System Rich Over Famous

System Rich Over Famous
BAB 69


__ADS_3

Alfazro pun terus menggalinya dan terlihatlah sebuah kerangka tangan.


"Ini, aku mendapatkan tangannya," ucap Alfazro menarik tangan yang sudah menjadi tulang.


"Aaaaaaaaaaaaa!" teriak beberapa siswa yang lari terbirit-birit ketakutan.


"Hey! Tunggu dulu!" teriak guru yang lain tapi, murid itu keburu kabur dan menuju tendanya.


"Ini beneran ada, ya sudah Mai kita gali lagi," ucap pak Hendra.


Mereka pun menggalinya lebih dalam lagi dan merek pun menemukan sebuah kepala yang sudah menjadi tengkorak.


Beberapa bagian kaki dan tangannya dan mereka mengumpulkan semua tulang belulang itu mejadi satu.


Sudah hampir subuh, akhirnya mereka bisa mengumpulkan semua tulang-tulang itu.


Hanya saja, bukan ada tulang besar saja, di dalamnya juga ada tukang muda, seperti tulang bayi kecil.


"Pak, sepertinya mereka di kuburkan dalam satu tempat bersama anaknya," ucap Alfazro.


"Iya, kamu benar. Hal ini kita harus lapor polisi," ucap pak Hendra.


"Ya sudah, ayo kita pergi," ajak pak Hendra.


"Tunggu dulu!" ucap Alfazro saat itu melihat bayangan tersebut datang.

__ADS_1


"Tolong temukan Andika, aku ingin menyampaikan sesuatu padanya," ucap bayangan itu.


"Andika? Siapa dia?" tanya Alfazro.


"Ayah dari anakku," jawabnya.


"Tapi … bagaimana aku akan mencarinya?" tanya Alfazro bingung.


"Dia pernah datang ke sini 6 bulan lalu," jawabnya.


"Ha? Yang datang kesini kan rame, bagaimana aku bisa tahu siapa saja yang datang kesini, lagian ini baru pertama kali aku datang ke sini, apa kau tidak ada petunjuk?" tanya Alfazro.


Akan tetapi bayangan itu mendadak hilang.


Semua mata tertuju kearah Alfazro karena Alfazro bisa berbicara dengan makhluk halus.


"Hey! Sempat-sempatnya kamu kesal dengan maklum halus, kamu nggak takut apa?" tanya pak Hendra.


"Gimana aku nggak kesal, dia minta tolong carikan ayah anaknya tapi tidak memberi petunjuk," ucap Alfazro.


"Tidak apa-apa, kita serahkan kepada polisi saja," ucap pak Hendra.


Mereka pun membawa tulang-tulang itu kembali menuju tempat perkemahan dan meletakan di dalam plastik hitam.


"Kalian pergilah istirahat, Bapak akan mengurus ini semua," ucap pak Hendra.

__ADS_1


"Gimana kami mau tidur, mana seram lagi," ucap mereka memegang kuduknya yang merinding.


"Lagian ini sudah hampir pagi, karena ada kejadian seperti ini kita tida bisa melanjutkan perkemahan kita," ucap Pak Hendra.


"Aku ingin pulang!" rengek salah satu siswa.


"Iya, kita tunggu pagi dan polisi datang, kita akan pulang," ucap pak Hendra.


Mereka semua pun masuk ke dalam tendanya masing untuk menunggu pagi datang. Tapi para guru yang lain mereka terpaksa harus memasak makanan untuk sarapan pagi sebelum mereka pulang.


***


Terdengar suara sirine mobil polisi datang dan mengolah TKP.


Alfazro pun terbangun saat mendengar suara sirine itu. Alfazro pun bangun dan ia pun keluar dari tenda.


"Alfazro, kesini!" panggil pak Hendra.


Alfazro pun berjalan mendekat.


"Ini adalah murid saya yang sudah menemukan tulang-tulang mayat ini dan dia juga bisa berinteraksi dengan arwah pemilik tulang ini," ucap pak Hendra.


"Oh ya, apa dia ada menyampaikan sesuatu pada mu?" tanya polisi itu.


"Dia minta di carikan pria yang bernama Andika, dia pernah datang ke sini 6 bulan lalu dan pria itu adalah ayah anaknya," jawab Alfazro.

__ADS_1


__ADS_2