
"Hey! Bayar dulu makanan mu! Restoran ku bukan tempat orang makan gratis," ucap Alfazro.