
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Alfazro mencari titik lokasi pria tersebut dan ternyata mereka berada belum jauh dari restoran.
"Ayo ke sana," ajak Alfazro. Mereka pun lari menuju sebuah tempat karaoke yang jaraknya 200 meter dari restoran.
Sangat aneh bukan? Seharusnya setelah mencuri mereka harusnya langsung lari jauh, tapi mereka malah lari ke sebuah karaoke.
"Aku merasakan jika mereka ada di dalam," ucap Alfazro.
"Ha? Di dalam karaoke ini? Masa sih?" tanya pacar wanita itu menekuk alisnya merasa heran.
"Ayo saja, aku yakin dia ada di dalam," ucap Alfazro karena masih melihat titik lokasi kedua pria tersebut.
"Selamat datang Tuan, Anda ingin pesan berapa kamar?" tanya pegawai karaoke itu saat melihat Alfazro dan pria itu sedang melihat ke dalam tempat tersebut.
"Kami sedang tidak ingin memesan kamar, hanya saja teman kami telpon menyuruh kami ke sana," jawab Alfazro berdalih.
"Oh, nomor berapa? Mungkin bisa kami antar," ucap pegawai itu.
"Ehm … Tidak usah, kami akan ke sana sendiri," ucap Alfazro.
"Baiklah jika begitu," ucap pegawai itu mengangguk.
"Ayo," ajak Alfazro.
"Kamu yakin ada di sini?" tanya pria itu ragu-ragu.
"Ayo masuk saja," ajak Alfazro. Mereka pun berjalan dan Alfazro berdiri di depan sebuah pintu.
__ADS_1
Ia sangat yakin jika mereka ada di dalam.
Alfazro meneken bel kamar, jika hanya di ketuk maka tidak akan terdengar karena dentuman yang sangat keras.
"Siapa sih?" tanya mereka. Salah satu di antaranya membuka pintu sedikit.
Saat melihat wajah Alfazro mereka langsung menutup pintu kamar tersebut, akan tetapi di tahan oleh Alfazro. Pria itu juga langsung membantunya dan mereka saling dorong pintu.
Alfazro menjepit kakinya di antara pintu tersebut dan mendorongnya dengan kuat. Akhirnya pintu sedikit terbuka dan Alfazro pun berusaha masuk ke dalam.
Karena Alfazro masuk ke dalam, pintu pun terbuka, pria itu juga ikut masuk ke dalam.
"Eh, kok beda orangnya?" tanya pria itu heran, karena pria yang mencuri tak pacarnya dangan orang yang ada di dalam berbeda jauh, bukan hanya dari wajahnya, tapi juga dari bajunya.
"Mau apa kalian ke sini?" tanya pria itu.
"Tentu saja ingin menangkap kalian," jawab Alfazro.
"Iya, kalian mau nangkap kami karena apa?" tanya pria itu balik.
"He-he-he, kalian bisa menipu orang, tapi kalian tidak bisa menipu ku," ucap Alfazro menangkap salah satu pria itu lalu menekan kepalanya ke bawah dan membuka penyamaran pria itu.
Alfazro menguliti kulit buatan itu sebagai penyamaran untuk merubah wajah mereka.
Menyadari itu, temannya pun segera membantu temannya dengan memeluk Alfazro dari belakang agar bisa lepas dari temannya.
Pria pacar wanita tadi juga datang membantu dan memeluk pencuri itu agar bisa terlepas dari Alfazro dan mereka saling tarik-menarik.
Setelah kulit palsu itu terlepas, mereka pun terlepaskan dan saling berjatuhan.
"Eh benaran, ternyata memang kalian! Kembalikan tas pacar ku!" teriak pria itu.
__ADS_1
Kedua orang itu ingin melarikan diri, tapi Alfazro menarik kaki pria itu hingga terjatuh. Teman pria itu pun menarik temanya untuk keluar dari ruangan tersebut. Pria pacar wanita itu juga memegang kaki sebelah pencuri itu dan menariknya.
Karena terlihat saling tarik menarik, pegawai itu tampak heran, ia pun berjalan mendekati tempat tersebut.
"Aaaaaaaaaaaaa! Kenapa ini!" teriak pegawai itu. Ia tampak panik.
"Cepat panggil pegawai yang lain!" teriak Alfazro. Karena temannya tidak bisa di selamatkan, pencuri itu terpaksa meninggalkan temannya dari pada ia di tangkap.
"Hey! Tunggu! Jangan tinggalkan aku!" teriak temannya.
"Kamu pegang dia, aku akan kejar dia," ucap Alfazro.
"Baiklah," jawab pria itu.
Alfazro pun berlari mengejar pria itu, sedangkan para pegawai yang lain berdatangan dan membekuk pencuri tersebut.
Pencuri itu lari dari gang sebelah, gang itu cukup ramai rumah penduduk. Pencuri itu lari masuk ke dalam rumah-rumah dan melewati belakang rumah.
Melewati jemuran baju, naik di atas tangga, lalu naik loteng. Berlari di atas atap rumah dan terjun ke bawah.
Saat itu mereka sedang melewati anak-anak yang sedang bermain bola. Alfazro melihat bola anak tersebut, ia mengambilnya lalu menendang bola itu ke arah pencuri tersebut.
Duuaaakkk!
Bola itu mengenai punggung pria tersebut membuat pria itu terjatuh.
Alfazro pun langsung menerpa pencuri itu lalu membekuknya. Ia menarik tangan pria itu lalu memutarnya kebelakang.
"Wah, keren banget kak," puji anak-anak itu datang mendekat.
"He-he-he, kakak emang keren kok. Jadi kalian tolong ambilkan tali," pinta Alfazro.
__ADS_1