
Alfazro pun menambah kecepatan mobilnya dan mengejar pencuri motor itu lagi. Mereka beriringan lagi, akan tetapi jalanan juga cukup ramai sehingga mereka selain melaju juga harus menghindar dari pengendara yang ada di depan.
Alfazro menambah kecepatan mobilnya dan mobilnya pun terbang dan mendarat di depan pencuri motor itu. Saat motor itu ingin ke kiri, Alfazro pun mengarahkan ke kiri, motor itu ingin ke kanan, Alfazro juga mengarahkan ke kanan. Dan begitu seterusnya.
"Sial! Ingin sekali aku menghajarnya!" dengan pria itu kesal.
"Cari tempat aman saja, jika di lihat pengemudi mobil itu masih anak sekolah, dan teman-temannya juga masih anak tanggung," ucap temannya.
"Iya," angguknya.
Dari kaca spion, Alfazro melihat jika mereka berbelok ke arah kiri, Alfazro memutar mobilnya juga berbelok ke kiri masuk ke dalam jalan di sana.
Ia pun mengejar motor itu ke dalam jalan.
Di tempat sepi itu, motor itu berhenti di tengah jalan. Tiba-tiba saja mereka turun dari motor dan langsung menyerang mobil Alfazro.
Alfazro dan teman-temannya turun dari mobil dan mereka pun ikut membantu menyerang pencuri itu.
"Kalian hanya bocah ingusan, memangnya bisa apa menyerang kami," ucap pencuri itu menarik tangan Ado kebelakang dan melemparnya.
"Teman-teman, kalian mundur saja, aku bisa mengatasi mereka berdua," ucap Alfazro.
"Kamu yakin nggak mau kami bantuin?" tanya Yoga.
"Iya aman, kalian duduk saja di dalam mobil," ucap Alfazro.
"Heh! Sok jago kamu, kalau begitu rasakan tinju ku!" pria itu mengarahkan tinjunya ke arah Alfazro. Belum lagi tinjunya sampai di kepala Alfazro, Alfazro duluan menendang perut pria itu membuatnya mundur beberapa langkah kebelakang sambil memegang perutnya.
Temannya yang satu lagi maju, ia pun menendang ke arah wajah Alfazro, Alfazro pun menepisnya lalu menarik kepala pria itu dan membenturkan dengan kepalanya sendiri membuat pria itu puyeng.
Pria itu berputar-putar karena pusing, melihat itu pria tadi pun berlari ke arah Alfazro dan melompat.
Sebelum pria itu menyerangnya, Alfazro sudah menyiapkan tinjunya, ia memutar tangannya lalu meninju ke arah pria itu membuat pria itu terbang dan terpental.
__ADS_1
"Cukup Alfazro, sekarang giliran kami," ucap Ado.
Ado, Yoga dan Deni mereka pun maju ke depan, mereka pun maju ke depan dan mengajar kedua pencuri itu hingga babak belur.
Bak buk! Bak buk! Bak buk! Bak buk!
Kedua pencuri itu babak belur meskipun tidak mati tapi penuh dengan luka.
"Wah, rasanya sangat enak ya setelah memukul orang," ucap Ado terkekeh.
"Tapi lumayan sakit juga," sahut Deni mengipas-kipaskan tangannya setelah puas memukulnya.
[Ding Ding]
[Misi selesai]
[Selamat Anda mendapat penambahan saldo sebesar 30.000.000]
[Selamat Anda mendapatkan sebuah perusahaan PT AL]
[Saldo \=81.800.000]
[Kecepatan \=30]
[Kelincahan \=30]
[Kekuatan \=30]
[Kecerdasan \=30]
[Level \=12]
[Poin \=600]
__ADS_1
[Reward\= Perusahaan PT AL]
'Waduh, aku dapat perusahaan? Gimana mimpinnya ya? Perusahaan itu besar, aku nggak punya pengalaman tentang perusahaan,' batin Alfazro.
"Jadi gimana lagi ini Alfazro, telpon polisi?" tanya Ado.
"Iya, telpon polisi saja, serahin mereka pada polisi," jawab Alfazro mengangguk.
Ado pun menelpon polisi, beberapa menit kemudian polisi pun datang.
"Ini kenapa babak belur begini?" tanya polisi itu.
"Oh, tadi itu di amuk masyarakat pak," jawab Alfazro.
Ketiga temannya menekuk alisnya karena yang memukul mereka berdua adalah mereka bertiga.
"Oh begitu ya, baiklah, kami akan bawa mereka beserta barang bukti ke kantor polisi," ucap polisi tersebut.
"Baik Pak," jawab mereka bertiga membungkukkan badan memberi hormat.
Kedua pencuri itu pun di bawa kekantor polisi.
"Eh Alfazro, kamu bilang kalau pencuri itu di amuk masyarakat, kamu bohongi polisi biar kami tetap aman ya?" tanya Deni terharu.
"Lah, emangnya kalian bukan masyarakat ya? Apa kalian jangan-jangan siluman yang baru keluar dari margasatwa?" tanya Alfazro terkekeh.
"Sialan lu!" Denggung Yoga melingkarkan tangannya di leher Alfazro dan menggetoknya.
Mereka pun masuk ke dalam mobil. Alfazro pun memutarnya mobilnya untuk mengantar ketiga temannya pulang ke rumah.
Setelah mengantar mereka, Alfazro pun pulang ke rumah.
Beberapa menit kemudian, ia pun sampai di rumah, rasanya sangat lelah, Alfazro merebahkan tubuhnya di kasur.
__ADS_1
"Capek banget," ucap Alfazro merenggangkan tubuhnya dan ia pun tidur.