
"Iya, mau nggak? Apa lagi kalau pelanggan banyak, mungkin gaji kalian lebih besar dari jadi tukang panggul di sini. Lagian jika sebagian kerja di restoran, jadi yang masih kerja di sini lumayan banyak penghasilannya. Kalau semuanya kerja di sini semua otomatis kalian harus berbagi dan dapat penghasilan juga sangat minim," saran Alfazro.
Mereka saling berpandangan.
"Kamulah yang kerja di sana," ucap Yoga menyenggol Ado.
"Ayo kita yang pergi ke sana, lumayan tuh bisa makan enak setiap hari," ucap Ado.
"Boleh juga tuh," ucap Dedi.
"Tapi kalau mau sarapan jam 9 bisa juga, karena baru buka jam 9 soalnya, makan siang dan makan malam di sana juga. Jadi kalian mau nggak, butuh 4 orang untuk cuci piring," ucap Alfazro.
"Ya udah deh, aku mau," ucap Ado.
"Aku juga mau," sahut Yoga.
"Aku juga deh," ucap Deni.
"Siapa lagi?" tanya Alfazro.
"Kami tetap di sini aja, mengurangi kalian lumayanlah buat penghasilan kami bertambah," ucap Gilang terkekeh.
"Asem!" ucap Ado melingkarkan tangannya di leher Gilang.
"Ya udah, bagi kalian yang mau kerja di restoran besok pagi datang jam 8, nanti kalian di beri baju seragam," ucap Alfazro.
"Di mana alamatnya?" tanya Ado.
"Aku kirim alamatnya dari pesan biar nggak lupa," ucap Alfazro.
__ADS_1
"Oke," jawab mereka.
Alfazro mengambil ponselnya dan ia pun mengirim pesan.
"Kamu ada foto restorannya nggak?" tanya Yoga penasaran.
"Hm ... nggak ada, tapi buat kejutan untuk kalian," ucap Alfazro mengangkat alisnya sambil tersenyum.
"Ya udah deh, kalau gitu kami pulang dulu untuk bersiap besok pagi," ucap Yoga.
"Alfazro he-he-he, antar kami pulang donk dengan mobil mahal itu lagi," ucap Ado merangkul pundak Alfazro.
"Oke, tapi yang berdua harus duduk di belakang atas mobil ya," ucap Alfazro.
"Tidak masalah, duduk atas ban pun tidak masalah kalau itu mobil mahal," ucap Ado.
"Pulanglah kalian, kami mau lanjut kerja saja lagi," ucap Gilang.
[Ding Ding]
[Misi baru]
[Menangkap pencuri motor]
[Hadiah 30.000.000]
[Status misi sedang berlangsung]
Sebuah motor melaju melewati mereka dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
'Jangan-jangan itu pencuri motornya," ucap Alfazro.
"Tolong! Maling! Motor ku di maling!" teriak seorang bapak-bapak yang berusaha mengejarnya.
"Bagaimana ini, motor ku … motor ku!" teriak bapak itu menangis.
"Kalian pegangan yang erat, aku akan ngebut," ucap Alfazro mengingatkan.
Alfazro pun menambah kecepatan mobilnya melaju kencang mengejar pencurian motor itu.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Alfazro melihat titik lokasi pencuri motor itu. Ia melaju cukup kencang di jalanan. Alfazro pun mengikuti titik merah itu.
"Alfazro, kenapa mendadak bawa laju begini … kamu di belakang bisa terbang!" teriak Yoga.
"Pegangan yang erat di kursi belakang ku," jawab Alfazro yang fokus ke depan.
"Aku suka laju-laju, tapi ini parah banget lajunya," ucap Ado.
Tak lama kemudian, mobil Alfazro beriringan dengan pencuri itu.
"Hey! Berhenti!" teriak Alfazro.
"Sial! Cepat laju!" ucap temannya yang duduk di belakang.
"Iya, ini udah full lajunya," jawab temannya.
__ADS_1
"Berhenti!" teriak Alfazro lagi.
"Ah, siapa peduli," ucap pria itu menyalip mobil Fuso di depannya.