System Rich Over Famous

System Rich Over Famous
BAB 72


__ADS_3

Pria itu mencengkram baju bagian belakang Alfazro.


Alfazro berbalik badan dan ia menendang pria itu hingga terjungkang kebelakang.


Alfazro menarik kerah baju pria itu lalu memukulnya lagi.


Pria itu kesakitan dan memegang kepalanya.


Melihat pria itu lengah, Alfazro kembali masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya di jalanan.


"Siapa mereka ya, apa yang mereka inginkan?" tanya Alfazro.


"Ah iya, jangan-jangan mereka menginginkan tas yang berisi senjata api itu ya. Astaga! Aku melupakannya, aku ingin mengantarkan ke kantor polisi ya," ucap Alfazro.


Ia segera melajukan mobilnya untuk menuju ke kantor polisi.


Perjalanan yang memakan waktu singkat itu pun sampailah ia di kantor polisi.


Alfazro pun membawa satu tas yang berisi senjata api itu dan membawa masuk ke dalam kantor polisi.


Para polisi datang mendekat. "Apa yang kamu bawa ini?" tanya mereka penasaran.


"Semua ini isinya senjata api, sepertinya ada perdagangan senjata api ilegal dan aku menemukan ini di jalan. Tadi ada beberapa orang yang datang ingin mengambil senjata api ini, untung aku bisa lolos," ucap Alfazro menjelaskan.


Komandan polisi pun datang untuk memeriksanya dan ia melihat senjata api yang lumayan banyak.


"Ini masalah serius, jika senjata api yang di perdagangan dan jatuh pada tangan yang salah, maka ini akan sangat buruk dan bisa jadi orang awam jadi sasarannya," ucap komandan dengan tatapan serius melihat ke arah polisi yang lain.

__ADS_1


"Bagaimana ciri-ciri mereka, mungkin kami akan mendapatkan petunjuknya," ucap komandan itu.


Alfazro pun menyebutkan ciri-ciri mereka dan para polisi bergegas untuk mencari ciri-ciri tersebut sebelum mereka berganti pakaian untuk hari ini.


"Terima kasih karena sudah memberi tahu masalah ini," ucap komandan polisi itu.


"Sama-sama, saya permisi dulu," ucap Alfazro.


Alfazro pun masuk ke dalam rumah dan ia pun melajukan mobilnya menuju hotelnya.


Sesampainya di hotel, seorang pria berjas hitam berdiri di depan pintu utama.


"Apa kamu Toni?" tanya Alfazro.


"Benar Tuan, Anda Tuan Alfazro?" Toni balik bertanya.


"Benar." angguk Alfazro.


Mereka pun berjalan masuk ke dalam sebuah ruangan yang sudah lengkap dengan tempat tidur dan ruang kerja.


"Ini ruangan Anda Tuan," ucap Toni.


Alfazro masuk ke dalam dan ia duduk di depan laptop.


Triring! Triring!


Triring! Triring!

__ADS_1


"Hm … siapa lagi yang menelpon ku?" tanya Alfazro.


"Halo."


"Maaf menganggu, apa ini dengan Tuan Alfazro?"


"Ya saya sendiri."


"Saya adalah Mila sekretaris perusahaan AF, Anda di minta untuk datang ke perusahaan karena menanda tangani surat pindah tangan perusahaan, apa Anda waktu hari ini?"


"Baiklah, aku akan ke sana sekarang," ucap Alfazro.


"Baik Tuan."


"Toni, untuk hotelnya tidak ada perubahan apa pun ya, bekerja seperti biasanya," ucap Alfazro.


"Baik Tuan." angguk Toni.


Alfazro pun bangun dan meninggalkan hotelnya.


[Klik di sini untuk membuka]


[Klik]


Alfazro melihat lokasi perusahaannya dan itu tidak jauh dari hotelnya, hanya berjarak 70 meter saja.


"Astaga! Di sana rupanya. Tidak jauh, aku jalan kaki saja di ke sana," ucap Alfazro.

__ADS_1


Ia pun berjalan dan menuju perusahaan tersebut yang hanya berjarak sebuah restoran di tengah-tengahnya.


Saat Alfazro berjalan menuju ke arah perusahaan tersebut, semua mata melihat ke arahnya.


__ADS_2