
"Siapa sih cewek bersama Alfazro itu, aku rasa aku pernah melihatnya, tapi entah di mana," ucap salah satu murid berpikir.
"Ah masa? Diakan baru masuk kemaren," ucap temannya.
"Aku rasa aku melihat? Ah iya, aku ada melihatnya di TV," ucap murid itu.
"Mana mungkin, mirip aja kali," ujar temannya.
"Enggak, sama persis kok," jawabnya yakin.
"Udah ah, kamu itu salah lihat, ayo makan cepat, sebentar lagi masuk," ucap temannya melahap makanannya.
'Tapi aku benar-benar yakin jika aku pernah melihat di TV, aku melihat dia di TV waktu itu kalau tidak salah dia pewaris perusahaan besar, tapi aku tidak ingat perusahaan apa,' batin murid itu.
Setelah selesai makan, Alfazro dan Alfazira masuk ke dalam kelas bersamaan-sama.
Triring! Triring!
Triring! Triring!
"Halo," jawab Alfazro.
"Apa ini dengan Tuan Alfazro?" terdengar suara seorang pria dari balik telpon.
"Iya, saya sendiri," jawab Alfazro.
"Saya Anto, pengurus toko baju Anda, saya di minta untuk menghubungi Anda, kemungkin barang akan masuk besok," ucap pria yang bernama Anto.
__ADS_1
"Oh baiklah, nanti setelah pulang sekolah aku akan ke sana," ucap Alfazro.
"Baik Tuan," jawabnya.
"Oh iya, nanti pulang sekolah aku mau ke restoran dulu, yang mana satu aku pergi dulu ya?" tanya Alfazro berpikir.
"Kamu punya usaha sendiri?" tanya Alfazira.
"Boleh di katakan begitulah, kamu mau ikut?" tanya Alfazro.
"Mau." angguk Alfazira.
"Oke, setelah pulang sekolah kita pergi, tapi orang tua kamu nggak marah kalau pulang telat?" tanya Alfazro.
"Aku akan telpon orang tuaku kalau aku pulang telat," jawabnya tersenyum.
Guru pun masuk kelas.
"Anak-anak sekalian, kita akan ada acara berkemah selama 3 hari, siapa yang mau ikut?" tanya buk Mei.
Para murid pun angkat tangan dengan suka cita.
"Saya Buk, saya Buk," jawab mereka antusias.
"Yang ingin ikut ambil formulir dengan Ibuk, kalian minta tanda tangan dari orang tua kalian dan jangan lupa persiapan ya, ada yang ingin di tanyakan?" tanya buk Mei.
"Kita kemahnya di mana Buk?" tanya Nina.
__ADS_1
"Pertanyaan bagus, jika tidak bertanya Ibuk mungkin lupa mau ngasih tahu kalian kemah di mana. Kita kemah di bukit Hido, kalian pasti tau di mana bukit Hido kan? Bukit itu juga sering banyak orang yang berkemah, jadi terjamin aman untuk anak sekolah seperti kita," ucap buk Mei.
"Ada lagi?" tanya buk Mei.
"Apa saja yang harus di bawa Buk?" tanya mereka.
"Yang terutama pakaian kalian, bawa bahan makanan seperti roti dan lain-lain. Bawa juga makanan mentah, juga untuk makan kita selama beberapa hari. Peralatan kemah dan peralatan untuk memasak itu di bawa oleh guru, jadi kalian tidak perlu kerepotan untuk membawanya. Atau mungkin kalian mau bawa sesuatu yang menurut kalian penting boleh bawa. Tapi kalian nggak boleh bawa perhiasan dan uang yang banyak ya, karena jika hilang para guru nggak bisa tanggung jawab," jelas Buk Mei.
"Buk, apa di sana ada listrik?" tanya mereka.
"Enggak ada, kita hanya akan di terangi oleh lampu senter dan lampu cas. Jadi buat kalian yang punya ponsel jika ada power bank bawa aja, yang nggak punya cas penuh-penuh," jawab buk Mei.
"Apa saja kegiatan kita buk?"
"Kegiatan kita pasang tenda, malamnya bakar BBQ, siangnya kita heaking, malamnya kita pesta, besok paginya kita pulang."
"Pesta miras kah Buk?" tanya mereka sbil tertawa.
"Hush! Sembarang aja kalo nyeletuk, pesta ya pesta, mungkin ada dari kelas yang lain ingin menampilkan bakatnya, itu sangat bagus, atau kalian ada yang ingin di tampilkan daftar sama Ibu ya."
"Wah, pasti seru banget," ucap mereka, membayangkan saja sudah sangat menyenangkan.
"Oh ya, dan kalian tidak boleh bawa kendaraan sendiri, kalian harus naik bus ya demi keselamatan kalian dan agar para guru bisa memantau kalian. Ini formulirnya di ambil." Buk Mei mengulurkan kertas formulirnya.
Para murid pun mengambilnya satu persatu formulir tersebut.
"Hey Alfazro, kamu lebih baik tidak usah ambil formulir, toh nggak ada yang nandatangani juga," ucap Fairus.
__ADS_1