System Rich Over Famous

System Rich Over Famous
BAB 35


__ADS_3

"Kau yang kejam Andi, aku tidak pernah mengusik mu tapi kau malah menganggu ku, sepertinya kau tidak punya kerjaan. Dan sekarang kau punya kerjaan kan? Jadi kerjakan saja apa yang harus kau lakukan," ucap Alfazro.


Ambulan pun datang, kepala sekolah membantu untuk membawakan mama Andi masuk ke dalam ambulan. Andi juga ikut untuk menjaga mamanya.


Suasana pun menjadi canggung setelah kepergian Andi.


Kepala sekolah naik ke atas podium dan mengambil mikrofonnya.


"Anak-anak ku sekalian, ini adalah pelajaran berharga untuk kita semua. Ingat, Bapak tau manusia memang tidak ada yang sempurna., tapi jangan lakukan kesalahan yang fatal padahal kalian sendiri tau kesalahan itu. Jadi anak-anak ku setelah dewasa nanti kalian jangan tiru kejadian tadi, bukan hanya merusak hati dan merusak pikiran, itu juga akan berdampak buruk bagi kehidupan kita. Jika kalian ingin hidup aman tentram dan damai, jadilah manusia yang bijak dan menghargai hidup," ucap kepala sekolah.


"Baik Pak," jawab mereka bersamaan.


"Jadi untuk Buk Mei tidak jadi di keluarkan dari sekolah. Dan Alfazro kamu akan mendapatkan penghargaan dari sekolah," ucap kepala sekolah.


Buk Mei pun langsung memeluk Alfazro sambil menangis kegirangan karena ia tidak jadi di keluarkan dari sekolah.


Alfazro manyun karena di peluk erat oleh buk Mei dan ia menangis di bahu Alfazro.


"Buk, tolong jangan jatuhkan ingus Anda di baju saya," ucap Alfazro mengingatkan.


"Eh, maaf-maaf, saking senangnya ibu lupa," ucap buk Mei menyeka air matanya.


"Baiklah anak-anak, kita lanjut untuk melanjutkan pelajaran hari ini," ucap kepala sekolah.


"Baik Pak," jawab mereka.


Para murid pun bertebaran menuju kelas masing-masing.


"Aku tidak menyangka akan jadi seperti ini, Alfazro sudah membalaskan dendamnya kepada Andi, lalu bagaimana mereka?" tanya Rendi sedikit merinding.

__ADS_1


"Kan hanya Andi saja yang melakukan kesalahan besar pada Alfazro, kita tidak terlalu besar melakukan kesalahan, jadi kita cukup meminta maaf saja padanya," saran Leo.


Tiba-tiba saja dari belakang, bahu mereka di pegang oleh seseorang membuat mereka terkejut.


"Hai, kalian ingin minta maaf pada ku?" tanya Alfazro.


"Eh, i-iya." angguk mereka terpaksa.


"He-he-he, aku punya pekerjaan untuk kalian setelah pulang sekolah, sebagai tanda permintaan maaf. Tapi jika kalian tidak mengikuti perintah ku maka nasib kalian mungkin akan sama dengan Andi atau mungkin lebih parah karena kalian sudah membantu Andi. Jadi bagaimana menurut kalian?" tanya Alfazro dengan senyum manis namun menyeramkan.


"Ekh … ba-baiklah." angguk mereka ketakutan melihat senyum Alfazro yang mengerikan itu.


"Bagus, aku sangat menanti uluran tangan kalian," ucap Alfazro menepuk pundak Leo dan Rendi sambil tersenyum dan ia pun melewati mereka berdua masuk ke dalam kelasnya.


"Aduh, bagaimana ini? Bagaimana kalau dia meminta kita melakukan sesuatu yang mengerikan?" tanya Leo ketakutan.


[Ding Ding]


[Selamat Anda mendapat penambahan saldo sebesar 5.000.000]


[Selamat Anda mendapatkan sebuah cafe]


[Selamat Anda mendapatkan 80 poin]


[Saldo \=11.000.000]


[Kecepatan \=17]


[Kelincahan \=17]

__ADS_1


[Kekuatan \=17]


[Kecerdasan \=17]


[Level \=8]


[Poin \=200]


[Reward\= Cafe]


"Eh, seperti ini juga dapat hadiah tersembunyi ya, mana dapatnya tempat usaha lagi, tapi nanti aku harus beri pelajaran kepada 2 orang bocah nakal itu," ucap Alfazro.


Pak Hendra pun masuk ke dalam kelas.


"Baiklah anak-anak, kita lanjut pelajaran hari ini ya, lupakan masalah tadi, karena tidak ada manfaatnya jika di tiru. Tapi jadilah pelajaran buat masa depan," ucap pak Hendra.


***


Pelajaran usai. Terlihat Rendi dan Leo ingin kabur.


"Hey! Mau kemana kalian?" tanya Alfazro menarik baju mereka.


Seketika kedua orang itu berhenti dan mematung.


"Ayo aku bawa kalian," ajak Alfazro menarik keduanya lalu membawanya masuk ke dalam mobilnya.


Mereka sangat terkejut karena mereka masuk mobil mewah dan lebih terkejutnya itu adalah milik Alfazro.


"Ini mobil dia?" bisik Leo.

__ADS_1


"Lalu mobil siapa lagi," ucap Rendi.


__ADS_2